Tropical SOV - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 4 menit membaca

Tropical SOV

ACT 1 (Setup)

Film dibuka dengan pemandangan pulau tropis yang indah, Mentawai. Kita diperkenalkan pada Surya, seorang pemuda lokal yang bekerja sebagai pemandu wisata surfing. Ia cakap, ramah, dan memiliki pengetahuan mendalam tentang ombak di sekitar pulau. Surya bermimpi untuk membuka sekolah surfing sendiri, tetapi terhambat oleh keterbatasan modal.

Di sisi lain, kita diperkenalkan pada Isabella, seorang fotografer perjalanan asal Jakarta yang sedang mencari pelarian dari kehidupan kota yang penat. Ia datang ke Mentawai untuk mengambil gambar keindahan alam dan kehidupan lokal, dengan harapan foto-fotonya akan membuka jalan menuju pameran seni yang prestisius. Isabella memiliki kamera yang canggih dan semangat yang besar untuk mengabadikan momen-momen unik.

Pertemuan pertama Surya dan Isabella terjadi di pantai saat Isabella sedang kesulitan memasang papan selancarnya. Surya dengan sigap membantunya, dan mereka mulai berbincang. Surya menawarkan diri untuk menjadi pemandu surfing pribadinya, sementara Isabella tertarik dengan wawasan Surya tentang kehidupan di pulau dan potensi fotografinya.

Selama beberapa hari berikutnya, Surya membawa Isabella ke berbagai spot surfing terbaik di Mentawai. Isabella terpesona dengan keindahan ombak dan keahlian Surya dalam menaklukkannya. Ia mengambil banyak foto, tidak hanya tentang surfing, tetapi juga tentang kehidupan sehari-hari masyarakat Mentawai, pasar tradisional, anak-anak bermain di pantai, dan upacara adat.

Isabella mulai tertarik dengan Surya, tidak hanya sebagai pemandu, tetapi juga sebagai pribadi. Ia melihat ketulusan dan semangat Surya untuk memajukan komunitasnya. Sementara itu, Surya juga mulai merasakan hal yang sama terhadap Isabella. Ia terpesona dengan kecerdasan, kreativitas, dan semangat Isabella untuk menjelajahi dunia.

Suatu malam, saat duduk di tepi pantai, mereka berbagi cerita tentang mimpi masing-masing. Surya menceritakan tentang mimpinya membuka sekolah surfing, sementara Isabella menceritakan tentang mimpinya menggelar pameran seni. Mereka saling mendukung dan berjanji untuk membantu mewujudkan mimpi masing-masing.

ACT 2 (Conflict)

Konflik muncul ketika Anton, seorang pengusaha properti yang serakah, tiba di Mentawai. Anton memiliki rencana untuk membangun resort mewah di salah satu pantai yang masih alami, tanpa mempedulikan dampak lingkungan dan sosial bagi masyarakat lokal. Ia berusaha membujuk para pemilik tanah untuk menjual tanah mereka dengan harga murah.

Surya mengetahui rencana Anton dan merasa marah. Ia tahu bahwa pembangunan resort akan merusak keindahan alam Mentawai dan menggusur para nelayan serta petani. Ia berusaha untuk mengumpulkan dukungan dari masyarakat lokal untuk menolak tawaran Anton.

Isabella, yang juga prihatin dengan rencana Anton, menawarkan diri untuk membantu Surya. Ia menggunakan keahlian fotografinya untuk mendokumentasikan keindahan alam Mentawai dan kehidupan masyarakat lokal, dengan harapan foto-fotonya akan menarik perhatian publik dan menekan Anton.

Anton tidak tinggal diam. Ia menggunakan berbagai cara untuk menekan Surya dan masyarakat lokal, mulai dari menyuap para pejabat desa hingga mengancam para pemilik tanah. Ia bahkan menyebarkan desas-desus tentang Surya dan Isabella, mencoba merusak reputasi mereka di mata masyarakat.

Hubungan Surya dan Isabella diuji oleh tekanan dari Anton. Mereka harus menghadapi berbagai rintangan dan tantangan, termasuk perbedaan pendapat dan kesalahpahaman. Namun, mereka tetap bersatu dan saling mendukung dalam perjuangan melawan Anton.

Puncak konflik terjadi saat Anton mulai mengerahkan alat berat untuk memulai pembangunan resort tanpa izin. Surya dan masyarakat lokal berusaha untuk menghalangi pembangunan, tetapi dihadang oleh para preman bayaran Anton. Terjadi bentrokan fisik yang mengakibatkan beberapa orang terluka. Isabella berhasil merekam kejadian tersebut dengan kameranya.

ACT 3 (Climax)

Isabella dengan cepat mengirimkan foto dan video bentrokan tersebut ke berbagai media massa di Jakarta. Berita tentang pembangunan resort ilegal di Mentawai dan perlawanan masyarakat lokal dengan cepat menyebar luas. Publik mengecam tindakan Anton dan mendukung perjuangan Surya dan masyarakat Mentawai.

Pemerintah pusat turun tangan dan mengirimkan tim investigasi ke Mentawai. Anton diperiksa dan terbukti bersalah melakukan pelanggaran hukum. Izin pembangunan resortnya dicabut, dan ia dihadapkan pada tuntutan pidana.

Anton berusaha melarikan diri dari Mentawai, tetapi berhasil dicegat oleh Surya dan masyarakat lokal. Anton meminta maaf atas perbuatannya dan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

ACT 4 (Resolution)

Kemenangan atas Anton menjadi momen penting bagi masyarakat Mentawai. Mereka berhasil mempertahankan keindahan alam dan hak-hak mereka. Surya dan Isabella dielu-elukan sebagai pahlawan.

Foto-foto Isabella tentang Mentawai dipamerkan di galeri seni di Jakarta. Pameran tersebut sukses besar dan menarik perhatian banyak orang. Isabella berhasil mewujudkan mimpinya. Ia menggunakan sebagian dari hasil penjualan fotonya untuk membantu Surya mewujudkan mimpinya membuka sekolah surfing.

Surya berhasil membuka sekolah surfing sederhana di tepi pantai. Ia mengajarkan anak-anak lokal dan para wisatawan tentang surfing dan pentingnya menjaga kelestarian alam. Sekolah surfing Surya menjadi simbol harapan dan kemajuan bagi masyarakat Mentawai.

Film berakhir dengan adegan Surya dan Isabella berdiri di tepi pantai, menyaksikan matahari terbenam. Mereka tersenyum bahagia, menyadari bahwa mereka telah menemukan cinta dan tujuan hidup di Mentawai. Mereka berjanji untuk terus menjaga keindahan pulau dan membantu masyarakat lokal meraih mimpi-mimpi mereka. Mereka berciuman diiringi deburan ombak yang tenang.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya