귀시 - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 4 menit membaca

ACT 1 (Setup)

Film dimulai dengan adegan di sebuah sekolah asrama putri yang terpencil. Siswi-siswi tampak menjalani rutinitas sehari-hari dengan tenang, namun aura misteri dan ketegangan sudah terasa sejak awal. Beberapa siswi, termasuk Ji-won, Eun-young, dan Seon-mi, sedang membicarakan rumor tentang hantu seorang siswi yang bunuh diri di sekolah tersebut beberapa tahun lalu. Mereka saling menantang untuk melakukan pemanggilan arwah di malam hari.

Ji-won, yang dikenal sebagai siswi yang pemberani dan sedikit keras kepala, memimpin kelompok tersebut. Eun-young, sahabat Ji-won, tampak sedikit ragu namun tetap ikut. Seon-mi, siswi yang lebih sensitif, terlihat sangat ketakutan namun tidak ingin dianggap penakut oleh teman-temannya. Pemanggilan arwah dilakukan di ruang kelas yang gelap dan sunyi. Mereka menggunakan lilin, kertas, dan pensil untuk berkomunikasi dengan arwah yang mereka panggil.

Awalnya, tidak terjadi apa-apa. Mereka mulai merasa kecewa dan berpikir bahwa rumor tersebut hanya omong kosong belaka. Namun, tiba-tiba, lilin padam sendiri dan suhu ruangan menurun drastis. Pintu kelas tertutup dengan sendirinya, membuat mereka terperangkap di dalam. Pensil mulai bergerak sendiri di atas kertas, menuliskan pesan-pesan aneh yang membuat mereka semakin ketakutan.

ACT 2 (Conflict)

Setelah kejadian pemanggilan arwah, serangkaian kejadian aneh mulai menghantui sekolah asrama. Siswi-siswi mulai melihat penampakan hantu dan mendengar suara-suara misterius di malam hari. Barang-barang mereka hilang dan berpindah tempat secara misterius. Ji-won, Eun-young, dan Seon-mi merasa bersalah atas apa yang telah mereka lakukan dan berusaha mencari tahu kebenaran di balik rumor hantu tersebut.

Mereka mulai menyelidiki sejarah sekolah dan mencari informasi tentang siswi yang bunuh diri. Mereka menemukan catatan-catatan lama dan foto-foto yang mengungkapkan bahwa siswi tersebut bernama Kim In-sook. In-sook adalah seorang siswi yang pendiam dan tertutup yang sering menjadi korban bullying oleh siswi-siswi lain.

Ji-won, Eun-young, dan Seon-mi juga mulai mengalami mimpi buruk yang sama. Dalam mimpi-mimpi tersebut, mereka melihat In-sook disiksa dan dibunuh oleh teman-temannya. Mereka menyadari bahwa In-sook tidak hanya bunuh diri, tetapi juga dibunuh. Arwah In-sook kini kembali untuk membalas dendam kepada siapa pun yang terlibat dalam kematiannya.

Ketegangan di antara Ji-won, Eun-young, dan Seon-mi semakin meningkat. Mereka saling menyalahkan atas kejadian-kejadian aneh yang terjadi. Eun-young, yang semakin ketakutan, ingin menghentikan penyelidikan mereka dan melarikan diri dari sekolah. Namun, Ji-won bersikeras untuk mencari tahu kebenaran dan membantu arwah In-sook menemukan kedamaian.

ACT 3 (Climax)

Ji-won, Eun-young, dan Seon-mi akhirnya menemukan bukti yang menunjukkan bahwa kepala sekolah dan beberapa guru juga terlibat dalam kematian In-sook. Kepala sekolah berusaha menutupi kejadian tersebut dan membungkam siapa pun yang mencoba mengungkap kebenaran.

Arwah In-sook semakin kuat dan mulai menyerang siswi-siswi lain di sekolah. Beberapa siswi menjadi kerasukan dan bertingkah aneh. Kekacauan dan ketakutan melanda seluruh sekolah. Ji-won, Eun-young, dan Seon-mi harus bekerja sama untuk menghentikan arwah In-sook sebelum lebih banyak korban berjatuhan.

Mereka memutuskan untuk melakukan ritual pembersihan di tempat In-sook dibunuh. Mereka menggunakan barang-barang milik In-sook dan membaca mantra-mantra untuk menenangkan arwahnya. Namun, ritual tersebut justru membuat arwah In-sook semakin marah. Ia menyerang Ji-won dan mencoba membunuhnya.

Eun-young, dengan keberanian yang baru ditemukan, berhasil menyelamatkan Ji-won dari serangan arwah In-sook. Ia berbicara kepada arwah In-sook dan memohon maaf atas perbuatan teman-temannya. Ia berjanji akan mengungkap kebenaran dan menghukum siapa pun yang terlibat dalam kematiannya.

ACT 4 (Resolution)

Setelah mendengar permohonan maaf Eun-young, arwah In-sook mulai mereda. Ia menunjukkan kepada Ji-won, Eun-young, dan Seon-mi lokasi tempat ia disembunyikan sebelum meninggal. Mereka menemukan surat wasiat In-sook yang mengungkapkan seluruh kebenaran tentang kematiannya.

Ji-won, Eun-young, dan Seon-mi membawa surat wasiat tersebut kepada pihak berwajib. Kepala sekolah dan guru-guru yang terlibat dalam kematian In-sook ditangkap dan diadili. Kebenaran tentang kematian In-sook akhirnya terungkap ke publik.

Dengan terungkapnya kebenaran, arwah In-sook akhirnya menemukan kedamaian. Ia menghilang dari sekolah dan tidak lagi menghantui siswi-siswi lain. Ji-won, Eun-young, dan Seon-mi berhasil mengatasi trauma mereka dan melanjutkan hidup mereka. Mereka belajar tentang pentingnya persahabatan, keberanian, dan keadilan. Sekolah asrama tersebut direnovasi dan dibuka kembali dengan nama baru. Rumor tentang hantu In-sook perlahan-lahan menghilang, namun kisah tentang keadilan dan pengampunan tetap hidup dalam ingatan orang-orang.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya