The World Will Tremble - Cerita Lengkap
ACT 1 (Setup)
Film dimulai dengan adegan di sebuah laboratorium canggih yang terpencil di Pegunungan Alpen. Kita diperkenalkan kepada Profesor Gabriel Hoffmann, seorang fisikawan brilian namun eksentrik yang terobsesi dengan gagasan untuk menciptakan sumber energi bersih tak terbatas. Dia didukung oleh tim kecil ilmuwan yang berdedikasi, termasuk asistennya yang paling terpercaya, Marie Steiner. Gabriel menjelaskan kepada timnya bahwa mereka selangkah lagi untuk mewujudkan impiannya: memanfaatkan energi dari partikel Higgs boson, sering disebut sebagai "partikel Tuhan".
Kita kemudian diperlihatkan cuplikan singkat yang menunjukkan dampak buruk ketergantungan dunia pada bahan bakar fosil: perubahan iklim, polusi, dan konflik geopolitik. Ini menekankan urgensi dari pekerjaan Gabriel. Dia percaya bahwa penemuannya akan mengubah dunia menjadi lebih baik.
Saat Gabriel dan timnya bersiap untuk percobaan penting, ada rasa antisipasi yang jelas. Marie mengungkapkan kekhawatiran pribadinya tentang potensi risiko yang terkait dengan manipulasi partikel fundamental alam, tetapi Gabriel meyakinkannya bahwa dia telah mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan. Dia sangat yakin dengan penelitiannya dan masa depan yang bisa diciptakannya.
Percobaan dimulai. Sebuah mesin besar, dengan kompleksitas luar biasa, diaktifkan. Partikel Higgs boson di dalam akselerator mulai bertumbukan pada kecepatan yang luar biasa. Untuk sesaat, semuanya berjalan sesuai rencana. Kemudian, sebuah anomali muncul. Pembacaan energi melonjak tak terkendali. Alarm berbunyi.
Gabriel, terpaku pada tampilan, terlalu lambat untuk bereaksi. Mesin itu mengalami kelebihan beban. Ledakan besar mengguncang laboratorium. Marie dan ilmuwan lainnya terlempar ke tanah. Gabriel terluka parah. Ketika debu mengendap, terlihat kerusakan yang sangat parah.
ACT 2 (Conflict)
Setelah ledakan, dunia terkejut. Kekuatan ledakan menciptakan gangguan elektromagnetik yang meluas, melumpuhkan komunikasi dan jaringan listrik di seluruh Eropa. Gempa bumi aneh dan peristiwa cuaca ekstrem mulai terjadi. Ada kekacauan dan kebingungan. Pemerintah berjuang untuk merespons.
Marie, yang selamat dari ledakan dengan luka ringan, menjadi sorotan. Sebagai satu-satunya saksi yang selamat yang memahami apa yang sebenarnya terjadi, dia diburu oleh berbagai pihak: lembaga pemerintah yang ingin menutupi insiden itu, perusahaan energi yang khawatir akan kehilangan keuntungan mereka, dan ekstremis yang percaya bahwa Gabriel telah membuka pintu gerbang ke dunia lain.
Dia didekati oleh seorang agen rahasia misterius bernama Thomas Muller. Thomas meyakinkan Marie bahwa dia bekerja untuk organisasi independen yang bertujuan untuk mengungkap kebenaran dan mencegah konsekuensi yang lebih buruk. Awalnya dia ragu, tetapi Marie akhirnya setuju untuk bekerja sama dengannya.
Bersama-sama, Marie dan Thomas memulai perjalanan berbahaya untuk mengungkap rahasia di balik eksperimen Gabriel dan menemukan cara untuk menstabilkan partikel Higgs yang tidak stabil. Mereka melakukan perjalanan melalui lanskap yang hancur, menghindari pengejaran pemerintah dan kekuatan jahat lainnya. Sepanjang jalan, mereka menemukan petunjuk yang ditinggalkan oleh Gabriel, yang mengarah ke penemuan yang lebih mengejutkan.
Mereka menemukan bahwa Gabriel tahu betul tentang potensi risiko eksperimennya. Dia telah menciptakan semacam "saklar mati" yang bisa menstabilkan partikel Higgs jika terjadi sesuatu yang salah. Namun, saklar mati itu tersembunyi di suatu tempat, dan menemukan lokasinya menjadi perlombaan melawan waktu.
ACT 3 (Climax)
Marie dan Thomas akhirnya melacak saklar mati ke fasilitas penelitian rahasia lainnya yang dibangun oleh Gabriel jauh di bawah kota Wina. Fasilitas ini berisi prototipe yang lebih besar dan lebih kuat dari mesin Higgs. Mereka menyadari bahwa Gabriel merencanakan untuk mengulang eksperimennya dalam skala yang lebih besar.
Di dalam fasilitas itu, mereka menghadapi Dr. Elizabeth Weber, seorang ilmuwan kejam yang dulunya adalah rekan Gabriel. Elizabeth telah mengambil alih proyek itu dan bertekad untuk menyelesaikan apa yang telah dimulai Gabriel, terlepas dari konsekuensinya. Dia percaya bahwa risiko itu sepadan dengan potensi untuk energi tak terbatas.
Terjadi konfrontasi sengit antara Marie dan Elizabeth. Marie berusaha meyakinkan Elizabeth bahwa dia melakukan kesalahan, tetapi Elizabeth tidak mau mendengarkan. Dia yakin bahwa dia berada di ambang kesuksesan.
Sementara itu, Thomas mencoba untuk menonaktifkan mesin Higgs. Namun, dia dihentikan oleh pasukan keamanan Elizabeth. Terjadi pertarungan yang sengit. Thomas, meskipun kalah jumlah, bertarung dengan gagah berani.
Marie, menggunakan pengetahuannya tentang eksperimen Gabriel, berhasil menemukan saklar mati. Dia mengaktifkannya tepat ketika mesin Higgs mencapai titik kritis. Energi beriak melalui fasilitas itu, menciptakan serangkaian ledakan kecil.
Elizabeth, menyadari bahwa rencananya telah gagal, mencoba melarikan diri. Namun, dia tertangkap dalam ledakan dan tewas. Thomas berhasil mengalahkan para penjaga dan bergabung dengan Marie.
ACT 4 (Resolution)
Saklar mati menstabilkan partikel Higgs, tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan dampaknya. Efek samping gempa dan cuaca ekstrem berkurang, tetapi dunia telah berubah selamanya. Orang-orang harus belajar untuk hidup dengan energi baru dan potensi bahaya yang menyertainya.
Marie dan Thomas muncul sebagai pahlawan. Mereka mengungkap kebenaran tentang eksperimen Gabriel dan mencegah bencana yang lebih besar. Namun, mereka berdua mengalami trauma dengan apa yang telah mereka saksikan.
Marie memutuskan untuk mendedikasikan hidupnya untuk mempelajari partikel Higgs dan menemukan cara untuk mengendalikan kekuatannya secara aman. Dia mendirikan lembaga penelitian baru dengan fokus pada energi bersih dan keselamatan.
Thomas kembali ke pekerjaan rahasianya, tetapi dia berubah oleh pengalamannya. Dia menjadi lebih berhati-hati dan ragu dengan agenda pemerintah dan perusahaan.
Film berakhir dengan Marie menatap ke langit, merenungkan kekuatan alam dan tanggung jawab manusia untuk menggunakannya dengan bijak. Dunia mungkin bergetar, tetapi manusia telah belajar pelajaran yang berharga. Masa depan tidak pasti, tetapi ada harapan bahwa manusia dapat membangun dunia yang lebih baik berdasarkan pengetahuan dan kehati-hatian.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.