Train Dreams - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 4 menit membaca

Train Dreams

ACT 1 (Setup)

David Copperfield, seorang pekerja kayu di Idaho pada tahun 1920-an, menjalani kehidupan sederhana dan keras. Ia bekerja menebang pohon untuk perusahaan kayu. Kehidupan rumah tangganya bahagia bersama istrinya, Gladys, dan putri kecil mereka. Adegan awal menggambarkan pekerjaan berat David di hutan, keahliannya menebang pohon, dan hubungannya yang baik dengan rekan kerjanya. Rumah mereka sederhana, terletak di pinggiran hutan. Suatu hari, David dan rekan-rekannya ditugaskan untuk meledakkan gua batu untuk membuka jalur kereta api baru.

Saat mereka bekerja, David menemukan sepasang mata bercahaya di kegelapan gua. Ia melihat seekor serigala betina yang sedang mengintai, dan kejadian ini membuatnya gelisah. Pekerjaan di gua menjadi semakin berbahaya dan menantang. Setelah ledakan, gua tersebut runtuh sebagian.

Gladys hamil anak kedua. David sangat bersemangat. Namun, suatu hari, saat ia sedang bekerja di hutan, kebakaran hutan besar terjadi. Ia bergegas pulang untuk menyelamatkan Gladys dan putrinya, namun rumah mereka sudah terbakar habis. Gladys dan putrinya hilang. David hancur.

ACT 2 (Conflict)

David mencari Gladys dan putrinya selama berhari-hari, namun tidak menemukannya. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada mereka. Beberapa orang mengatakan bahwa mereka melarikan diri, sementara yang lain percaya mereka tewas dalam kebakaran. David menolak untuk menyerah. Ia terus mencari, berharap menemukan mereka hidup-hidup.

Ia melanjutkan pekerjaannya sebagai penebang kayu, namun ia tidak lagi sama. Ia menjadi pendiam dan penyendiri. Ia dihantui oleh ingatan tentang Gladys dan putrinya.

David menjalin persahabatan dengan seorang pekerja Tionghoa bernama Chang. Chang bekerja sebagai juru masak di kamp penebangan kayu. Mereka berbagi kesepian dan saling mendukung. Chang memberi David pengertian tentang budaya dan filosofi Tiongkok, membantu David menemukan kedamaian batin.

Setelah beberapa tahun, David mendengar desas-desus tentang seorang wanita dan anak perempuan yang tinggal di kota terdekat yang mungkin adalah Gladys dan putrinya. David melakukan perjalanan ke kota tersebut untuk mencari mereka.

ACT 3 (Climax)

Di kota itu, David mencari di setiap sudut, bertanya kepada setiap orang, namun tidak menemukan petunjuk apa pun. Harapannya mulai memudar. Akhirnya, ia menemukan seorang wanita yang mirip Gladys, tetapi wanita itu menyangkal bahwa ia adalah Gladys. Ia memiliki keluarga baru dan tidak mengenali David.

David patah hati. Ia menyadari bahwa ia mungkin tidak akan pernah melihat Gladys dan putrinya lagi. Ia kembali ke hutan, lebih sendirian dari sebelumnya.

Kehidupan di kamp penebangan kayu menjadi semakin sulit. Perusahaan kayu mulai mengurangi jumlah pekerja dan mengganti tenaga manusia dengan mesin. David merasa bahwa waktunya sebagai penebang kayu akan segera berakhir.

Suatu malam, David mendengar suara tangisan di hutan. Ia mengikuti suara itu dan menemukan seorang anak laki-laki kecil yang hilang. Anak laki-laki itu ketakutan dan kedinginan. David membawa anak laki-laki itu kembali ke kamp dan merawatnya.

ACT 4 (Resolution)

David merawat anak laki-laki itu sampai orang tuanya ditemukan. Kejadian ini membangkitkan kembali sedikit kehangatan dalam hatinya. Ia menyadari bahwa ia masih memiliki kemampuan untuk mencintai dan merawat orang lain.

David terus bekerja di hutan, meskipun ia tahu bahwa waktunya terbatas. Ia menyaksikan perubahan besar dalam industri kayu dan cara hidup di Idaho. Ia melihat kereta api datang, mengubah lanskap dan membawa kemajuan.

Di akhir hidupnya, David menjadi seorang lelaki tua yang tinggal sendirian di gubuknya di hutan. Ia hidup dari ingatan tentang masa lalunya. Ia sering melihat kereta api lewat, dan ia teringat tentang hari-hari ketika ia bekerja membangun jalur kereta api. Ia teringat tentang Gladys dan putrinya, dan ia berharap bahwa mereka bahagia di mana pun mereka berada.

Suatu malam, saat ia sedang tidur, David bermimpi tentang Gladys dan putrinya. Mereka tersenyum padanya, dan ia merasa damai. Ia meninggal dalam tidurnya, dikelilingi oleh kenangan tentang kehidupan yang penuh cinta dan kehilangan. Rohnya menyatu dengan hutan yang telah menjadi rumahnya selama bertahun-tahun. Mimpi kereta apinya menjadi kenyataan abadi dalam keheningan hutan belantara.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya