The Rug - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 4 menit membaca

ACT 1 (Setup)

Film dibuka dengan adegan interior sebuah rumah mewah yang mulai berdebu di pinggiran kota. Keluarga Harrison, terdiri dari ayah bernama Robert, ibu bernama Susan, dan putri remaja mereka, Emily, baru saja pindah ke rumah tersebut. Robert adalah seorang pengusaha yang ambisius, Susan seorang ibu rumah tangga yang mencoba beradaptasi dengan lingkungan baru, dan Emily remaja yang merasa terasingkan dan merindukan teman-temannya di kota lama.

Saat mereka membongkar barang-barang, mereka menemukan karpet Persia tua yang besar dan indah di loteng rumah. Karpet itu terlihat usang namun memiliki motif rumit yang menarik perhatian Susan. Robert memutuskan untuk meletakkan karpet itu di ruang tamu, merasa karpet itu akan menambah kehangatan dan keindahan rumah baru mereka.

Awalnya, semuanya tampak baik-baik saja. Keluarga itu mulai menikmati rumah baru mereka. Namun, perlahan-lahan, hal-hal aneh mulai terjadi. Emily mulai mendengar bisikan-bisikan aneh di malam hari, terutama saat berada di dekat karpet. Susan mulai mengalami mimpi buruk yang mengerikan setiap kali ia tidur setelah berlama-lama di ruang tamu dengan karpet itu. Robert, yang awalnya skeptis, mulai merasakan atmosfer aneh di sekitar karpet, seolah ada sesuatu yang mengawasinya.

Suatu malam, Emily melihat bayangan aneh bergerak di atas karpet. Ia mencoba membangunkan orang tuanya, tetapi mereka tidak percaya padanya, menganggapnya hanya imajinasi anak remaja. Namun, Emily merasa semakin yakin bahwa karpet itu adalah sumber dari semua kejadian aneh di rumah mereka.

ACT 2 (Conflict)

Emily mulai melakukan penelitian tentang karpet Persia kuno. Ia menemukan bahwa karpet serupa sering kali dikaitkan dengan legenda dan mitos tentang roh jahat yang terperangkap di dalamnya. Ia menemukan artikel tentang karpet terkutuk yang membawa kesialan dan bahkan kematian bagi pemiliknya.

Semakin banyak Emily mencari tahu, semakin takut ia menjadi. Ia mencoba meyakinkan orang tuanya untuk membuang karpet itu, tetapi mereka menolak. Robert merasa karpet itu terlalu berharga untuk dibuang, sementara Susan merasa bahwa ketidaknyamanan mereka hanya sementara dan akan hilang seiring waktu.

Kejadian aneh di rumah itu semakin intens. Lampu berkedip-kedip sendiri, pintu dan jendela terbuka dan tertutup dengan sendirinya, dan suara-suara aneh semakin sering terdengar. Emily mulai melihat penampakan hantu di sekitar karpet, sosok-sosok mengerikan yang seolah-olah ingin keluar dari dalam karpet.

Suatu malam, Susan mulai berjalan dalam tidur. Ia berjalan menuju ruang tamu dan berbaring di atas karpet. Robert terbangun oleh suara gaduh dan menemukan Susan terbaring tak sadarkan diri di atas karpet. Ia membawanya ke rumah sakit dan dokter mengatakan bahwa Susan mengalami kelelahan ekstrem dan tekanan mental.

Robert akhirnya mulai meragukan skeptisismenya. Ia mulai mempertimbangkan kemungkinan bahwa karpet itu memang memiliki kekuatan jahat. Ia memutuskan untuk mencari bantuan dari seorang ahli barang antik dan paranormal.

ACT 3 (Climax)

Ahli barang antik dan paranormal itu, seorang wanita tua bernama Dr. Eleanor Vance, datang ke rumah keluarga Harrison. Setelah memeriksa karpet, Dr. Vance meyakinkan mereka bahwa karpet itu memang terkutuk dan dihantui oleh roh jahat. Ia menjelaskan bahwa karpet itu dibuat menggunakan ritual kuno yang melibatkan pengorbanan manusia, dan roh korban terperangkap di dalamnya.

Dr. Vance menyarankan satu-satunya cara untuk menyingkirkan roh jahat itu adalah dengan melakukan ritual pemurnian yang rumit. Ritual itu membutuhkan bahan-bahan khusus dan harus dilakukan pada tengah malam di bulan purnama. Robert dan Emily setuju untuk membantu Dr. Vance, sementara Susan, yang masih lemah, harus beristirahat di kamarnya.

Pada malam bulan purnama, mereka bertiga melakukan ritual pemurnian di ruang tamu. Mereka membakar dupa, mengucapkan mantra kuno, dan mencoba mengusir roh jahat dari karpet. Namun, roh jahat itu melawan. Ruangan menjadi bergejolak, angin bertiup kencang, dan suara-suara mengerikan memenuhi rumah.

Roh jahat itu mencoba menyerang mereka secara fisik. Benda-benda di ruangan itu terbang melayang dan menghantam mereka. Dr. Vance terluka parah dan jatuh pingsan. Robert dan Emily berjuang untuk melindungi diri mereka sendiri.

Akhirnya, Emily menyadari bahwa satu-satunya cara untuk mengalahkan roh jahat itu adalah dengan menghancurkan karpet itu sendiri. Ia mengambil pisau besar dan menusuk karpet itu berulang kali. Saat karpet itu hancur, roh jahat itu menjerit kesakitan dan kemudian menghilang.

ACT 4 (Resolution)

Setelah roh jahat itu pergi, rumah itu menjadi tenang. Dr. Vance perlahan sadar kembali. Robert dan Emily memeriksa Susan dan menemukan bahwa ia telah pulih sepenuhnya dari penyakitnya.

Keluarga Harrison memutuskan untuk pindah dari rumah itu. Mereka tidak ingin mengambil risiko lagi. Mereka menjual rumah itu dengan harga murah, tanpa mengungkapkan rahasia tentang karpet terkutuk itu.

Film berakhir dengan adegan keluarga Harrison yang baru pindah ke rumah yang sederhana dan nyaman di kota baru. Mereka merasa lebih bahagia dan lebih aman daripada sebelumnya. Mereka belajar bahwa beberapa hal lebih baik ditinggalkan begitu saja, dan bahwa uang dan kemewahan tidak selalu membawa kebahagiaan. Potongan-potongan kecil karpet yang tersisa, secara misterius, mulai bergerak.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya