The Rose of Versailles - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 4 menit membaca

ACT 1 (Setup)

Cerita dimulai dengan kelahiran Oscar François de Jarjayes, seorang gadis yang dibesarkan sebagai laki-laki oleh ayahnya, Jenderal Jarjayes, karena dia tidak memiliki anak laki-laki untuk mewarisi nama dan posisinya sebagai Komandan Pengawal Kerajaan. Oscar dilatih dalam ilmu pedang dan seni bela diri lainnya, tumbuh menjadi seorang wanita yang terampil, pemberani, dan sangat dihormati. Dia menjadi pengawal pribadi Marie Antoinette, sang Dauphine muda dari Austria, yang dikirim ke Prancis untuk menikahi Louis-Auguste, calon Raja Louis XVI.

Marie Antoinette, yang masih remaja dan naif, menemukan kehidupan di istana Versailles penuh intrik politik dan konspirasi. Dia berusaha menyesuaikan diri dengan adat istiadatan Prancis dan menghadapi permusuhan dari Madame du Barry, selir Raja Louis XV yang berkuasa. Oscar, yang setia dan protektif, berusaha melindunginya dari bahaya dan pengaruh buruk di istana. Dia mulai mengagumi Marie Antoinette, tetapi juga merasa iba padanya karena kesepian dan isolasinya.

Oscar menjalin persahabatan dengan André Grandier, seorang pemuda yang bekerja di perkebunan Jarjayes dan merupakan teman masa kecilnya. André mencintai Oscar secara diam-diam, tetapi menyadari bahwa perbedaan kelas dan status mereka membuat hubungan mereka tidak mungkin. Sementara itu, Fersen, seorang bangsawan Swedia yang karismatik, tiba di Versailles dan langsung memikat hati Marie Antoinette.

ACT 2 (Conflict)

Marie Antoinette menjadi Ratu Prancis setelah kematian Raja Louis XV. Tekanan untuk menghasilkan ahli waris semakin meningkat, dan kehidupan pernikahannya dengan Louis-Auguste, yang pemalu dan tidak berpengalaman, tidak bahagia. Dia menemukan hiburan dalam persahabatannya dengan Fersen, dan hubungan mereka berkembang menjadi cinta terlarang. Oscar, yang menyadari hubungan ini, merasa khawatir dan berusaha melindungi Marie Antoinette dari skandal dan potensi konsekuensinya.

Ketegangan politik di Prancis meningkat. Rakyat jelata menderita akibat kelaparan, kemiskinan, dan pajak yang tinggi, sementara aristokrasi hidup dalam kemewahan dan pemborosan. Oscar mulai mempertanyakan kesetiaannya kepada monarki dan merasa simpatik terhadap penderitaan rakyat. Dia menyaksikan ketidakadilan dan korupsi di istana, dan pandangannya tentang Marie Antoinette mulai berubah.

André, yang merasa frustrasi dengan posisinya sebagai orang luar dalam kehidupan Oscar, menyatakan cintanya kepadanya. Oscar menolaknya, merasa tidak pantas untuknya dan terikat oleh kewajibannya kepada kerajaan. André menjadi buta sebelah setelah terluka dalam upaya melindungi Oscar dari seorang penyerang. Insiden ini mendorong Oscar untuk merenungkan perasaannya yang sebenarnya terhadap André.

Revolusi Prancis semakin dekat. Para petani dan pekerja di Paris memberontak, menuntut hak-hak mereka dan mengakhiri monarki absolut. Oscar secara bertahap memutuskan untuk memihak rakyat dan mengundurkan diri dari posisinya sebagai Komandan Pengawal Kerajaan. Dia membentuk resimennya sendiri yang terdiri dari tentara rakyat dan bersumpah untuk berjuang demi kebebasan dan keadilan.

ACT 3 (Climax)

Oscar dan resimennya bergabung dengan para pemberontak dalam menyerbu Bastille, sebuah penjara yang melambangkan penindasan monarki. Pertempuran sengit terjadi, dan banyak nyawa melayang. Oscar menunjukkan keberanian dan keterampilan kepemimpinannya, menginspirasi para prajuritnya untuk berjuang dengan gigih. André terluka parah dalam pertempuran tersebut saat melindungi Oscar.

Di ranjang kematiannya, André akhirnya mengakui cintanya kepada Oscar, dan Oscar membalas perasaannya. Mereka menghabiskan saat-saat terakhir mereka bersama, mengakui cinta abadi mereka. André meninggal dalam pelukan Oscar, meninggalkan Oscar yang patah hati tetapi bertekad untuk melanjutkan perjuangan.

Marie Antoinette, yang terisolasi dan ketakutan di istana Versailles, menyadari bahaya yang mengancam dirinya dan keluarganya. Dia mencoba melarikan diri dari Prancis dengan bantuan Fersen, tetapi upaya mereka gagal, dan mereka ditangkap di Varennes. Raja Louis XVI dan Marie Antoinette dikembalikan ke Paris dan ditempatkan di bawah tahanan rumah.

ACT 4 (Resolution)

Oscar memimpin resimennya dalam mempertahankan Paris dari serangan pasukan kerajaan. Dia terluka parah dalam pertempuran, tetapi terus berjuang sampai akhir. Sebelum meninggal, dia menyaksikan kemenangan rakyat dan berjanji akan kebebasan.

Raja Louis XVI dan Marie Antoinette diadili atas pengkhianatan dan dihukum mati dengan guillotine. Marie Antoinette menunjukkan martabat dan keberanian di saat-saat terakhirnya. Kematiannya menandai berakhirnya monarki Prancis dan awal era baru.

Revolusi Prancis membawa perubahan besar ke Prancis, tetapi juga mengakibatkan kekacauan dan kekerasan. Setelah kematian Oscar dan Marie Antoinette, Prancis memasuki periode yang dikenal sebagai Pemerintahan Teror, di mana ribuan orang dieksekusi karena dicurigai sebagai musuh revolusi. Meskipun revolusi mahal dan penuh dengan tragedi, hal ini meletakkan dasar bagi masyarakat yang lebih adil dan demokratis. Kisah "The Rose of Versailles" adalah kisah cinta, pengorbanan, dan perjuangan untuk kebebasan di tengah gejolak revolusi Prancis.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya