Syria After Assad - Cerita Lengkap
Syria After Assad
ACT 1 (Setup)
Film dibuka dengan pemandangan kota Damaskus yang hancur lebur setelah bertahun-tahun perang saudara. Reruntuhan bangunan menjadi saksi bisu kekejaman rezim Assad dan berbagai faksi pemberontak. Seorang jurnalis lepas bernama Lena, seorang wanita muda berdarah Suriah-Eropa, tiba di Damaskus. Lena bertekad untuk mengungkap kebenaran tentang kondisi Suriah pasca-Assad dan dampaknya pada rakyat sipil. Dia bekerja sebagai freelancer untuk berbagai media internasional, berharap liputannya dapat menyuarakan penderitaan warga Suriah dan mendorong bantuan kemanusiaan. Lena bertemu dengan seorang fotografer lokal bernama Omar, yang telah kehilangan keluarganya dalam perang. Omar bersedia membantu Lena menavigasi Damaskus yang berbahaya dan memberikan akses ke berbagai komunitas yang terkena dampak perang. Mereka mulai melakukan perjalanan ke berbagai wilayah Suriah, termasuk kamp pengungsian dan kota-kota yang baru dibebaskan dari ISIS. Lena dan Omar mewawancarai para pengungsi, korban perang, dan mantan pejuang, merekam cerita mereka tentang kehilangan, harapan, dan perjuangan untuk bertahan hidup. Mereka menemukan bahwa meskipun Assad telah digulingkan, kekosongan kekuasaan telah menciptakan kekacauan dan ketidakstabilan. Berbagai kelompok militan bersaing untuk menguasai wilayah, sementara korupsi dan kriminalitas merajalela. Lena dan Omar juga bertemu dengan Dr. Farid, seorang dokter yang berdedikasi merawat korban perang di sebuah rumah sakit lapangan yang kekurangan sumber daya. Farid mengungkapkan keprihatinannya tentang meningkatnya trauma psikologis di antara anak-anak Suriah dan kurangnya dukungan kesehatan mental.
ACT 2 (Conflict)
Saat Lena dan Omar terus menyelidiki, mereka menemukan bukti keterlibatan kekuatan asing dalam konflik Suriah. Mereka mengungkap jaringan perdagangan senjata ilegal yang memasok senjata kepada berbagai kelompok militan, memperpanjang perang dan menambah penderitaan rakyat sipil. Lena dan Omar menyadari bahwa kebenaran yang mereka cari lebih kompleks dan berbahaya dari yang mereka bayangkan. Mereka mulai menerima ancaman dari berbagai pihak yang ingin membungkam mereka. Organisasi intelijen asing, kelompok militan radikal, dan pejabat korup rezim bayangan semuanya berusaha menghalangi upaya mereka untuk mengungkap kebenaran. Lena dan Omar harus berhati-hati untuk menghindari penangkapan atau bahkan pembunuhan. Hubungan mereka semakin erat saat mereka saling mengandalkan untuk keselamatan dan dukungan. Omar berbagi trauma pribadinya dengan Lena, menceritakan bagaimana keluarganya tewas dalam serangan udara. Lena, pada gilirannya, membuka diri tentang masa lalunya dan motivasinya untuk meliput konflik Suriah. Mereka mulai saling mencintai di tengah kekacauan dan bahaya. Salah satu narasumber Lena, seorang mantan perwira intelijen Suriah, dibunuh sebelum dia sempat memberikan informasi penting. Lena dan Omar yakin bahwa mereka sedang diawasi dan bahwa nyawa mereka dalam bahaya. Mereka memutuskan untuk mengambil risiko dan menyelundupkan bukti yang mereka kumpulkan ke luar Suriah, berharap dapat mengungkap kebenaran kepada dunia.
ACT 3 (Climax)
Lena dan Omar merencanakan perjalanan berbahaya melintasi perbatasan ke Turki, tempat mereka dapat bertemu dengan seorang editor dari media internasional. Mereka menyamar sebagai pengungsi dan bergabung dengan rombongan yang menuju ke perbatasan. Dalam perjalanan, mereka dihadang oleh sekelompok militan bersenjata. Omar berusaha melindungi Lena, tetapi mereka berdua ditangkap dan dibawa ke markas militan. Lena dan Omar diinterogasi dan disiksa oleh para militan, yang berusaha memaksa mereka untuk mengungkapkan informasi tentang pekerjaan mereka. Mereka menolak untuk menyerah, meskipun dalam kondisi yang mengerikan. Sementara itu, Dr. Farid, yang telah mengikuti perkembangan Lena dan Omar, mengumpulkan sekelompok aktivis dan mantan pejuang untuk menyelamatkan mereka. Mereka melancarkan serangan mendadak ke markas militan. Terjadi baku tembak sengit. Farid dan timnya berhasil membebaskan Lena dan Omar, tetapi beberapa dari mereka terluka parah. Dalam kekacauan itu, Omar tertembak saat melindungi Lena dari peluru.
ACT 4 (Resolution)
Omar terluka parah, tetapi dia berhasil bertahan hidup. Lena merawatnya dengan penuh kasih sayang. Mereka akhirnya berhasil mencapai perbatasan Turki dan bertemu dengan editor Lena. Lena menyerahkan bukti yang mereka kumpulkan kepada editor, yang berjanji untuk mempublikasikan cerita mereka. Liputan Lena tentang konflik Suriah pasca-Assad mendapatkan perhatian internasional. Negara-negara di seluruh dunia meningkatkan bantuan kemanusiaan mereka ke Suriah dan menekan para pelaku kejahatan perang untuk bertanggung jawab. Meskipun Suriah masih menghadapi banyak tantangan, harapan untuk masa depan yang lebih baik mulai tumbuh. Lena dan Omar memutuskan untuk tinggal di Suriah dan terus bekerja untuk membantu membangun kembali negara mereka. Mereka mendirikan sebuah organisasi nirlaba yang menyediakan bantuan medis dan psikologis kepada korban perang. Film berakhir dengan pemandangan Lena dan Omar berdiri bersama di tengah reruntuhan Damaskus, memandang ke arah cakrawala yang baru. Mereka tahu bahwa perjalanan panjang masih ada di depan, tetapi mereka bertekad untuk tidak menyerah pada harapan dan terus berjuang untuk keadilan dan perdamaian di Suriah. Mereka telah kehilangan banyak hal, tetapi mereka juga menemukan cinta dan tujuan di tengah kekacauan. Kisah mereka menjadi simbol ketahanan dan harapan bagi rakyat Suriah.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.