Straight Until He Kissed Me - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 6 menit membaca

ACT 1 (Setup)

Ryan, seorang pria straight dan populer yang bekerja sebagai konsultan keuangan, hidup nyaman dengan pacarnya, Stephanie, seorang wanita cantik dan ambisius yang bekerja di bidang marketing. Mereka berencana menikah dan membeli apartemen bersama. Ryan digambarkan sebagai pria yang sangat konvensional, memperhatikan penampilannya, menyukai olahraga dan berkumpul dengan teman-teman lelakinya.

Salah satu sahabat Ryan, Josh, adalah seorang gay yang bekerja sebagai desainer interior. Josh adalah kebalikan dari Ryan, ekspresif, artistik, dan tidak takut menunjukkan jati dirinya. Meskipun berbeda, Ryan dan Josh memiliki ikatan persahabatan yang kuat sejak kecil.

Stephanie, meskipun mencintai Ryan, merasa sedikit frustrasi dengan kekakuan dan kurangnya spontanitas Ryan. Dia seringkali merasa seperti Ryan lebih mementingkan karir dan citra dirinya daripada dirinya.

Suatu malam, saat Ryan dan Stephanie makan malam dengan Josh, Stephanie mengeluh tentang kencan mereka yang membosankan. Josh, dengan gaya bercandanya yang khas, menantang Ryan untuk keluar dari zona nyamannya. Dia menyarankan Ryan untuk melakukan sesuatu yang gila, sesuatu yang tidak terduga.

Setelah makan malam, Ryan dan Stephanie berdebat kecil tentang tantangan Josh. Stephanie merasa Ryan terlalu peduli dengan apa yang orang lain pikirkan. Ryan membela diri dengan mengatakan bahwa dia hanya ingin membuat Stephanie bahagia dan aman.

Keesokan harinya di tempat kerja, Ryan bertemu dengan klien baru bernama Mr. Henderson, seorang investor kaya dan berpengaruh. Mr. Henderson sangat terkesan dengan presentasi Ryan dan mengundangnya untuk makan malam pribadi.

ACT 2 (Conflict)

Saat makan malam dengan Mr. Henderson, Ryan merasa sedikit tidak nyaman. Mr. Henderson terus-menerus memberikan pujian yang berlebihan dan tampaknya tertarik pada Ryan secara pribadi, bukan hanya sebagai konsultan keuangan.

Malam itu, setelah minum beberapa gelas anggur, Mr. Henderson membuat gerakan yang tidak terduga. Dia mencoba mencium Ryan. Ryan, terkejut dan panik, menolaknya dengan sopan. Mr. Henderson meminta maaf dan mengatakan bahwa dia salah paham.

Ryan pulang ke rumah dengan perasaan bingung dan terkejut. Dia tidak menceritakan kejadian itu pada Stephanie, karena takut dia akan bereaksi berlebihan.

Keesokan harinya, Mr. Henderson menelepon Ryan dan memintanya untuk bertemu lagi. Ryan menolak dengan tegas, mengatakan bahwa dia tidak tertarik pada hubungan romantis dengannya. Mr. Henderson menjadi marah dan mengancam akan menarik investasinya jika Ryan tidak mengubah pikirannya.

Ryan terjebak dalam situasi yang sulit. Dia tahu bahwa kehilangan investasi Mr. Henderson akan merugikan perusahaannya dan kariernya. Dia juga tahu bahwa dia tidak bisa mengkhianati perasaannya sendiri.

Dengan putus asa, Ryan mencari nasihat dari Josh. Dia menceritakan semuanya kepada Josh, termasuk kejadian di makan malam dan ancaman Mr. Henderson.

Josh terkejut dengan cerita Ryan. Dia menyarankan Ryan untuk jujur kepada Stephanie dan menghadapi Mr. Henderson bersama-sama. Dia juga mengingatkan Ryan bahwa dia tidak perlu melakukan apa pun yang tidak ingin dia lakukan.

Setelah berbicara dengan Josh, Ryan memutuskan untuk memberitahu Stephanie tentang apa yang terjadi. Stephanie marah dan kecewa pada Ryan karena menyembunyikan kebenaran darinya. Namun, dia juga memahami tekanan yang dihadapi Ryan dan bersedia mendukungnya.

Bersama-sama, Ryan dan Stephanie menyusun rencana untuk menghadapi Mr. Henderson. Mereka memutuskan untuk merekam percakapan mereka dengan Mr. Henderson sebagai bukti jika dia mencoba melakukan sesuatu yang ilegal.

