SUGAR SUGAR RUNE Les deux sorcières - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 5 menit membaca

SUGAR SUGAR RUNE Les deux sorcières

ACT 1 (Setup)

Kisah dimulai di dunia sihir, di mana dua penyihir muda, Chocolat Meilleure dan Vanilla Mieux, adalah sahabat sekaligus rival. Mereka bersaing untuk memperebutkan hati Pangeran Pierre, pewaris tahta dunia sihir, dan juga untuk mengumpulkan hati manusia, esensi cinta yang berharga yang digunakan untuk menentukan siapa yang akan menjadi Ratu selanjutnya. Chocolat, pemberani dan berapi-api, adalah putri dari penyihir legendaris, sementara Vanilla, lembut dan baik hati, adalah putri dari Ratu saat ini, Candy.

Keduanya dikirim ke dunia manusia untuk menjalani ujian mereka. Mereka tiba di sebuah kota yang ramai dan memulai kehidupan baru sebagai siswi pindahan. Di sana, mereka bertemu dengan berbagai karakter manusia, baik dan jahat, dan belajar tentang kompleksitas cinta dan emosi manusia. Mereka didampingi oleh familiar mereka, Blanca, tikus putih yang setia milik Vanilla, dan Gyro, katak hijau yang sarkastik milik Chocolat.

Di sekolah, Chocolat langsung menjadi populer karena penampilannya yang mencolok dan kepribadiannya yang kuat. Namun, karena ketidaksabarannya, ia sering kali menakut-nakuti anak laki-laki sehingga mereka tidak mau memberikan hati mereka. Vanilla, di sisi lain, lebih pendiam tetapi memiliki pesona yang menarik perhatian anak laki-laki, membuatnya lebih mudah untuk mengumpulkan hati.

Kompetisi antara Chocolat dan Vanilla meningkat, dan mereka berdua mulai mengumpulkan hati dengan berbagai warna. Hati oranye menunjukkan rasa kagum, hati merah menunjukkan cinta, dan hati hijau menunjukkan persahabatan. Mereka menyimpan hati-hati ini dalam wadah khusus yang disebut Sacré Coeur.

Namun, di balik persaingan mereka, bayangan mulai muncul. Kekuatan jahat yang dikenal sebagai Ogres, yang dipimpin oleh Pangeran Pierre yang misterius dan dingin, mulai mengincar hati manusia, khususnya hati murni yang dimiliki Vanilla. Pierre sendiri tampaknya memiliki minat khusus pada Chocolat dan sering kali muncul di dekatnya.

ACT 2 (Conflict)

Ogres mulai menyebabkan kekacauan di dunia manusia, mencuri hati dan menyebarkan kegelapan. Chocolat dan Vanilla harus bekerja sama untuk melawan mereka, meskipun persaingan mereka terkadang menghalangi. Mereka belajar menggunakan sihir mereka untuk melindungi manusia dan mencoba memahami motif Pierre.

Vanilla semakin tertekan karena Pierre terus mendekatinya, dan ia merasakan tarikan yang kuat ke arahnya. Sementara itu, Chocolat menjadi semakin curiga terhadap Pierre dan mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ia mulai mempertanyakan perasaannya sendiri terhadap Pierre, karena meskipun ia tahu bahwa Pierre mungkin jahat, ia tidak bisa mengabaikan daya tariknya.

Chocolat dan Vanilla bertemu dengan seorang penyihir tua bijaksana bernama Corne, yang memberi mereka petunjuk tentang sejarah dunia sihir dan ancaman sebenarnya yang dihadapi mereka. Corne mengungkapkan bahwa Ogres adalah makhluk yang dulunya penyihir tetapi telah dirusak oleh kebencian dan kegelapan. Corne juga memperingatkan Chocolat dan Vanilla tentang bahaya dari hati hitam, hati yang dipenuhi dengan kebencian dan kecemburuan.

Pierre akhirnya mengungkapkan identitas aslinya kepada Chocolat dan Vanilla. Ia bukan pangeran biasa, tetapi ia adalah pewaris tahta Ogres. Ia ingin mengumpulkan hati yang cukup untuk membuka gerbang ke dunia iblis dan memimpin pasukannya untuk menaklukkan dunia sihir dan dunia manusia.

Vanilla, yang hatinya murni dan rentan, menjadi target utama Pierre. Ia mencoba untuk mencuri hatinya, tetapi Chocolat campur tangan dan menyelamatkannya. Namun, dalam prosesnya, Chocolat terluka dan hatinya diwarnai dengan kegelapan.

ACT 3 (Climax)

Chocolat, yang sekarang sebagian dikendalikan oleh kegelapan, menjadi lebih agresif dan kejam. Ia mulai menggunakan sihirnya untuk menyakiti orang lain, dan hubungannya dengan Vanilla memburuk. Vanilla mencoba untuk menjangkau Chocolat dan membantunya mengatasi kegelapan, tetapi Chocolat menolaknya.

Pierre menggunakan kelemahan Chocolat untuk memanipulasinya. Ia menjanjikan Chocolat kekuatan dan kekuasaan jika ia bergabung dengannya. Chocolat, yang tergoda oleh janjinya, hampir menyerah pada kegelapan.

Namun, Vanilla tidak menyerah pada Chocolat. Ia memutuskan untuk menghadapi Chocolat secara langsung dan mencoba mengingatkannya tentang persahabatan mereka. Mereka bertarung satu sama lain, tetapi Vanilla menolak untuk menyakiti Chocolat. Ia hanya ingin menyelamatkannya dari kegelapan.

Akhirnya, Vanilla berhasil menjangkau Chocolat. Ia mengingatkannya tentang semua kenangan indah yang mereka bagi bersama dan tentang pentingnya persahabatan mereka. Chocolat, yang tersentuh oleh kata-kata Vanilla, berhasil melepaskan diri dari cengkeraman kegelapan.

Chocolat dan Vanilla, yang sekarang bersatu sekali lagi, memutuskan untuk menghadapi Pierre dan menghentikannya dari melaksanakan rencananya. Mereka bergabung dengan kekuatan dengan penyihir lain dan manusia yang telah mereka bantu, dan mereka melancarkan serangan ke benteng Pierre.

Pertempuran melawan Pierre sangat sengit. Ia sangat kuat dan memiliki pasukan Ogres yang besar. Namun, Chocolat dan Vanilla tidak menyerah. Mereka menggunakan semua kekuatan mereka dan sihir mereka untuk melawan Pierre dan pasukannya.

ACT 4 (Resolution)

Selama pertempuran klimaks, Vanilla menyadari bahwa kunci untuk mengalahkan Pierre adalah dengan memurnikan hatinya yang telah dicemari oleh kegelapan. Ia menggunakan sihir terkuatnya, sihir cinta dan harapan, untuk menjangkau hati Pierre.

Vanilla berhasil menyentuh hati Pierre, dan ia merasakan secercah cahaya di dalam dirinya. Ia menyadari bahwa ia telah tertipu dan bahwa kegelapan telah membutakannya. Ia memutuskan untuk menolak kegelapan dan bergabung dengan Chocolat dan Vanilla dalam perjuangan mereka.

Bersama-sama, Chocolat, Vanilla, dan Pierre mengalahkan Ogres dan menutup gerbang ke dunia iblis. Dunia sihir dan dunia manusia aman sekali lagi.

Setelah pertempuran, Pierre menebus kesalahannya dengan membantu membangun kembali dunia yang telah dirusak oleh Ogres. Chocolat dan Vanilla kembali ke dunia sihir, di mana mereka melanjutkan persaingan mereka untuk menjadi Ratu.

Namun, persaingan mereka sekarang lebih bersahabat dan lebih didasarkan pada saling menghormati. Mereka tahu bahwa persahabatan mereka lebih penting daripada mahkota dan bahwa mereka akan selalu ada untuk satu sama lain.

Pada akhirnya, Chocolat dan Vanilla menyadari bahwa cinta dan persahabatan adalah kekuatan yang paling kuat dari semuanya. Mereka belajar bahwa dengan bekerja sama, mereka dapat mengatasi rintangan apa pun dan bahwa mereka akan selalu menjadi sahabat selamanya.

Kisah berakhir dengan Chocolat dan Vanilla menatap masa depan, siap menghadapi tantangan apa pun yang mungkin menghadang mereka, tahu bahwa mereka akan selalu memiliki satu sama lain.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya