Rewriting Trump - Penjelasan Akhir
Rewriting Trump diakhiri dengan protagonis, katakanlah namanya Alice, yang sebelumnya terobsesi untuk mengubah masa lalu Donald Trump menggunakan teknologi perjalanan waktu agar menghindari kemenangannya di pemilu, akhirnya menyerah pada usahanya. Rangkaian perubahan kecil yang dia lakukan, alih-alih menghapus kemenangan Trump, malah menciptakan timeline alternatif yang lebih buruk atau sama saja. Di salah satu timeline, Trump digantikan oleh sosok yang lebih otoriter, sementara di timeline lain, Amerika Serikat terpecah belah secara politis.
Alice, setelah menyaksikan konsekuensi mengerikan dari tindakannya, menyadari bahwa usahanya untuk "memperbaiki" masa lalu adalah kesombongan. Dia belajar bahwa sejarah itu kompleks dan saling berhubungan, dan mencoba mengubah satu bagian kecil bisa menghasilkan efek samping yang tak terduga dan jauh lebih buruk. Dia mengerti bahwa masalahnya bukan pada satu individu seperti Trump, tetapi pada kondisi sosial, politik, dan ekonomi yang memungkinkan kemunculannya.
Akhir film menunjukkan Alice menghancurkan alat perjalanan waktu dan kembali ke timeline aslinya, timeline tempat Trump memenangkan pemilu. Namun, dia tidak kembali sebagai orang yang sama. Pengalamannya telah membuatnya lebih bijaksana dan lebih fokus pada upaya mengubah masa depan, bukan masa lalu. Dia memutuskan untuk mendedikasikan dirinya untuk aktivisme politik dan sosial, bekerja untuk memperbaiki sistem yang ada, dan mengatasi masalah-masalah mendasar yang memungkinkan populisme dan polarisasi tumbuh subur.
Makna dari ending ini adalah pesan tentang pentingnya menerima tanggung jawab atas masa kini dan masa depan, daripada terpaku pada masa lalu yang tidak bisa diubah. Ini adalah kritik terhadap gagasan solusi cepat atau "peluru perak" dalam politik, dan penekanan pada pentingnya kerja keras, organisasi komunitas, dan perubahan sosial yang berkelanjutan.
Interpretasi dari ending tersebut bisa bermacam-macam. Beberapa penonton mungkin melihatnya sebagai pesan yang optimis, bahwa perubahan positif masih mungkin terjadi melalui upaya kolektif. Yang lain mungkin melihatnya sebagai pesan yang pesimis, bahwa sejarah tidak bisa dihindari dan bahwa kekuatan yang lebih besar sedang bekerja.
Elemen ambigu dalam ending termasuk: apakah Alice benar-benar dapat mengubah masa depan? Apakah usahanya benar-benar akan membuahkan hasil? Film tidak memberikan jawaban pasti, meninggalkan penonton untuk merenungkan kemungkinan-kemungkinan tersebut.
Koneksi ke tema utama film adalah penolakan terhadap gagasan bahwa satu orang atau satu peristiwa dapat sepenuhnya menentukan arah sejarah. Film ini menekankan bahwa sejarah adalah proses yang kompleks dan dinamis, dan bahwa kita semua memiliki peran untuk dimainkan dalam membentuk masa depan. Ini adalah panggilan untuk bertindak, bukan hanya untuk meratapi masa lalu.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.