L’Étranger - Cerita Lengkap
ACT 1 (Setup)
Meursault, seorang pria muda yang tinggal di Aljazair, menerima telegram yang mengabarkan kematian ibunya. Ia melakukan perjalanan ke panti jompo di Marengo, tempat ibunya tinggal selama tiga tahun terakhir. Ia tampak tidak terlalu berduka dan tidak menangis di malam penjagaan jenazah ibunya. Ia bahkan merokok dan minum kopi di dekat peti mati. Keesokan harinya, setelah pemakaman, Meursault segera kembali ke Aljazair.
Hari berikutnya, ia pergi berenang di pantai dan bertemu Marie Cardona, seorang mantan rekan kerja. Mereka langsung tertarik satu sama lain dan memulai hubungan. Mereka pergi menonton film komedi dan menghabiskan malam bersama. Meursault menjalani hidupnya dengan cara yang sangat apatis dan acuh tak acuh, tanpa menunjukkan banyak emosi atau ambisi. Ia menerima tawaran pekerjaan dari bosnya untuk bekerja di Paris, tetapi ia tidak menunjukkan antusiasme dan mengatakan bahwa ia tidak keberatan melakukannya atau tidak melakukannya.
Meursault juga berteman dengan Raymond Sintès, seorang tetangga yang bekerja sebagai mucikari. Raymond sering berkelahi dengan kekasihnya, seorang wanita Moor. Raymond meminta Meursault untuk menulis surat yang menghina mantan kekasihnya sebagai bagian dari rencananya untuk membalas dendam. Meursault setuju untuk membantu Raymond tanpa alasan yang jelas.
ACT 2 (Conflict)
Raymond berkelahi dengan saudara laki-laki dari mantan kekasihnya dan teman-temannya di pantai. Raymond terluka dalam perkelahian itu. Meursault, Marie, dan Raymond pergi ke pantai lagi beberapa hari kemudian. Mereka bertemu dengan dua orang Arab, salah satunya adalah saudara laki-laki dari mantan kekasih Raymond.
Ketegangan meningkat antara Raymond dan para pria Arab. Raymond menghunuskan pistolnya, tetapi Meursault berhasil membujuknya untuk menyerahkannya. Untuk menghindari konfrontasi lebih lanjut, mereka pergi.
Meursault, yang merasa terganggu oleh panas dan sinar matahari yang menyengat, kembali ke pantai sendirian beberapa saat kemudian. Ia bertemu lagi dengan orang Arab yang merupakan saudara laki-laki dari mantan kekasih Raymond. Orang Arab itu menghunuskan pisau. Di bawah pengaruh panas matahari dan merasa terancam, Meursault tanpa sadar mengeluarkan pistol Raymond dan menembak orang Arab itu. Setelah menembak sekali, ia menembak lagi empat kali ke tubuh orang Arab yang sudah tergeletak di tanah.
ACT 3 (Climax)
Meursault ditangkap dan dipenjara. Selama masa penahanannya, ia kurang menyesali tindakannya dan lebih banyak merasa jengkel dengan ketidaknyamanan fisik penjara. Pengacara yang ditunjuk untuknya bingung dengan ketidakpedulian Meursault terhadap kematian ibunya dan sikapnya yang aneh. Pengacara menekankan bahwa ketidakpedulian Meursault terhadap ibunya dapat merugikannya di pengadilan.
Selama persidangan, jaksa penuntut berusaha menggambarkan Meursault sebagai monster yang tidak punya hati dan sangat berbahaya bagi masyarakat. Jaksa penuntut menggunakan ketidakpedulian Meursault terhadap kematian ibunya sebagai bukti karakter moralnya yang rusak. Marie memberikan kesaksian tentang hubungan mereka, tetapi jaksa penuntut mendistorsi kesaksiannya untuk menggambarkan Meursault sebagai orang yang amoral.
Raymond juga memberikan kesaksian, tetapi ia gagal untuk menggambarkan Meursault sebagai orang yang bertanggung jawab. Fokus persidangan bergeser dari pembunuhan itu sendiri menjadi karakter dan moralitas Meursault. Pada akhirnya, Meursault dinyatakan bersalah atas pembunuhan dengan pemberatan dan dijatuhi hukuman mati dengan guillotine.
ACT 4 (Resolution)
Setelah dijatuhi hukuman mati, Meursault menolak mengunjungi pendeta dan menolak hiburan agama. Ia marah pada pendeta yang berusaha membuatnya bertobat dan menemukan kenyamanan dalam agama. Meursault akhirnya menyadari absurditas eksistensi manusia dan menerima bahwa hidup tidak memiliki makna atau tujuan yang inheren.
Ia merasa lebih dekat dengan alam dan menerima bahwa semua orang pada akhirnya akan mati. Meursault menyadari bahwa ia telah menjalani hidupnya dengan jujur pada dirinya sendiri, bahkan jika itu berarti tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Ia merasa bahwa ia tidak lebih bersalah daripada orang lain dan bahwa semua orang pada akhirnya akan menghadapi kematian. Meursault berharap bahwa pada hari eksekusinya, akan ada banyak penonton yang mencemoohnya.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.