The King of Kings - Cerita Lengkap
ACT 1 (Setup)
Film dimulai dengan latar belakang politik dan sosial di Yudea yang diduduki oleh Kekaisaran Romawi. Herodes Agung, raja boneka yang kejam dan paranoid, memerintah dengan tangan besi, menekan rakyat Yahudi dan menindas aspirasi mereka untuk kemerdekaan dan kedatangan seorang Mesias. Kekacauan merajalela di antara berbagai faksi, termasuk kaum Zelot yang fanatik yang menyerukan pemberontakan bersenjata melawan Roma, kaum Saduki yang berkolaborasi dengan otoritas Romawi demi keuntungan pribadi, dan kaum Farisi yang mematuhi hukum Taurat secara ketat. Yohanes Pembaptis, seorang nabi karismatik, muncul di padang gurun Yudea, menyerukan pertobatan dan membaptis orang-orang di Sungai Yordan, mempersiapkan jalan bagi kedatangan Mesias yang dijanjikan. Herodes mendengar tentang Yohanes dan khotbah-khotbahnya yang populer dan, merasa terancam oleh pengaruhnya, memerintahkan penangkapannya.
Sementara itu, di Nazaret, Maria, seorang wanita muda yang saleh, menerima kunjungan dari malaikat Gabriel yang mengumumkan bahwa dia akan mengandung seorang putra melalui Roh Kudus, yang akan disebut Yesus dan akan memerintah selamanya. Maria, meskipun bingung dan ketakutan, menerima kehendak Tuhan. Dia mengunjungi sepupunya, Elisabet, yang juga mengandung seorang putra di usia tua, Yohanes Pembaptis. Keduanya merasakan kehadiran Roh Kudus dan saling menguatkan dalam iman mereka.
Yusuf, tunangan Maria, awalnya merasa khawatir dan bingung ketika mengetahui tentang kehamilannya. Namun, setelah menerima pesan dalam mimpi dari malaikat yang menjelaskan kebenaran, Yusuf memutuskan untuk menikahi Maria dan melindunginya. Karena perintah Kaisar Agustus untuk sensus, Yusuf dan Maria melakukan perjalanan ke Betlehem, kota kelahiran Yusuf. Di sana, karena penginapan sudah penuh, mereka terpaksa berlindung di kandang binatang, tempat Yesus dilahirkan. Para gembala yang menjaga domba mereka di dekatnya dikunjungi oleh malaikat dan diberitahu tentang kelahiran sang Juruselamat. Mereka bergegas ke Betlehem untuk menyembah bayi Yesus. Tiga orang Majus, dipandu oleh bintang dari timur, juga tiba di Betlehem, membawa hadiah emas, kemenyan, dan mur untuk menghormati Raja Orang Yahudi.
ACT 2 (Conflict)
Herodes, merasa terancam oleh berita tentang kelahiran Raja Orang Yahudi, memerintahkan pembantaian semua anak laki-laki di bawah usia dua tahun di Betlehem, berharap untuk membunuh Yesus. Yusuf diperingatkan dalam mimpi dan melarikan diri ke Mesir bersama Maria dan Yesus untuk menghindari pembantaian tersebut. Herodes, setelah melakukan kejahatan mengerikan ini, jatuh sakit dan meninggal. Yudea dibagi di antara putra-putranya, dan Arkelaus, yang sama kejamnya dengan ayahnya, memerintah Yudea. Setelah kematian Arkelaus, Yudea berada di bawah pemerintahan langsung gubernur Romawi.
Bertahun-tahun kemudian, Yesus kembali dari Mesir ke Nazaret dan tumbuh menjadi seorang pria yang bijaksana dan saleh. Di usia tiga puluh tahun, Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan. Saat Yesus keluar dari air, Roh Kudus turun ke atasnya seperti burung merpati, dan suara dari surga berkata, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." Setelah pembaptisan-Nya, Yesus pergi ke padang gurun dan dicobai oleh Iblis selama empat puluh hari. Dia menolak semua godaan Iblis dan muncul sebagai pemenang.
Yesus memulai pelayanan publiknya, berkeliling Galilea, memberitakan Injil Kerajaan Allah, dan melakukan banyak mukjizat, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, dan memberi makan orang banyak. Dia mengumpulkan murid-murid, termasuk Simon Petrus, Andreas, Yakobus, Yohanes, Matius, dan Yudas Iskariot. Popularitas Yesus meningkat pesat, menarik perhatian orang banyak dari seluruh Yudea dan sekitarnya. Ajaran-ajaran Yesus, yang menekankan kasih, pengampunan, dan kerendahan hati, menantang otoritas para pemimpin agama Yahudi, terutama kaum Farisi dan Saduki, yang merasa terancam oleh pengaruhnya.
Yohanes Pembaptis, yang telah mengkritik Herodes Antipas karena menikahi istri saudaranya, dipenjara oleh Herodes dan kemudian dipenggal atas permintaan Salome, putri Herodias. Yesus berduka atas kematian Yohanes, tetapi melanjutkan pelayanan-Nya dengan kekuatan yang diperbarui. Dia melakukan perjalanan ke Yerusalem untuk merayakan Paskah, di mana dia membersihkan Bait Suci dari para pedagang dan penukar uang, menunjukkan kemarahan yang benar terhadap korupsi yang telah merayap ke dalam agama Yahudi. Tindakan ini semakin memprovokasi para pemimpin agama, yang sekarang bertekad untuk menyingkirkan Yesus.
ACT 3 (Climax)
Yesus merayakan Perjamuan Terakhir dengan murid-murid-Nya di Yerusalem. Dia berbagi roti dan anggur dengan mereka, melambangkan tubuh dan darah-Nya yang akan dikorbankan bagi mereka. Dia mencuci kaki murid-murid-Nya, menunjukkan contoh kerendahan hati dan pelayanan. Dia memperingatkan mereka bahwa salah satu dari mereka akan mengkhianati-Nya. Setelah Perjamuan Terakhir, Yesus pergi ke Taman Getsemani untuk berdoa. Dia sangat berduka dan berdoa kepada Bapa-Nya agar menjauhkan cawan penderitaan itu dari-Nya, tetapi dia menyerahkan diri pada kehendak Bapa-Nya.
Yudas Iskariot, salah satu dari murid-murid Yesus, pergi ke para imam kepala dan setuju untuk mengkhianati Yesus dengan imbalan tiga puluh keping perak. Yudas memimpin sekelompok tentara dan penjaga Bait Suci ke Taman Getsemani, tempat mereka menangkap Yesus. Para murid melarikan diri, ketakutan akan hidup mereka sendiri. Yesus dibawa ke hadapan Imam Besar Kayafas dan Sanhedrin, dewan pengadilan Yahudi. Dia dituduh menghujat dan melanggar hukum Yahudi. Meskipun ada saksi palsu, mereka tidak dapat menemukan bukti yang cukup untuk menghukumnya.
Kayafas menanyai Yesus secara langsung, menanyai-Nya apakah Dia adalah Kristus, Anak Allah. Yesus menjawab, "Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit." Kayafas mengoyak jubahnya dan menyatakan bahwa Yesus telah menghujat. Sanhedrin menghukum Yesus mati. Mereka membawa Yesus ke hadapan Pontius Pilatus, gubernur Romawi, untuk mendapatkan persetujuan untuk eksekusi tersebut. Pilatus mempertanyakan Yesus, tetapi tidak menemukan kesalahan padanya. Dia menawarkan kepada orang banyak untuk membebaskan Yesus atau Barabas, seorang tahanan politik dan pembunuh.
Orang banyak, dihasut oleh para imam kepala, memilih Barabas untuk dibebaskan dan menuntut agar Yesus disalibkan. Pilatus, mencoba untuk memuaskan orang banyak dan menghindari kerusuhan, menyerah pada tekanan mereka. Dia mencuci tangannya di depan orang banyak, menyatakan bahwa dia tidak bersalah atas darah Yesus. Dia memerintahkan agar Yesus dicambuk dan disalibkan. Para prajurit Romawi mencemooh dan menyiksa Yesus, mengenakan mahkota duri di kepala-Nya, dan memukul-Nya dengan tongkat.
ACT 4 (Resolution)
Yesus dipaksa untuk membawa salib-Nya sendiri ke Golgota, tempat penyaliban. Di sana, Dia disalibkan di antara dua penjahat. Yesus berdoa untuk pengampunan para algojo-Nya, berkata, "Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Para pemimpin agama dan orang banyak mengejek Yesus saat Dia tergantung di kayu salib. Bahkan salah satu penjahat yang disalibkan di samping-Nya menghina-Nya. Namun, penjahat lainnya membela Yesus dan meminta-Nya untuk mengingatnya ketika Dia datang ke dalam kerajaan-Nya. Yesus berjanji kepadanya bahwa mereka akan bersama di Firdaus.
Setelah berjam-jam penderitaan, Yesus berseru dengan suara nyaring, "Eli, Eli, lama sabakhtani?" yang berarti, "Tuhanku, Tuhanku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Dia kemudian berkata, "Sudah selesai," dan menyerahkan nyawa-Nya. Pada saat kematian Yesus, terjadi gempa bumi yang hebat, tirai Bait Suci terbelah menjadi dua dari atas sampai bawah, dan batu-batu karang terbelah. Kepala pasukan Romawi yang menjaga Yesus, melihat gempa bumi dan semua yang terjadi, berkata, "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!"
Yusuf dari Arimatea, seorang anggota Sanhedrin yang diam-diam menjadi pengikut Yesus, meminta izin kepada Pilatus untuk menurunkan jenazah Yesus dari salib dan menguburkannya. Pilatus memberikan izinnya. Yusuf dan Nikodemus, yang juga seorang pengikut Yesus, menurunkan jenazah Yesus dari salib dan membungkusnya dengan kain lenan yang bersih, dan meletakkannya di kuburannya sendiri yang baru dipahat di batu. Mereka menggulingkan batu besar di depan pintu kubur.
Pada hari Minggu pagi, Maria Magdalena dan wanita-wanita lain pergi ke kubur Yesus untuk meminyaki jenazah-Nya dengan rempah-rempah. Mereka menemukan batu itu telah terguling dan kubur itu kosong. Seorang malaikat menampakkan diri kepada mereka dan memberi tahu mereka bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati, seperti yang telah Dia katakan. Malaikat itu menyuruh mereka untuk pergi dan memberi tahu murid-murid-Nya bahwa Dia telah bangkit dan akan mendahului mereka ke Galilea.
Maria Magdalena dan wanita-wanita lain bergegas untuk memberi tahu murid-murid-Nya, tetapi mereka tidak percaya cerita mereka. Petrus dan Yohanes bergegas ke kubur dan menemukan bahwa itu kosong. Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena di dekat kubur. Dia awalnya tidak mengenalinya, tetapi ketika Dia memanggil namanya, dia menyadari bahwa itu adalah Yesus. Dia memegang kaki-Nya, tetapi Yesus menyuruhnya untuk tidak menyentuh-Nya, karena Dia belum naik kepada Bapa-Nya. Dia menyuruhnya untuk pergi dan memberi tahu saudara-saudara-Nya bahwa Dia akan naik kepada Bapa-Nya dan Bapa mereka, kepada Allah-Nya dan Allah mereka.
Yesus menampakkan diri kepada para murid-Nya pada berbagai kesempatan setelah kebangkitan-Nya. Dia menunjukkan kepada mereka luka-luka-Nya dan meyakinkan mereka bahwa Dia benar-benar telah bangkit dari antara orang mati. Dia mengutus mereka untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia dan membaptis orang-orang dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Setelah empat puluh hari, Yesus memimpin para murid-Nya ke Bukit Zaitun dan naik ke surga di hadapan mata mereka. Para murid kembali ke Yerusalem dengan sukacita besar, menantikan pencurahan Roh Kudus yang telah dijanjikan. Kisah Yesus, Raja segala Raja, menjadi dasar bagi agama Kristen dan terus menginspirasi dan mengubah kehidupan jutaan orang di seluruh dunia.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.