그 시절, 우리가 좋아했던 소녀 - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 4 menit membaca

Kisah dimulai pada tahun 1994, di Taiwan, dengan sekelompok sahabat laki-laki: Ko Ching-teng, yang cerdas namun bandel; A-Ho, si gemuk yang lucu; Tsao Kuo-sheng, si mesum; Liao Ying-hung, si atletis; dan Hsieh Ming-he, si serius dan pendiam. Mereka semua menyukai Shen Chia-yi, gadis tercantik dan terpintar di kelas mereka.

ACT 1 (Setup)

Ko Ching-teng digambarkan sebagai pemuda yang suka menggambar manga dan mengerjakan PR seenaknya. Suatu hari, Shen Chia-yi lupa membawa buku pelajarannya. Guru menghukum Ko Ching-teng untuk duduk di depannya dan membantu Shen Chia-yi belajar. Awalnya, Ko Ching-teng keberatan, tetapi setelah melihat wajah Shen Chia-yi yang memohon, ia setuju. Sejak saat itu, Ko Ching-teng mulai belajar lebih giat dan berusaha meningkatkan nilainya agar bisa bersaing dengan Shen Chia-yi. Dia perlahan-lahan mulai menyukainya.

Shen Chia-yi, di sisi lain, mulai menghargai usaha Ko Ching-teng untuk menjadi lebih baik. Dia menyemangati Ko Ching-teng untuk terus belajar dan memperingatkannya jika ia melakukan kesalahan. Hubungan mereka perlahan berkembang menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar teman sekelas.

Suatu hari, dalam sebuah ujian matematika, Shen Chia-yi kesulitan mengerjakan soal. Ko Ching-teng, yang biasanya tidak pernah peduli dengan ujian, membantunya dengan memberikan contekan. Akibatnya, mereka berdua dihukum untuk berdiri di depan kelas. Meskipun malu, Shen Chia-yi merasa tersentuh oleh pengorbanan Ko Ching-teng.

ACT 2 (Conflict)

Untuk menunjukkan rasa terima kasihnya, Shen Chia-yi membuatkan tempat duduk khusus untuk Ko Ching-teng di dekat jendela, agar ia bisa lebih fokus belajar. Dia juga memberinya sebuah pena keberuntungan. Ko Ching-teng semakin jatuh cinta pada Shen Chia-yi.

Namun, persahabatan mereka diuji ketika terjadi insiden di sekolah. Saat itu diadakan lomba adu argumentasi dan karena satu hal, Shen Chia-yi merasa bahwa Ko Ching-teng menggunakan kekerasan dan bersikap kekanak-kanakan. Mereka bertengkar hebat, dengan Shen Chia-yi yang merasa kecewa dengan sikap Ko Ching-teng yang terlalu membanggakan diri.

Setelah pertengkaran itu, hubungan mereka menjadi dingin. Ko Ching-teng merasa bersalah dan berusaha meminta maaf, tetapi Shen Chia-yi tidak mau mendengarkannya. Di sisi lain, teman-teman Ko Ching-teng, terutama A-Ho, berusaha mendekati Shen Chia-yi untuk membantunya dan Ko Ching-teng berbaikan.

Ko Ching-teng memutuskan untuk membuktikan dirinya kepada Shen Chia-yi. Dia mempersiapkan diri secara intensif untuk kompetisi seni bela diri. Dia ingin menunjukkan bahwa dia bisa menjadi seseorang yang bisa diandalkan dan dihormati. Shen Chia-yi awalnya menolak untuk menonton pertandingannya, tetapi akhirnya ia datang dan menyaksikan Ko Ching-teng bertanding.

Setelah pertandingan, Ko Ching-teng terluka parah. Shen Chia-yi sangat khawatir dan merawatnya dengan penuh perhatian. Namun, setelah Ko Ching-teng memarahinya karena khawatir dan merasa dia tidak harus khawatir pada hal-hal bodoh seperti itu, mereka bertengkar lagi. Shen Chia-yi marah karena Ko Ching-teng tidak menghargai perhatiannya dan mereka berpisah jalan.

ACT 3 (Climax)

Beberapa tahun kemudian, Ko Ching-teng dan teman-temannya menghadiri upacara pernikahan Shen Chia-yi. Mereka semua terkejut melihat Shen Chia-yi menikah dengan pria lain. Ko Ching-teng merasakan patah hati yang mendalam. Dia menyadari bahwa dia telah kehilangan kesempatan untuk bersama dengan wanita yang dicintainya.

Di pesta pernikahan, Ko Ching-teng meminta izin kepada suami Shen Chia-yi untuk mencium pengantin wanita. Suami Shen Chia-yi setuju, tetapi dengan syarat, semua teman-teman Ko Ching-teng juga harus mencium pengantin wanita. Adegan ini menjadi momen yang mengharukan dan lucu, saat semua sahabat berusaha mencium Shen Chia-yi sebagai bentuk perpisahan.

ACT 4 (Resolution)

Setelah pernikahan, Ko Ching-teng merenungkan masa lalunya dan hubungannya dengan Shen Chia-yi. Ia menyadari bahwa meskipun mereka tidak bersama, cinta pertamanya telah membentuk dirinya menjadi orang yang lebih baik.

Film berakhir dengan Ko Ching-teng menulis sebuah cerita tentang Shen Chia-yi dan masa muda mereka. Ia menyadari bahwa kenangan tentang cinta pertamanya akan selalu menjadi bagian dari dirinya. Meskipun mereka tidak ditakdirkan untuk bersama, ia bersyukur atas pengalaman yang telah mereka lalui bersama. Dia kemudian menikahi wanita lain, seseorang yang dia yakini akan bersamanya dan dia cintai. Dalam adegan pernikahan Ko Ching-teng, dia dengan antusias mencium pengantin wanitanya, meniru permintaan yang dulu dia ajukan kepada suami Shen Chia-yi. Kilas balik kemudian menunjukkan Shen Chia-yi yang tidak bisa mencium Ko Ching-teng karena dia merasa itu harus terjadi setelah pernikahan mereka.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya