The Chosen: Last Supper - Cerita Lengkap
The Chosen: Last Supper mengisahkan momen-momen menjelang dan saat Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid-Nya, berlatar belakang ketegangan politik dan spiritual di Yerusalem menjelang Paskah. Film ini mengeksplorasi dinamika hubungan Yesus dengan para murid, harapan dan ketakutan mereka, serta ramalan-ramalan tentang pengkhianatan dan kematian yang akan datang.
ACT 1 (Setup)
Film dimulai dengan adegan Yesus dan para murid-Nya melakukan perjalanan menuju Yerusalem untuk merayakan Paskah. Mereka disambut oleh kerumunan orang yang mengelu-elukan Yesus sebagai raja, namun Yesus menyadari bahwa popularitas ini hanyalah sementara. Dia mengetahui adanya intrik dan rencana jahat yang sedang disusun oleh para pemimpin agama Yahudi untuk menangkap dan membunuh-Nya.
Di tengah persiapan Paskah, kita diperkenalkan lebih dalam dengan para murid. Petrus yang impulsif dan penuh semangat, Yohanes yang penuh kasih, Yakobus yang ragu, Tomas yang skeptis, Matius sang pemungut cukai yang mencoba beradaptasi dengan kehidupan barunya, dan Yudas Iskariot yang menyimpan rahasia dan keraguan yang mendalam. Setiap murid memiliki harapan dan ekspektasi yang berbeda tentang apa yang akan terjadi di Yerusalem.
Yesus terus memberikan pengajaran dan melakukan mukjizat di sepanjang perjalanan, memperkuat iman para pengikut-Nya dan menarik perhatian lebih banyak orang. Namun, Dia juga secara konsisten mencoba mempersiapkan mereka untuk apa yang akan terjadi, memberikan petunjuk tentang penderitaan dan kematian-Nya, meskipun mereka sulit memahami sepenuhnya.
ACT 2 (Conflict)
Ketegangan meningkat saat Yesus dan para murid tiba di Yerusalem. Kota itu dipenuhi dengan peziarah yang datang dari seluruh wilayah untuk merayakan Paskah. Para pemimpin agama Yahudi, yang merasa terancam oleh pengaruh Yesus, terus merencanakan penangkapan-Nya secara diam-diam. Mereka mencari cara untuk menjebak-Nya agar bisa dihukum sesuai dengan hukum Yahudi atau hukum Romawi.
Yudas Iskariot, yang merasa kecewa dengan arah pelayanan Yesus dan tergoda oleh iming-iming uang, diam-diam bertemu dengan para pemimpin agama Yahudi dan menawarkan diri untuk mengkhianati Yesus. Dia setuju untuk memberi tahu mereka kapan dan di mana mereka bisa menangkap Yesus tanpa menimbulkan keributan di antara kerumunan orang.
Saat mempersiapkan Perjamuan Terakhir, para murid mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang berbeda tentang Yesus. Dia terlihat lebih serius dan murung dari biasanya. Mereka bertanya-tanya apa yang akan terjadi dan apa yang akan Dia lakukan selanjutnya. Persiapan untuk Perjamuan Terakhir dipenuhi dengan kecemasan dan ketidakpastian.
ACT 3 (Climax)
Perjamuan Terakhir dimulai. Yesus mencuci kaki para murid-Nya, sebuah tindakan kerendahan hati yang membuat mereka merasa tidak nyaman. Dia memecahkan roti dan membagikannya kepada mereka, mengatakan, "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagimu. Perbuatlah ini untuk mengenang Aku." Dia kemudian mengambil cawan anggur dan membagikannya, mengatakan, "Cawan ini adalah perjanjian baru dalam darah-Ku, yang ditumpahkan bagimu."
Selama Perjamuan Terakhir, Yesus mengumumkan bahwa salah satu dari mereka akan mengkhianati-Nya. Para murid terkejut dan saling bertanya-tanya siapa yang dimaksud. Yesus menunjuk Yudas dengan memberikan kepadanya sepotong roti, dan Yudas segera meninggalkan ruangan.
Setelah Yudas pergi, Yesus memberikan perintah baru kepada para murid-Nya: "Kasihilah satu sama lain, sama seperti Aku telah mengasihi kamu." Dia juga memperingatkan mereka tentang penganiayaan yang akan mereka hadapi dan berjanji bahwa Roh Kudus akan menyertai mereka.
ACT 4 (Resolution)
Setelah Perjamuan Terakhir, Yesus membawa para murid-Nya ke Taman Getsemani untuk berdoa. Dia merasa sangat sedih dan tertekan, menyadari penderitaan yang akan Dia alami. Dia berdoa kepada Bapa-Nya, memohon agar cawan penderitaan itu dijauhkan dari-Nya, namun Dia juga menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Bapa-Nya.
Sementara Yesus berdoa, Yudas tiba bersama sekelompok tentara dan penjaga Bait Suci. Dia mencium Yesus, sebuah tanda yang telah disepakati untuk mengidentifikasi Dia. Yesus ditangkap dan dibawa pergi.
Para murid ketakutan dan melarikan diri, meninggalkan Yesus sendirian. Petrus, meskipun awalnya berjanji setia, menyangkal Yesus tiga kali.
Film diakhiri dengan Yesus yang dibawa ke hadapan para pemimpin agama Yahudi untuk diinterogasi. Dia difitnah dan dituduh menghujat Tuhan. Meskipun tidak bersalah, Dia dijatuhi hukuman mati. Adegan terakhir menunjukkan tatapan penuh kasih dan pengampunan Yesus kepada para murid-Nya, bahkan dalam saat-saat terakhir-Nya, memberikan harapan akan penebusan dan kebangkitan. Film berakhir, meninggalkan penonton merenungkan arti pengorbanan Yesus dan pesan cinta dan pengampunan-Nya.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.