Whitch - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 4 menit membaca

ACT 1 (Setup)

Di New England, pada tahun 1630, William dan Katherine, bersama kelima anak mereka, Thomasin, Caleb, Mercy, Jonas, dan bayi Samuel, dikeluarkan dari perkebunan Puritan karena perbedaan agama yang tidak dapat didamaikan. William menolak menandatangani perjanjian dengan gereja, percaya bahwa keyakinan pribadinya lebih murni. Keluarga itu terpaksa meninggalkan komunitas dan membangun rumah di dekat hutan belantara yang gelap dan luas.

Kehidupan di pertanian baru keras dan penuh dengan kesulitan. Tanaman gagal panen dan kelaparan mengancam. Suatu hari, saat Thomasin bermain cilukba dengan bayi Samuel, Samuel tiba-tiba menghilang. Thomasin panik dan mencari Samuel, tetapi ia tidak dapat menemukannya. Keluarga itu diliputi kesedihan dan ketakutan. Katherine sangat terpukul dan menyalahkan Thomasin atas hilangnya Samuel. William, meskipun berduka, mencoba menenangkan istrinya dan meyakinkan mereka bahwa Samuel mungkin telah dibawa oleh binatang buas.

Keluarga itu mulai berprasangka buruk terhadap Thomasin. Katherine, yang sudah kehilangan harapan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik di Dunia Baru, mencurahkan amarahnya kepada Thomasin. William, yang diam-diam merasa bersalah atas pengasingan mereka dari komunitas, tidak mampu membela putrinya. Caleb, kakak laki-laki Thomasin, mencapai usia pubertas dan mulai memperhatikannya secara seksual, menambah ketegangan dalam keluarga. Mercy dan Jonas, adik-adik Thomasin, semakin aneh. Mereka sering berbicara dengan Billy, seekor kambing hitam, dan mulai menuduh Thomasin sebagai penyihir.

ACT 2 (Conflict)

Saat musim dingin mendekat, situasinya semakin memburuk. Tanaman gagal panen, dan persediaan makanan menipis. William, dalam upaya putus asa untuk memberikan makanan bagi keluarganya, pergi berburu ke hutan. Dia berjanji kepada Katherine akan menjual cangkir peraknya untuk membeli persediaan jika dia tidak berhasil menangkap apa pun. Sementara di hutan, William ditikam oleh tanduknya sendiri saat menebang pohon, tetapi dia menyembunyikannya dari keluarganya.

Kembali di rumah, Caleb jatuh sakit parah. Dia mengigau dan bertingkah aneh. Dia mengaku telah berdosa dan melihat penampakan mengerikan. Keluarga itu, dipimpin oleh Katherine, berdoa untuk keselamatan Caleb. Thomasin merasa bersalah dan bertanggung jawab atas penyakit Caleb.

Caleb, dalam keadaan delirium, tiba-tiba bangkit dan melarikan diri ke hutan. William, mengetahui bahwa hutan itu berbahaya, mencoba mengejarnya, tetapi tidak berhasil. Caleb tersesat dan kelelahan di hutan. Dia menemukan gubuk yang tidak dikenal dan seorang wanita muda yang cantik di dalamnya. Wanita itu, dengan senyum yang menawan, menawarkan Caleb apel. Caleb memakan apel itu dan mengalami pengalaman yang tidak dapat dijelaskan.

Keesokan harinya, Caleb kembali ke rumah dalam keadaan linglung. Dia tiba-tiba mengalami kejang-kejang dan mengaku telah berdosa sebelum meninggal di depan keluarganya. Kematian Caleb menghancurkan keluarga itu lebih jauh. Katherine benar-benar yakin bahwa ada kekuatan jahat yang bekerja dan menyalahkan Thomasin.

ACT 3 (Climax)

Katherine dan William semakin yakin bahwa Thomasin adalah penyihir. Mereka menemukan cangkir perak William yang seharusnya dijual di peti Thomasin. Katherine menuduh Thomasin menjual jiwanya kepada iblis dan mencuri cangkir itu. William, yang selama ini mencoba menyangkal kemungkinan sihir, mulai meragukan dirinya sendiri. Dia menginterogasi Thomasin, memaksanya untuk mengaku.

Thomasin, yang putus asa dan takut, menyangkal semua tuduhan. Namun, Mercy dan Jonas terus menerus menuduhnya sebagai penyihir. Mereka menuduh Thomasin terbang di atas hutan dan minum darah bayi Samuel. Mercy dan Jonas mulai bertingkah lebih aneh, sering kali dalam keadaan trans.

William memutuskan untuk mengunci Thomasin di dalam kandang kambing sampai dia mengaku. Namun, malam itu, dia melepaskan Thomasin dan meminta maaf karena telah meragukannya. Dia mengatakan kepadanya bahwa dia tahu dia tidak bersalah dan menyuruhnya melarikan diri. Namun, saat Thomasin bersiap untuk pergi, William diserang oleh Billy, kambing hitam. Billy menanduk William berulang kali sampai dia pingsan.

Katherine, melihat William terluka parah, menjadi histeris. Dia menyalahkan Thomasin dan mencoba membunuhnya dengan kapak. Thomasin membela diri dan secara tidak sengaja membunuh Katherine. Mercy dan Jonas mulai berteriak dan menuduh Thomasin sebagai penyihir.

ACT 4 (Resolution)

Thomasin, sekarang benar-benar sendirian, melarikan diri ke hutan. Dia tersandung di atas sebuah perdebatan yang dikelilingi oleh para penyihir yang menari telanjang di sekitar api unggun. Di tengah mereka berdiri Black Phillip, kambing hitam yang dapat berbicara yang ternyata adalah inkarnasi dari iblis. Black Phillip menawarkan Thomasin kekuatan dan kebebasan jika dia mau menandatangani namanya di dalam kitab.

Thomasin, setelah mengalami semua tragedi dan kehilangan keluarganya, memutuskan untuk menyerah pada godaan. Dia menandatangani namanya di dalam kitab dan bergabung dengan para penyihir dalam pesta pora mereka. Dia menertawakan kegilaan dan menerima identitas barunya sebagai penyihir. Adegan terakhir menunjukkan Thomasin, telanjang dan berlumuran darah, melayang di atas hutan, tertawa terbahak-bahak.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya