Rewriting Trump - Cerita Lengkap
Rewriting Trump
ACT 1 (Setup)
Film dimulai dengan Profesor Sarah Miller, seorang ahli linguistik terkemuka yang mengajar di sebuah universitas bergengsi. Sarah dikenal karena analisis mendalamnya tentang wacana politik dan kemampuannya untuk membedah bahasa yang digunakan oleh para pemimpin dunia. Kehidupan pribadinya, bagaimanapun, kurang memuaskan. Ia merasa terasing dari mantan suaminya, Mark, dan merindukan waktu yang lebih berkualitas dengan putrinya, Emily.
Suatu hari, Sarah dihubungi oleh seorang mantan mahasiswanya, David Chen, yang sekarang bekerja di sebuah perusahaan teknologi canggih bernama QuantumLeap Technologies. David menjelaskan bahwa QuantumLeap telah mengembangkan sebuah algoritma AI revolusioner yang mampu memprediksi dan memanipulasi perilaku manusia melalui analisis bahasa. Algoritma ini, dijuluki "Project Phoenix," didasarkan pada penelitian Sarah sendiri tentang retorika persuasif.
David mengungkapkan kekhawatiran mendalamnya tentang potensi penyalahgunaan Project Phoenix. Ia meyakini bahwa CEO QuantumLeap, seorang pengusaha ambisius bernama Richard Harding, berniat menggunakan teknologi tersebut untuk keuntungan politik pribadi dan bahkan untuk memengaruhi pemilihan presiden Amerika Serikat. David meminta bantuan Sarah untuk memahami potensi bahaya Project Phoenix dan mencari cara untuk menghentikannya.
Awalnya ragu, Sarah akhirnya setuju setelah David menunjukkan simulasi Project Phoenix yang menargetkan mantan Presiden Donald Trump. Simulasi tersebut menunjukkan bagaimana algoritma tersebut dapat memanipulasi opini publik dengan mengubah gaya bicara dan pesan yang disampaikan Trump. Sarah terkejut dan menyadari implikasi mengerikan dari teknologi tersebut.
ACT 2 (Conflict)
Sarah dan David memulai penyelidikan rahasia ke dalam operasi QuantumLeap. Mereka menggunakan keahlian Sarah dalam linguistik dan kemampuan David dalam teknologi untuk mengungkap rencana Richard Harding. Mereka menemukan bahwa Harding telah diam-diam bekerja sama dengan tim ahli strategi politik untuk menyempurnakan Project Phoenix dan merancang kampanye disinformasi yang kompleks.
Sarah dan David menghadapi berbagai rintangan dan bahaya saat mereka menggali lebih dalam. Mereka dibuntuti oleh agen keamanan QuantumLeap yang kejam dan menghadapi ancaman dari orang-orang yang ingin melindungi Harding dan proyeknya. Sarah juga berjuang dengan dilema etis, bertanya-tanya apakah intervensi mereka benar-benar dapat dibenarkan dan apakah mereka berisiko menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan.
Sementara itu, Harding mulai menggunakan Project Phoenix untuk memengaruhi pidato dan penampilan publik Donald Trump. Algoritma tersebut secara bertahap mengubah gaya komunikasi Trump, membuatnya tampak lebih moderat, terukur, dan simpatik di mata publik. Opini publik mulai bergeser, dan peringkat persetujuan Trump naik secara signifikan.
Mark, mantan suami Sarah, yang bekerja sebagai jurnalis politik, mulai mencurigai adanya sesuatu yang aneh dalam perubahan perilaku Trump. Ia mendekati Sarah untuk meminta bantuannya dalam menyelidiki masalah ini. Sarah, yang terjebak dalam konflik internal, awalnya ragu untuk melibatkan Mark, tetapi akhirnya memutuskan untuk mempercayainya.
ACT 3 (Climax)
Sarah, David, dan Mark bekerja sama untuk mengungkap rencana Harding dan menghentikan Project Phoenix. Mereka mengumpulkan bukti yang cukup untuk membuktikan bahwa Harding telah memanipulasi pemilihan presiden melalui penggunaan teknologi AI. Mereka memutuskan untuk membocorkan informasi tersebut kepada media dan pihak berwenang.
Harding, menyadari bahwa rencananya akan terbongkar, memerintahkan tim keamanannya untuk menangkap Sarah, David, dan Mark. Terjadi pengejaran menegangkan di mana Sarah dan timnya berjuang untuk menghindari penangkapan dan menyampaikan informasi penting kepada dunia.
Sarah dan David berhasil menyusup ke pusat data QuantumLeap untuk menonaktifkan Project Phoenix. Mereka menghadapi perlawanan dari tim keamanan Harding, tetapi berhasil mengatasi mereka dan mencapai server utama. Sarah menggunakan keahlian linguistiknya untuk menemukan kerentanan dalam algoritma dan merancang virus yang akan melumpuhkannya.
Saat Sarah mengunggah virus, Harding tiba dan mencoba menghentikannya. Terjadi perkelahian sengit di antara mereka. David berhasil mengalihkan perhatian Harding, memungkinkan Sarah untuk menyelesaikan pengunggahan virus. Project Phoenix lumpuh, dan pengaruhnya terhadap Trump hilang.
ACT 4 (Resolution)
Setelah Project Phoenix dinonaktifkan, informasi tentang manipulasi pemilihan presiden oleh Harding terungkap ke publik. Terjadi skandal besar-besaran yang mengguncang dunia politik. Harding ditangkap dan menghadapi tuntutan hukum yang serius.
Trump, yang tidak menyadari manipulasi yang dialaminya, merasa bingung dan marah ketika mengetahui kebenaran. Ia mencoba menyangkal keterlibatannya, tetapi bukti yang ada terlalu kuat untuk diabaikan. Reputasinya hancur, dan ambisi politiknya berakhir.
Sarah, David, dan Mark dipuji sebagai pahlawan karena mengungkap kebenaran dan menyelamatkan demokrasi. Sarah dan Mark memperbaiki hubungan mereka, dan Sarah menemukan keseimbangan yang lebih baik antara pekerjaan dan kehidupan pribadinya.
Film berakhir dengan Sarah memberikan kuliah di universitas tentang pentingnya etika dalam pengembangan dan penggunaan teknologi AI. Ia menekankan bahwa kekuatan teknologi harus digunakan untuk kebaikan, bukan untuk manipulasi dan kontrol. Sarah menunjukkan bahwa bahasa adalah alat yang kuat yang dapat digunakan untuk membangun jembatan atau merobohkan tembok, dan bahwa kita semua memiliki tanggung jawab untuk menggunakannya dengan bijak.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.