ACT 3 (Climax)

Ryan dan Stephanie menemui Mr. Henderson di kantornya. Ryan mengatakan kepada Mr. Henderson bahwa dia tidak akan mengabulkan permintaannya dan bahwa dia akan melaporkannya kepada pihak berwenang jika dia terus mengganggunya.

Mr. Henderson menjadi sangat marah dan mencoba untuk menyerang Ryan. Stephanie berhasil merekam semuanya dengan teleponnya. Mr. Henderson menyadari bahwa dia telah dipermainkan dan mencoba melarikan diri.

Ryan dan Stephanie memanggil polisi dan Mr. Henderson ditangkap karena pelecehan dan percobaan penyerangan. Kasus ini menjadi berita utama dan perusahaan Ryan mendapat publisitas negatif.

Ryan dipecat dari pekerjaannya karena skandal tersebut. Stephanie mendukung Ryan sepenuhnya dan mengatakan bahwa dia bangga padanya karena telah melakukan hal yang benar.

Ryan merasa putus asa dan tidak yakin tentang masa depannya. Dia mulai mempertanyakan semua yang dia yakini tentang dirinya sendiri dan hidupnya.

Suatu malam, saat Ryan dan Josh sedang minum di bar, Josh menyarankan Ryan untuk mencoba sesuatu yang baru. Dia menantang Ryan untuk menciumnya. Ryan, terkejut dan bingung, ragu-ragu.

Josh meyakinkan Ryan bahwa tidak ada salahnya mencoba. Dia mengatakan bahwa ciuman hanyalah ciuman dan bahwa itu tidak akan mengubah siapa Ryan sebenarnya.

Dengan ragu, Ryan setuju untuk mencium Josh. Saat bibir mereka bersentuhan, Ryan merasakan sensasi yang aneh namun familiar. Dia tidak bisa menjelaskan apa yang dia rasakan, tetapi dia tahu bahwa ciuman itu telah membangkitkan sesuatu dalam dirinya.

Ryan dan Josh berciuman lagi. Ciuman itu menjadi lebih intens dan penuh gairah. Ryan menyadari bahwa dia menikmati ciuman itu. Dia tidak menyangka akan merasa seperti ini.

Setelah ciuman itu, Ryan dan Josh merasa canggung dan bingung. Mereka tidak tahu apa yang harus mereka katakan atau lakukan. Mereka memutuskan untuk mengakhiri malam itu dan pergi ke rumah masing-masing.

ACT 4 (Resolution)

Keesokan harinya, Ryan dan Josh menghindari satu sama lain. Mereka tidak tahu bagaimana menghadapi apa yang telah terjadi.

Stephanie memperhatikan bahwa Ryan sedang murung dan khawatir. Dia bertanya pada Ryan apa yang salah. Ryan akhirnya menceritakan semuanya kepada Stephanie, termasuk ciumannya dengan Josh.

Stephanie terkejut dan terluka dengan pengakuan Ryan. Dia membutuhkan waktu untuk mencerna informasi itu. Setelah beberapa saat, dia mengatakan kepada Ryan bahwa dia mencintainya dan bahwa dia ingin bersamanya, tetapi dia tidak yakin apakah dia bisa mengatasi kenyataan bahwa Ryan mungkin tidak sepenuhnya straight.

Ryan menyadari bahwa dia harus jujur pada dirinya sendiri dan pada Stephanie. Dia memutuskan untuk mengambil waktu untuk menjelajahi perasaannya dan mencari tahu siapa dia sebenarnya.

Ryan dan Stephanie memutuskan untuk berpisah sementara. Mereka sepakat untuk tetap berteman dan melihat apa yang akan terjadi di masa depan.

Ryan mulai menghabiskan lebih banyak waktu dengan Josh. Mereka berbicara tentang perasaan mereka dan saling mendukung. Ryan menyadari bahwa dia memiliki perasaan yang kuat terhadap Josh, tetapi dia tidak yakin apakah itu hanya persahabatan atau lebih.

Suatu malam, saat Ryan dan Josh sedang menonton film di rumah Josh, mereka berciuman lagi. Kali ini, ciuman itu terasa lebih alami dan nyaman. Ryan menyadari bahwa dia mencintai Josh.

Ryan dan Josh memutuskan untuk menjalin hubungan. Stephanie mendukung keputusan mereka dan mengatakan bahwa dia bahagia untuk mereka.

Ryan dan Josh membangun kehidupan bersama. Mereka menghadapi tantangan dan kesulitan, tetapi cinta mereka tetap kuat. Ryan akhirnya menerima dirinya sendiri dan menemukan kebahagiaan sejati.

Film berakhir dengan Ryan dan Josh berpegangan tangan, berjalan menuju masa depan yang tidak pasti, tetapi penuh dengan cinta dan harapan.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya