Tow - Cerita Lengkap
ACT 1 (Setup)
Sean dan Jamie, pasangan suami istri yang berjuang mengatasi masalah keuangan mereka, membeli sebuah rumah terpencil di pinggiran kota dengan harga murah. Mereka bersemangat memulai hidup baru, jauh dari hiruk pikuk kota dan hutang yang menumpuk. Rumah itu memang tampak sedikit terbengkalai, namun mereka melihat potensi besar untuk merenovasinya dan menjadikannya tempat yang nyaman. Musim dingin tiba dengan cepat, dan salju mulai turun dengan lebat. Sean bekerja keras untuk membersihkan jalan masuk mereka menggunakan traktor tuanya, namun salju terus turun tanpa henti, membuat pekerjaannya sia-sia. Jamie, yang sedang hamil, merasa semakin terisolasi dan cemas. Ia mulai melihat hal-hal aneh di sekitar rumah, bayangan-bayangan yang bergerak di sudut mata, dan suara-suara bisikan yang samar. Sean mencoba menenangkan Jamie, meyakinkan bahwa itu hanya efek kelelahan dan stress. Namun, Jamie tidak bisa mengabaikan perasaan aneh yang terus menghantuinya. Suatu malam, saat Sean sedang bekerja di luar, Jamie mendengar suara ketukan di pintu depan. Ia membuka pintu dan tidak menemukan siapa pun di sana, hanya jejak kaki di salju yang mengarah ke hutan di sekitar rumah.
ACT 2 (Conflict)
Intensitas badai salju semakin meningkat, membuat mereka benar-benar terisolasi dari dunia luar. Persediaan makanan mereka mulai menipis, dan traktor Sean rusak karena bekerja terlalu keras. Ketegangan antara Sean dan Jamie meningkat seiring dengan perasaan terisolasi dan kejadian aneh yang semakin sering terjadi. Jamie menemukan sebuah kotak tua di loteng yang berisi foto-foto keluarga yang tinggal di rumah itu sebelumnya. Foto-foto itu menunjukkan keluarga yang bahagia, namun ada sesuatu yang aneh dengan ekspresi wajah mereka. Jamie mencoba mencari tahu lebih banyak tentang sejarah rumah itu, namun Sean tidak tertarik dan menganggapnya hanya membuang-buang waktu. Suatu malam, Jamie bermimpi buruk tentang seorang wanita yang terperangkap di dalam salju. Wanita itu mencoba memanggil Jamie untuk meminta tolong. Jamie terbangun dengan ketakutan dan merasa ada sesuatu yang salah dengan bayi yang dikandungnya. Ia memaksa Sean untuk pergi ke kota untuk mencari bantuan, meskipun badai salju sangat berbahaya. Sean akhirnya setuju dan berangkat dengan berjalan kaki, meninggalkan Jamie sendirian di rumah. Saat Sean pergi, kejadian aneh di rumah semakin menjadi-jadi. Lampu mati dan hidup sendiri, pintu dan jendela terbuka dan tertutup dengan sendirinya, dan suara-suara bisikan semakin jelas terdengar. Jamie menyadari bahwa ia tidak sendirian di rumah itu.
ACT 3 (Climax)
Jamie mencoba melarikan diri dari rumah, namun ia terjebak di dalam badai salju. Ia melihat bayangan-bayangan yang bergerak di sekitarnya dan merasa ada sesuatu yang mengejarnya. Ia kembali ke rumah dan mengunci semua pintu dan jendela. Namun, entitas yang menghantuinya semakin kuat dan mulai menyerang Jamie secara fisik. Jamie menemukan bahwa entitas itu terikat dengan salju dan terhubung dengan sejarah rumah itu. Ternyata, keluarga yang tinggal di rumah itu sebelumnya tewas karena kelaparan dan kedinginan selama badai salju yang dahsyat. Wanita yang ada di foto-foto itu adalah ibu dari keluarga tersebut, dan ia mencoba melindungi keluarganya dari entitas jahat yang menghantui rumah itu. Entitas itu ingin mengambil bayi Jamie dan menghancurkan garis keturunannya. Jamie berjuang untuk melindungi dirinya dan bayinya dari entitas itu. Ia menggunakan semua yang ia miliki untuk melawan, termasuk api dan air suci. Sean akhirnya kembali ke rumah, setelah berhasil memperbaiki traktornya. Ia menemukan Jamie dalam keadaan terluka dan ketakutan. Ia awalnya tidak percaya dengan apa yang Jamie katakan, namun ia segera menyadari bahwa ada sesuatu yang jahat di rumah itu. Sean dan Jamie bekerja sama untuk melawan entitas itu. Mereka menggunakan traktor Sean untuk menghancurkan salju yang mengelilingi rumah, memutuskan hubungan entitas itu dengan sumber kekuatannya.
ACT 4 (Resolution)
Setelah pertempuran yang panjang dan melelahkan, Sean dan Jamie berhasil mengalahkan entitas itu. Badai salju mereda, dan matahari mulai bersinar. Sean dan Jamie meninggalkan rumah itu dan tidak pernah kembali lagi. Mereka menyadari bahwa beberapa tempat lebih baik ditinggalkan daripada diperbaiki. Jamie melahirkan bayi yang sehat. Mereka memulai hidup baru di tempat lain, belajar dari pengalaman mereka dan menghargai satu sama lain lebih dari sebelumnya. Mereka tidak pernah melupakan kengerian yang mereka alami di rumah itu, namun mereka tidak membiarkannya menghancurkan hidup mereka. Mereka tahu bahwa mereka telah menghadapi sesuatu yang jahat dan berhasil selamat, dan itu membuat mereka lebih kuat dari sebelumnya. Mereka belajar bahwa cinta dan keluarga adalah hal yang paling penting dalam hidup, dan mereka berjanji untuk selalu saling menjaga, tidak peduli apa yang terjadi.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.