Last Days - Penjelasan Akhir
Ending Last Days memperlihatkan Blake, karakter Kurt Cobain yang jelas terinspirasi, tergeletak tak bernyawa di rumah kacanya. Tidak ada adegan eksplisit yang menunjukkan kematiannya, tetapi tubuhnya yang terbaring dan pandangan kamera yang berlama-lama mengkonfirmasi bahwa dia telah meninggal.
Makna ending ini sangat kompleks dan terbuka untuk interpretasi. Secara literal, itu adalah representasi tragis dari bunuh diri. Namun, pada tingkat yang lebih dalam, kematian Blake bisa diartikan sebagai representasi dari kehancuran kreativitas di bawah tekanan ketenaran, isolasi, dan perjuangan internal. Blake digambarkan sebagai sosok yang terasing, berkeliaran di sekitar rumahnya seperti hantu, terputus dari teman-temannya dan dunia di sekitarnya. Kematiannya menggarisbawahi tema keterasingan dan ketidakmampuan untuk terhubung.
Elemen ambigu terletak pada keadaan kematian Blake. Film ini tidak secara eksplisit menyatakan bahwa dia bunuh diri. Walaupun implikasinya kuat, ada juga ruang untuk menafsirkannya sebagai kecelakaan, overdosis, atau bahkan pembunuhan (walaupun opsi terakhir ini lebih spekulatif). Ketidakjelasan ini mencerminkan aura misteri yang melingkupi kematian Kurt Cobain dalam kehidupan nyata.
Film ini juga menampilkan proyeksi astral Blake setelah kematiannya. Rohnya, atau semacam entitas yang menyerupainya, bangkit dari tubuhnya dan melayang di atas pemandangan kematiannya. Ini bisa diinterpretasikan sebagai komentar tentang transendensi, kemungkinan kehidupan setelah kematian, atau sekadar representasi visual dari beban jiwa Blake yang akhirnya terbebaskan.
Koneksi ke tema-tema film sangat kuat. Kematian Blake adalah puncak dari isolasinya, kecanduannya, dan ketidakmampuannya untuk mengatasi tekanan eksternal. Film ini mengeksplorasi tema ketenaran, eksploitasi, dan harga yang harus dibayar untuk menjadi seorang seniman. Kematian Blake berfungsi sebagai peringatan tentang bahaya membiarkan seseorang tenggelam dalam ketenaran dan keterasingan, dan sebagai komentar pedih tentang budaya yang mengkonsumsi dan kemudian membuang ikon-ikonnya. Ending ini menggarisbawahi bahwa di balik citra publik seorang seniman, seringkali ada seorang individu yang rapuh yang sedang berjuang untuk bertahan hidup.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.