To Live and Die and Live - Cerita Lengkap
ACT 1 (Setup)
Maryam, seorang imigran Afrika yang tinggal di New York City, berjuang untuk menyambung hidup sebagai perawat di sebuah rumah sakit yang kekurangan staf. Dia baru saja kehilangan putranya, Ali, karena kekerasan jalanan, dan berduka cita mendalam. Ia terus-menerus melihat bayangan Ali di sekitarnya, mengingat kenangan manis bersamanya. Maryam menghadiri kelompok dukungan untuk para ibu yang kehilangan anak mereka, tetapi merasa sulit untuk terhubung dengan yang lain. Ia diliputi rasa bersalah karena merasa tidak cukup melindungi Ali. Sementara itu, ia terus bekerja keras di rumah sakit, merawat pasien dengan dedikasi meskipun hatinya hancur. Di rumah sakit, ia menghadapi tantangan sistemik, termasuk kurangnya sumber daya dan tekanan dari atasan untuk bekerja lembur. Maryam merasa lelah secara fisik dan emosional, terjebak dalam siklus kesedihan dan perjuangan.
ACT 2 (Conflict)
Maryam bertemu dengan seorang detektif bernama Malik yang sedang menyelidiki kematian Ali. Malik menunjukkan simpati, tetapi juga mengungkapkan bahwa Ali terlibat dalam kegiatan kriminal. Maryam terpukul oleh wahyu ini, merasa dikhianati dan bingung. Ia mempertanyakan semua yang ia yakini tentang putranya. Malik memberinya pilihan: bekerja sama dengan polisi untuk menangkap orang-orang yang bertanggung jawab atas kematian Ali, atau tetap diam dan membiarkan keadilan tidak ditegakkan. Maryam ragu-ragu, takut akan konsekuensinya, tetapi juga didorong oleh keinginan untuk membalas dendam dan menutup luka. Ia memutuskan untuk bekerja sama dengan Malik, memasuki dunia kejahatan yang berbahaya dan asing. Maryam mulai mengumpulkan informasi tentang geng yang terkait dengan kematian Ali, sambil menyembunyikan keterlibatannya dari teman dan kolega. Ia menghadapi dilema moral yang sulit, harus berbohong dan menipu untuk mendapatkan kepercayaan para penjahat. Sementara itu, ia terus melihat hantu Ali, yang memprovokasi dirinya dengan pertanyaan-pertanyaan menyakitkan tentang kegagalannya sebagai ibu. Ia mulai kecanduan obat pereda nyeri untuk mengatasi kesedihan dan stres.
ACT 3 (Climax)
Maryam berhasil mendapatkan kepercayaan pemimpin geng bernama Ese. Ese mengungkapkan kepadanya bahwa Ali berhutang sejumlah besar uang kepada mereka dan dibunuh karena tidak mampu membayar. Maryam, yang menyamar, memberikan informasi ini kepada Malik, yang merencanakan penggerebekan. Namun, Ese mencurigai Maryam dan mengungkap penyamarannya. Maryam ditangkap oleh geng tersebut dan dihadapkan pada Ese. Ese marah dan merasa dikhianati, mengancam akan menyakiti Maryam. Maryam berdebat dengan Ese, mencoba untuk beresonansi dengannya dengan mengingatkan Ese pada kehilangan dan rasa sakit. Maryam menyadari bahwa Ese juga adalah seorang ibu yang kehilangan anaknya karena kekerasan. Maryam berhasil menyentuh hati Ese, membuatnya mempertimbangkan kembali tindakannya. Tiba-tiba, polisi menyerbu tempat persembunyian geng tersebut. Terjadi baku tembak sengit. Maryam terjebak di tengah-tengah kekacauan. Malik berusaha melindungi Maryam, tetapi ia terluka dalam baku tembak tersebut.
ACT 4 (Resolution)
Ese, meskipun terluka, membantu Maryam melarikan diri. Ese menyerahkan diri kepada polisi, mengakui kejahatannya. Malik selamat dari luka-lukanya. Maryam mengunjungi Ali di pemakaman dan akhirnya menemukan kedamaian. Ia menerima bahwa Ali tidak sempurna, tetapi tetap mencintainya. Ia melepaskan rasa bersalah dan kemarahan yang menghantuinya. Maryam memutuskan untuk menggunakan pengalamannya untuk membantu ibu-ibu lain yang kehilangan anak-anak mereka. Ia memulai kelompok dukungan baru, memberikan ruang yang aman bagi mereka untuk berbagi kesedihan dan menemukan kekuatan bersama. Maryam kembali bekerja di rumah sakit, dengan semangat baru dan pemahaman yang lebih dalam tentang penderitaan manusia. Ia berhenti mengkonsumsi obat pereda nyeri dan berfokus pada penyembuhan diri secara emosional dan fisik. Maryam menemukan tujuan baru dalam hidup: untuk menghormati ingatan Ali dengan membantu orang lain dan berjuang untuk keadilan. Film berakhir dengan Maryam memandang ke arah langit, melihat bayangan Ali tersenyum kepadanya. Ia merasa bahwa Ali akhirnya beristirahat dengan tenang.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.