The Listener - Cerita Lengkap
ACT 1 (Setup)
Allison, seorang pekerja sosial yang bersuara tenang dan penuh empati, bekerja di sebuah ruangan yang sederhana dan fungsional. Kita diperkenalkan padanya melalui serangkaian panggilan telepon. Ia mendengarkan cerita-cerita anonim dari berbagai orang yang tengah berjuang dengan masalah kesehatan mental, kesepian, kecemasan, dan depresi. Latar belakangnya minim, namun terlihat ia tinggal sendiri di sebuah apartemen sederhana. Dia menerima panggilan dari seorang veteran yang mengalami PTSD, seorang remaja yang mempertimbangkan bunuh diri karena bullying, seorang ibu tunggal yang berjuang melawan depresi pasca melahirkan, dan seorang pria paruh baya yang baru saja kehilangan pekerjaannya dan merasa tidak berharga. Allison tidak menawarkan solusi ajaib; dia hanya mendengarkan. Dia memvalidasi perasaan mereka, menawarkan harapan samar, dan mengingatkan mereka bahwa mereka tidak sendirian.
Salah satu panggilan menonjol. Seorang wanita bernama Gemma menelepon secara rutin. Gemma menceritakan tentang hubungannya yang kasar, ketakutannya, dan ketidakmampuannya untuk meninggalkan pasangannya. Allison berusaha membangun kepercayaan dengan Gemma, mendorongnya untuk mencari bantuan lebih lanjut.
ACT 2 (Conflict)
Allison mulai merasa tertekan oleh beban emosional dari pekerjaannya. Meskipun ia tampaknya mampu menangani setiap panggilan dengan tenang dan profesional, kita melihat bahwa ia berjuang untuk menjaga keseimbangan mentalnya sendiri. Ia seringkali begadang, sulit tidur, dan menjadi semakin tertutup dari teman-temannya. Ia menyadari dampak mendalam yang dialami oleh orang-orang yang meneleponnya.
Ketegangan meningkat ketika Gemma tiba-tiba berhenti menelepon. Allison merasa khawatir dan bersalah. Ia mencoba menghubungi Gemma kembali melalui nomor yang diberikan, tetapi tidak berhasil. Kecemasannya semakin meningkat ketika ia mulai menerima panggilan telepon dari penelepon misterius yang mengetahui detail pribadinya. Penelepon itu memperingatkannya untuk tidak ikut campur dalam urusan orang lain dan mengisyaratkan bahwa ia sedang diawasi.
Allison merasa semakin terisolasi dan paranoia. Ia mulai curiga pada semua orang di sekitarnya. Ia memasang kamera pengawas di apartemennya dan tidur dengan pisau di bawah bantalnya. Ia memberitahu supervisornya tentang panggilan-panggilan aneh tersebut, tetapi supervisornya meremehkannya, menyarankan agar ia mengambil cuti. Allison menolak, merasa bertanggung jawab untuk membantu orang-orang yang bergantung padanya.
ACT 3 (Climax)
Allison akhirnya berhasil melacak alamat Gemma. Ia pergi ke sana, meskipun ia tahu bahwa itu mungkin berbahaya. Ia menemukan Gemma dalam keadaan yang buruk, terluka dan ketakutan. Pasangan Gemma, seorang pria yang kasar dan posesif, muncul. Terjadi konfrontasi yang tegang.
Pria itu marah dan mengancam Allison. Allison berusaha menenangkannya, menggunakan keterampilan mendengarnya untuk meredakan situasi. Ia menyadari bahwa pria itu juga menderita, terjebak dalam siklus kekerasan dan penyangkalan.
Ketika pria itu bersiap untuk menyerang Allison dan Gemma, Gemma akhirnya menemukan keberanian untuk melawan. Ia membela diri, melukai pasangannya dan melarikan diri bersama Allison.
ACT 4 (Resolution)
Allison membawa Gemma ke tempat yang aman dan membantunya mendapatkan perlindungan dan dukungan yang ia butuhkan. Insiden itu menjadi titik balik bagi Allison. Ia menyadari bahwa meskipun mendengarkan adalah penting, terkadang tindakan langsung diperlukan.
Allison mulai mengambil langkah-langkah untuk menjaga kesehatannya sendiri. Ia mencari terapi, menghabiskan lebih banyak waktu dengan teman-temannya, dan belajar untuk menetapkan batasan yang sehat antara pekerjaannya dan kehidupan pribadinya. Ia juga melaporkan pria tersebut ke polisi.
Film berakhir dengan Allison menerima panggilan telepon baru. Ia masih mendengarkan, tetapi sekarang ia melakukannya dengan kesadaran yang lebih besar tentang batasan dan kekuatannya sendiri. Ia telah belajar bahwa mendengarkan dapat menjadi tindakan yang kuat, tetapi terkadang orang perlu lebih dari sekadar didengarkan; mereka perlu diselamatkan.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.