Tornando a Est - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 4 menit membaca

Tornando a Est mengisahkan perjalanan tiga pemuda Brasil: Rodrigo, Edu, dan Barão. Mereka adalah teman baik yang tinggal di Rio de Janeiro, terobsesi dengan musik heavy metal dan selalu bermimpi untuk pergi ke Metal Open Air, festival heavy metal terbesar di Eropa yang diadakan di Jerman.

ACT 1 (Setup)

Film dibuka dengan adegan kehidupan sehari-hari Rodrigo, seorang pemuda kutu buku yang bekerja di toko buku bekas. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya membaca dan mendengarkan musik metal. Sementara itu, Edu, seorang pemuda yang lebih santai dan optimis, bekerja sebagai penjual di toko musik. Dia adalah sumber optimisme bagi grup dan selalu berusaha untuk mewujudkan impian mereka. Barão, yang paling dewasa dan bertanggung jawab di antara ketiganya, bekerja di bengkel mobil. Dia berusaha menabung untuk perjalanan mereka meskipun seringkali terhambat oleh masalah keuangan dan tuntutan keluarganya.

Ketiganya berkumpul di apartemen Rodrigo, tempat mereka mendengarkan musik, bermain video game, dan membicarakan impian mereka untuk pergi ke Metal Open Air. Mereka telah lama merencanakan perjalanan ini, tetapi selalu gagal mengumpulkan cukup uang. Suatu hari, Edu datang dengan ide untuk membuat video musik parodi dari lagu-lagu metal populer dan mengunggahnya ke internet. Mereka berharap video tersebut akan menjadi viral dan menghasilkan cukup uang untuk perjalanan mereka.

Mereka memulai proyek video mereka dengan semangat tinggi. Mereka merekam video dengan peralatan sederhana dan mengeditnya sendiri. Video mereka, yang menampilkan humor konyol dan referensi metal yang cerdas, dengan cepat menjadi populer di internet. Dalam waktu singkat, mereka mendapatkan ribuan tampilan dan pengikut.

Keberhasilan video mereka membawa harapan baru. Mereka mulai mengumpulkan uang dari iklan dan donasi dari penggemar. Namun, uang yang mereka kumpulkan masih jauh dari cukup untuk menutupi biaya perjalanan ke Jerman.

ACT 2 (Conflict)

Ketika mereka hampir menyerah, mereka menerima email dari seorang produser film Jerman yang tertarik untuk menggunakan salah satu video mereka sebagai bagian dari dokumenter tentang budaya metal di Brasil. Produser itu menawarkan mereka sejumlah uang yang cukup besar untuk hak penggunaan video tersebut.

Ketiganya sangat gembira dengan tawaran itu. Mereka segera setuju untuk bertemu dengan produser tersebut di Rio de Janeiro. Pertemuan itu berjalan lancar, dan mereka menandatangani kontrak. Dengan uang dari produser, mereka akhirnya memiliki cukup uang untuk membeli tiket pesawat dan akomodasi di Jerman.

Namun, kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Beberapa hari sebelum keberangkatan mereka, Barão mengalami masalah keuangan yang mendesak. Bengkel tempat dia bekerja mengalami kesulitan, dan dia harus membantu keluarganya secara finansial. Dia terpaksa menggunakan uang yang dia tabung untuk perjalanan mereka untuk mengatasi masalah keluarganya.

Edu dan Rodrigo sangat kecewa dengan keputusan Barão. Mereka merasa dikhianati dan marah karena impian mereka tampaknya sekali lagi hancur. Mereka bertengkar dengan Barão, dan persahabatan mereka menjadi tegang.

Meskipun demikian, Edu dan Rodrigo memutuskan untuk tetap pergi ke Jerman. Mereka menjual barang-barang mereka yang berharga untuk mengumpulkan cukup uang untuk perjalanan. Mereka berangkat ke Jerman dengan perasaan campur aduk: senang karena akhirnya mewujudkan impian mereka, tetapi sedih karena Barão tidak bisa ikut serta.

ACT 3 (Climax)

Setibanya di Jerman, Edu dan Rodrigo langsung menuju ke Wacken, tempat Metal Open Air diadakan. Mereka terpesona oleh suasana festival, musik keras, dan lautan penggemar metal. Mereka menikmati setiap momen dari pengalaman tersebut, menonton band-band favorit mereka dan bertemu dengan orang-orang baru.

Namun, di tengah kegembiraan festival, mereka masih merasakan kehilangan Barão. Mereka menyadari bahwa pengalaman itu tidak lengkap tanpa sahabat mereka. Mereka mulai merindukan Barão dan menyesali pertengkaran mereka.

Di malam terakhir festival, Edu dan Rodrigo memutuskan untuk menghubungi Barão. Mereka meneleponnya dan meminta maaf atas kemarahan mereka. Barão memaafkan mereka, dan mereka semua berdamai.

Barão memberi tahu mereka bahwa dia telah menemukan cara untuk bergabung dengan mereka di Jerman. Dia telah meminjam uang dari temannya dan membeli tiket pesawat. Dia akan tiba di Jerman keesokan harinya.

Edu dan Rodrigo sangat senang mendengar kabar itu. Mereka tidak sabar untuk bertemu dengan Barão dan merayakan keberhasilan mereka bersama.

ACT 4 (Resolution)

Keesokan harinya, Barão tiba di Wacken. Edu dan Rodrigo menyambutnya dengan pelukan hangat. Ketiganya akhirnya bersatu kembali dan merayakan impian mereka yang menjadi kenyataan.

Mereka menghabiskan sisa festival bersama, menikmati musik, tertawa, dan berbagi pengalaman. Mereka menyadari bahwa persahabatan mereka lebih penting daripada impian apa pun.

Film berakhir dengan ketiganya kembali ke Rio de Janeiro, lebih dekat dari sebelumnya. Mereka telah belajar bahwa impian dapat menjadi kenyataan jika mereka bekerja sama dan saling mendukung. Mereka juga belajar bahwa persahabatan sejati adalah harta yang tak ternilai harganya. Mereka berjanji untuk selalu menjaga persahabatan mereka dan terus mengejar impian mereka bersama-sama.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya