Stationed At Home - Cerita Lengkap
ACT 1 (Setup)
Film dimulai dengan memperkenalkan keluarga Prasetyo: Bayu, seorang manajer pemasaran yang workaholic, istrinya, Ratna, seorang ibu rumah tangga yang merasa kesepian dan terabaikan, dan kedua anak mereka, Rino yang remaja dan sibuk dengan dunianya sendiri, dan Rina yang masih kecil dan sangat merindukan perhatian orang tuanya. Bayu selalu terlambat pulang karena pekerjaan, bahkan sering bekerja di akhir pekan. Ratna berusaha menyeimbangkan mengurus rumah tangga dan mencoba memahami kesibukan suaminya, namun rasa frustrasinya semakin menumpuk. Rino lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah bersama teman-temannya, sementara Rina sering mengeluh karena tidak ada yang menemaninya bermain.
Suatu pagi, Bayu menerima telepon dari kantor yang mengabarkan bahwa perusahaannya menerapkan kebijakan baru: seluruh karyawan diwajibkan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) tanpa batas waktu yang jelas. Awalnya, Bayu merasa senang karena bisa lebih dekat dengan keluarganya. Ratna juga menyambut berita ini dengan gembira, berharap Bayu akan lebih banyak meluangkan waktu untuk mereka.
Hari pertama WFH berjalan kacau. Bayu kesulitan berkonsentrasi karena gangguan dari anak-anaknya. Rino terus-menerus meminta koneksi internet untuk bermain game online, sementara Rina selalu datang menemuinya di ruang kerja daruratnya untuk meminta ditemani menggambar atau bermain. Ratna berusaha menengahi, namun dia sendiri merasa kewalahan dengan perubahan rutinitas yang mendadak.
Di kantor, rekan-rekan Bayu juga mengalami kesulitan yang sama. Mereka saling menelepon dan bertukar keluh kesah tentang tantangan WFH, mulai dari gangguan anak-anak, masalah koneksi internet, hingga kesulitan memisahkan waktu kerja dan waktu keluarga. Kepala bagian mereka, Pak Hendro, berusaha menenangkan mereka dan mengingatkan mereka untuk tetap profesional dan produktif.
ACT 2 (Conflict)
Minggu-minggu berikutnya semakin memperburuk keadaan. Bayu semakin stres karena tuntutan pekerjaan yang tidak berkurang, ditambah lagi dengan gangguan dari rumah yang semakin intens. Dia mulai melampiaskan kemarahannya pada Ratna dan anak-anaknya. Ratna merasa semakin kecewa karena Bayu ternyata tetap tidak punya waktu untuk mereka, bahkan dengan WFH. Rino semakin menjauh dan lebih memilih menghabiskan waktu di luar rumah, sementara Rina menjadi lebih pendiam dan sering menyendiri.
Hubungan Bayu dan Ratna semakin memburuk. Mereka sering bertengkar karena masalah sepele, mulai dari urusan rumah tangga hingga cara mendidik anak. Bayu merasa Ratna tidak mengerti tekanan yang dia alami di tempat kerja, sementara Ratna merasa Bayu tidak menghargai pengorbanannya sebagai ibu rumah tangga.
Suatu hari, Bayu menerima tugas penting dari Pak Hendro untuk presentasi produk baru di depan klien besar. Bayu harus mempersiapkan presentasi tersebut dengan matang, namun dia kesulitan fokus karena gangguan dari rumah. Dia menjadi semakin frustrasi dan temperamennya semakin tidak terkendali.
Ratna mencoba membantu Bayu dengan menjaga anak-anak tetap tenang dan menyediakan makanan serta minuman. Namun, usahanya justru membuat Bayu semakin marah. Dia merasa Ratna terlalu mengatur dan tidak membiarkannya bekerja dengan tenang. Pertengkaran besar pun terjadi antara Bayu dan Ratna. Ratna akhirnya memutuskan untuk pergi dari rumah dan membawa Rina bersamanya.
Bayu merasa bersalah dan menyesal setelah Ratna pergi. Dia menyadari bahwa dia telah terlalu fokus pada pekerjaan dan mengabaikan keluarganya. Dia mencoba menghubungi Ratna, namun Ratna tidak menjawab teleponnya. Bayu merasa putus asa dan tidak tahu harus berbuat apa.
ACT 3 (Climax)
Bayu akhirnya menyadari bahwa presentasi penting itu bertepatan dengan hari ulang tahun Rina. Dia memutuskan untuk membatalkan presentasi tersebut dan mencari Ratna dan Rina. Dia menelepon Rino dan meminta bantuannya untuk mencari mereka. Rino bersedia membantu, meskipun dia masih marah pada Bayu karena telah menyakiti ibunya.
Bayu dan Rino mencari Ratna dan Rina ke tempat-tempat yang sering mereka kunjungi, namun tidak berhasil menemukan mereka. Akhirnya, Rino teringat bahwa Ratna sering membawa Rina ke taman bermain di dekat rumah neneknya. Mereka bergegas menuju taman bermain tersebut.
Di taman bermain, Bayu melihat Ratna dan Rina sedang bermain ayunan. Dia menghampiri mereka dan meminta maaf atas semua kesalahannya. Ratna awalnya enggan memaafkan Bayu, namun dia luluh ketika melihat ketulusan di mata Bayu. Rina berlari memeluk Bayu dan memintanya untuk tidak pergi lagi.
Bayu menjelaskan kepada Ratna bahwa dia telah membatalkan presentasinya dan berjanji akan lebih memperhatikan keluarganya. Dia mengakui bahwa dia telah salah dalam memprioritaskan pekerjaan di atas keluarganya. Ratna memaafkan Bayu dan mereka berpelukan.
Tiba-tiba, telepon Bayu berdering. Pak Hendro menelepon dan menanyakan mengapa Bayu tidak menghadiri presentasi. Bayu menjelaskan situasinya dan meminta maaf karena telah mengecewakan Pak Hendro. Pak Hendro awalnya marah, namun dia akhirnya memahami situasi Bayu dan memintanya untuk segera kembali ke rumah.
ACT 4 (Resolution)
Bayu, Ratna, dan Rina kembali ke rumah bersama. Rino menyusul mereka dan ikut bergabung. Mereka makan malam bersama dan saling bercerita tentang apa yang telah mereka alami. Bayu berjanji akan meluangkan lebih banyak waktu untuk keluarganya dan belajar menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Keesokan harinya, Bayu kembali bekerja dari rumah dengan semangat baru. Dia mengatur jadwal kerjanya dengan lebih baik dan menyisihkan waktu untuk bermain dengan Rina dan berbicara dengan Rino. Dia juga lebih sering membantu Ratna dalam urusan rumah tangga.
Hubungan Bayu dan Ratna semakin membaik. Mereka belajar saling memahami dan menghargai satu sama lain. Rino juga mulai membuka diri dan lebih dekat dengan keluarganya. Rina merasa bahagia karena kedua orang tuanya kembali akur dan memberikan perhatian yang cukup padanya.
Kebijakan WFH ternyata membawa dampak positif bagi keluarga Prasetyo. Meskipun awalnya sulit, mereka akhirnya berhasil mengatasi tantangan tersebut dan mempererat hubungan mereka. Bayu belajar bahwa keluarga adalah hal yang paling penting dalam hidupnya, dan bahwa pekerjaan hanyalah sebagian kecil dari kehidupan. Film berakhir dengan keluarga Prasetyo yang bahagia dan harmonis, menikmati waktu bersama di rumah mereka.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.