Frankenstein - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 5 menit membaca

ACT 1 (Setup)

Kisah dimulai dengan Victor Frankenstein, seorang ilmuwan muda yang brilian dan ambisius, terobsesi dengan rahasia kehidupan dan kematian. Ia dibesarkan dalam keluarga kaya dan penyayang di Jenewa, Swiss. Victor menunjukkan ketertarikan besar pada ilmu pengetahuan alam sejak usia dini, membaca buku-buku karya ilmuwan dan filsuf kuno. Ia kemudian melanjutkan studinya di Universitas Ingolstadt, di mana ia terinspirasi oleh profesor Waldman yang meyakinkannya bahwa ilmu pengetahuan mampu melakukan hal-hal luar biasa.

Di Ingolstadt, Victor tenggelam dalam studinya, mengabaikan teman-teman dan keluarganya. Ia menghabiskan waktunya di kamar mayat, mempelajari anatomi manusia dan proses pembusukan. Ia menjadi yakin bahwa ia dapat menemukan cara untuk memberi kehidupan pada benda mati. Victor mengembangkan metode rahasia untuk menghidupkan kembali makhluk hidup, menggunakan pengetahuan yang ia peroleh dari penelitiannya yang mendalam. Ia mengumpulkan bagian-bagian tubuh dari berbagai sumber, termasuk kamar mayat dan tukang jagal, untuk menciptakan makhluk hidup.

ACT 2 (Conflict)

Setelah berbulan-bulan bekerja tanpa henti, Victor akhirnya menyelesaikan ciptaannya. Dalam adegan yang dramatis, ia menyalurkan listrik ke makhluk itu, dan ia pun hidup kembali. Namun, alih-alih bangga dengan pencapaiannya, Victor ngeri dengan penampakan makhluk itu. Makhluk itu sangat jelek, dengan kulit kuning pucat, mata berair, dan bibir hitam lurus. Victor merasa jijik dan menyesal telah menciptakan makhluk itu.

Ketakutan dan jijik membuatnya melarikan diri dari laboratoriumnya, meninggalkan makhluk itu sendirian. Makhluk itu, yang belum memiliki nama, kebingungan dan ketakutan. Ia mengembara ke dunia luar, menghadapi kekerasan dan ketidakramahan dari orang-orang yang ia temui. Penampilannya yang mengerikan membuat orang-orang takut dan jijik. Ia belajar untuk bertahan hidup di alam liar, mencari makanan dan tempat berlindung.

Makhluk itu menemukan sebuah gubuk di hutan yang ditinggali oleh keluarga petani miskin, bernama Delacey. Ia diam-diam mengamati keluarga itu, belajar tentang bahasa, emosi, dan perilaku manusia. Ia merasa simpati pada keluarga itu dan mulai membantu mereka secara diam-diam, membersihkan kebun mereka dan memotong kayu. Makhluk itu berharap suatu hari nanti ia bisa mengungkapkan dirinya kepada keluarga itu dan diterima.

Namun, suatu hari ketika keluarga Delacey diserang, makhluk itu menyelamatkan mereka. Keluarga itu, alih-alih berterima kasih, malah ketakutan dan mengusir makhluk itu. Kebutaan ayah keluarga Delacey memberinya harapan untuk penerimaan, tetapi ketika anggota keluarga lain kembali, mereka menyerangnya dengan tongkat dan batu. Pengalaman ini mengubah makhluk itu menjadi marah dan penuh kebencian. Ia mulai menyalahkan Victor atas penderitaannya dan bersumpah untuk membalas dendam.

Makhluk itu menemukan buku catatan Victor, yang berisi catatan tentang penciptaannya. Ia menyadari bahwa Victor adalah orang yang bertanggung jawab atas keberadaannya dan penampilannya yang mengerikan. Ia kemudian melakukan perjalanan ke Jenewa untuk mencari Victor. Dalam perjalanannya, ia membunuh William, adik laki-laki Victor, sebagai bentuk balas dendam. Ia juga menjebak Justine Moritz, seorang pelayan keluarga Frankenstein, atas pembunuhan tersebut. Justine dieksekusi, meskipun Victor tahu bahwa ia tidak bersalah. Victor diliputi rasa bersalah dan penyesalan atas kematian William dan Justine.

ACT 3 (Climax)

Victor akhirnya bertemu dengan makhluk itu di pegunungan Alpen. Makhluk itu mencela Victor karena telah menciptakan dirinya dan kemudian meninggalkannya. Ia meminta Victor untuk menciptakan pendamping untuknya, seorang perempuan yang sama jeleknya dengan dirinya, sehingga ia tidak akan lagi kesepian. Makhluk itu berjanji bahwa jika Victor memenuhi permintaannya, mereka berdua akan pergi ke Amerika Selatan dan tidak akan pernah lagi mengganggu umat manusia.

Victor awalnya menolak permintaan makhluk itu, merasa bahwa menciptakan makhluk lain seperti itu akan sangat berbahaya. Namun, ia akhirnya setuju, karena ia takut akan lebih banyak lagi pembunuhan jika ia menolak. Victor kemudian melakukan perjalanan ke sebuah pulau terpencil di Skotlandia untuk menciptakan pendamping bagi makhluk itu. Namun, saat ia hampir menyelesaikan ciptaannya, ia dihantui oleh pemikiran tentang apa yang akan terjadi jika kedua makhluk itu berkembang biak dan menciptakan ras monster. Ia menyadari bahwa ia tidak bisa membiarkan hal itu terjadi.

Victor menghancurkan ciptaan barunya, membuat makhluk itu sangat marah. Makhluk itu bersumpah akan membalas dendam terakhir kepada Victor, mengatakan bahwa ia akan berada di sana pada malam pernikahannya. Victor kembali ke Jenewa dan menikahi kekasih masa kecilnya, Elizabeth Lavenza. Pada malam pernikahan mereka, makhluk itu menyusup ke kamar tidur Elizabeth dan membunuhnya. Victor menemukan tubuh Elizabeth dan jatuh ke dalam keputusasaan.

ACT 4 (Resolution)

Ayah Victor meninggal karena kesedihan setelah mendengar tentang kematian Elizabeth. Victor menjadi terobsesi untuk membalas dendam kepada makhluk itu. Ia mengejar makhluk itu ke Kutub Utara, di mana ia bertemu dengan Kapten Walton dan krunya. Victor menceritakan kisahnya kepada Walton, memperingatkannya tentang bahaya ambisi yang tidak terkendali.

Victor meninggal karena kelelahan dan penyakit di atas kapal Walton, sebelum ia dapat menangkap makhluk itu. Beberapa saat setelah kematian Victor, makhluk itu naik ke kapal dan menemukan mayat Victor. Makhluk itu merasa menyesal atas semua yang telah terjadi dan menyadari bahwa ia telah menghancurkan hidup Victor dan dirinya sendiri. Ia menyatakan bahwa ia akan pergi ke Kutub Utara dan bunuh diri dengan membakar dirinya sendiri. Makhluk itu kemudian melompat dari kapal dan menghilang ke dalam kegelapan, mengakhiri cerita.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya