Thunderbirds 60th Anniversary Double Bill - Trapped in the Sky / Terror in New York City - Cerita Lengkap
Thunderbirds 60th Anniversary Double Bill - Trapped in the Sky / Terror in New York City
ACT 1 (Setup)
Film dimulai dengan menampilkan International Rescue, sebuah organisasi rahasia yang didedikasikan untuk menyelamatkan nyawa. Kita diperkenalkan dengan keluarga Tracy: Jeff Tracy, seorang duda dan mantan astronot yang mendirikan organisasi tersebut, serta kelima putranya: Scott, John, Virgil, Gordon, dan Alan. Masing-masing mengemudikan mesin penyelamat yang canggih yang dikenal sebagai Thunderbirds.
"Trapped in the Sky" berfokus pada Thunderbird 1 (Scott Tracy) yang sedang menyelidiki kecelakaan misterius pesawat jet baru bernama "Fireflash". Fireflash adalah pesawat penumpang supersonik yang ditenagai oleh energi atom dan dirancang untuk membawa ratusan penumpang. Scott menyadari ada sabotase, tetapi terlambat.
Sementara itu, di London Airport, Fireflash bersiap untuk penerbangan perdananya ke Tokyo. Lady Penelope Creighton-Ward, seorang agen rahasia Inggris yang bekerja untuk International Rescue, dan pelayannya, Aloysius "Nosey" Parker, berada di antara penumpang. Mereka menyelidiki rumor sabotase.
Saat Fireflash terbang di atas Samudra Atlantik, sebuah bom waktu aktif. Bomb itu menempel di penahan pendaratan tengah pesawat. Jika roda pendaratan diturunkan, bom itu akan meledak. Kapten pesawat, Kapten Hanson, dan kopilotnya panik dan mengirimkan panggilan darurat.
ACT 2 (Conflict)
International Rescue menerima panggilan darurat dan Jeff Tracy mengirimkan Thunderbird 1 dan Thunderbird 2 (Virgil Tracy) untuk membantu. Thunderbird 2 membawa Pod 4 yang berisi mesin penyelamat Mole yang bisa menggali ke dekat pesawat.
Scott tiba di lokasi kejadian dengan Thunderbird 1 dan berupaya berkomunikasi dengan Kapten Hanson. Virgil, dengan Thunderbird 2, tiba dan melepaskan Pod 4 berisi Mole.
Lady Penelope, menggunakan peralatan rahasia di dalam compact-nya, berupaya menyabotase rencana pengebom yang memasang bom itu dari dalam pesawat. Usahanya gagal dan teroris itu kabur.
Mole menggali melalui daratan untuk mencoba mencegat Fireflash sebelum mencapai target sabotase. Sayangnya Mole rusak oleh gempa, dan Virgil harus mengirimkan Pod Vehicle untuk membantu.
Kapten Hanson mengetahui bahwa pendaratan tidak dapat dilakukan dan pesawat akan kehabisan bahan bakar. Mereka harus mendarat di sebuah lapangan yang tidak jadi dibangun yang diyakini tidak bisa menahan berat pesawat.
ACT 3 (Climax)
International Rescue berusaha sekuat tenaga untuk memperkuat lapangan pendaratan sebelum Fireflash tiba. Menggunakan mesin pengeras tanah, mereka menyuntikkan bahan pengeras tanah ke tanah untuk memperkuatnya.
Namun, mesin itu rusak dan Scott harus menggunakan Thunderbird 1 untuk menembakkan pemicu bahan pengeras tanah agar lapangan menjadi lebih keras.
Fireflash melakukan pendaratan darurat yang berbahaya di lapangan yang diperkuat. Pendaratan berhasil, tetapi roda pendaratan tengah tidak berfungsi dan berisiko meledak.
Gordon Tracy, mengemudikan Thunderbird 4, datang melalui danau di dekatnya dan berhasil menyelamatkan para penumpang dan awak pesawat Fireflash, termasuk Lady Penelope dan Parker, sesaat sebelum bom itu meledak. Thunderbird 4 bisa menyelamatkan semuanya karena mereka memindahkan seluruh pesawat dan isinya ke dasar danau.
ACT 4 (Resolution)
Semua penumpang dan awak Fireflash selamat. International Rescue sekali lagi membuktikan nilainya dalam menghadapi bencana yang tampaknya tak terhindarkan. Sabotase dan rencana teroris itu gagal.
Setelah itu, "Terror in New York City" dimulai.
ACT 1 (Setup)
Thunderbird 5, stasiun luar angkasa yang dipantau oleh John Tracy, mendeteksi peningkatan aktivitas seismik yang tidak biasa di bawah New York City. John memperingatkan International Rescue.
Di New York City, para pekerja konstruksi sedang membangun gedung pencakar langit baru yang dikenal sebagai "Gray & Houseman Building". Di bawah kota, mesin penggali raksasa yang dikendalikan oleh pengawas bernama Matthews menciptakan terowongan untuk pondasi gedung. Mesin penggali itu bekerja dengan sangat tidak stabil.
Alan Tracy dan Tin-Tin sedang berkencan di New York.
ACT 2 (Conflict)
Saat mesin penggali menciptakan terowongan, mesin itu menyebabkan ledakan gas dan runtuhnya terowongan kereta bawah tanah di bawah Times Square. Banyak orang terperangkap di bawah tanah.
International Rescue menerima panggilan darurat. Jeff mengirimkan Thunderbird 1, Thunderbird 2, dan Thunderbird 4 untuk membantu. Scott tiba pertama kali untuk melakukan pengintaian. Virgil membawa Pod 1 berisi mesin penyelamat "Grabber" yang bisa mengangkat puing-puing. Gordon membawa Thunderbird 4 untuk menjelajahi terowongan kereta bawah tanah yang banjir.
Alan dan Tin-Tin terjebak dalam runtuhan bangunan.
Grabber bekerja keras untuk membersihkan puing-puing dari runtuhan kereta bawah tanah untuk menjangkau para korban.
Gordon dengan Thunderbird 4 mencari korban yang selamat di terowongan kereta bawah tanah yang banjir.
ACT 3 (Climax)
Matthews, pengawas mesin penggali, mengabaikan peringatan dan terus mengoperasikan mesin, yang menyebabkan lebih banyak kerusakan dan getaran. Gedung Gray & Houseman mulai miring dan terancam roboh.
Scott menyadari bahwa gedung itu akan runtuh dan memerintahkan evakuasi massal.
Virgil menggunakan Grabber untuk mencoba menstabilkan gedung, tetapi tidak berhasil.
Alan dan Tin-Tin mencoba melarikan diri dari reruntuhan, tetapi terjebak. Alan menggunakan keterampilan penyelamatannya untuk melindungi Tin-Tin.
ACT 4 (Resolution)
Gordon menemukan sekelompok korban yang selamat di terowongan kereta bawah tanah dan membawa mereka ke tempat yang aman.
Jeff Tracy memerintahkan semua Thunderbird untuk berkonsentrasi pada menyelamatkan gedung Gray & Houseman yang hampir roboh.
Menggunakan kombinasi kekuatan Grabber, Thunderbird 1, dan teknik rekayasa yang cerdik, International Rescue berhasil menstabilkan gedung sesaat sebelum runtuh sepenuhnya.
Alan dan Tin-Tin diselamatkan dari reruntuhan.
New York City diselamatkan dari bencana besar. International Rescue sekali lagi membuktikan keberanian dan keahlian mereka dalam menghadapi keadaan darurat. Film berakhir dengan International Rescue melanjutkan misi mereka untuk menyelamatkan nyawa di seluruh dunia.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.