Some Of Us Watch The Sunset, Too - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 4 menit membaca

ACT 1 (Setup)

Film dibuka dengan pemandangan Kota Bandung yang ramai, namun fokus segera tertuju pada Anya, seorang perempuan muda yang bekerja sebagai barista di sebuah kafe kecil. Anya tampak murung dan penyendiri, sering melamun di tengah pekerjaannya. Kita mengetahui bahwa ia memiliki mimpi menjadi seorang fotografer profesional, namun terhambat oleh keterbatasan finansial dan rasa tidak percaya diri. Ia tinggal di rumah kontrakan sederhana bersama ibunya yang sakit-sakitan, Bu Lastri.

Scene selanjutnya memperkenalkan Reno, seorang musisi jalanan yang penuh semangat. Reno bermain gitar dan bernyanyi di jalanan untuk mencari nafkah. Ia memiliki mimpi untuk merekam album sendiri, namun juga menghadapi masalah finansial. Reno bertemu Anya di kafe tempat Anya bekerja. Reno seringkali datang ke kafe untuk sekadar minum kopi atau beristirahat. Mereka mulai saling mengenal, berbagi mimpi dan kesulitan masing-masing.

Hubungan Anya dan Reno berkembang perlahan. Reno berusaha menyemangati Anya untuk mengejar mimpinya menjadi fotografer. Ia meminta Anya untuk mengambil fotonya saat ia bermain musik. Foto-foto yang diambil Anya ternyata sangat bagus dan mendapat pujian dari orang-orang yang melihatnya. Anya mulai mendapatkan sedikit kepercayaan diri.

Di sisi lain, kesehatan Bu Lastri semakin memburuk. Anya harus bekerja lebih keras untuk membiayai pengobatan ibunya. Ia merasa semakin tertekan dan putus asa.

ACT 2 (Conflict)

Suatu hari, Anya mendapatkan tawaran pekerjaan yang cukup menjanjikan dari seorang fotografer pernikahan ternama di Bandung. Ia sangat senang dan berharap pekerjaan ini dapat membantunya membiayai pengobatan ibunya dan mewujudkan mimpinya. Namun, fotografer tersebut memintanya untuk memalsukan beberapa foto pernikahan agar terlihat lebih indah dan dramatis. Anya merasa dilema karena ia tidak ingin melakukan hal yang tidak jujur.

Reno mengetahui masalah yang dihadapi Anya. Ia menasehati Anya untuk mengikuti kata hatinya dan tidak mengorbankan integritasnya demi uang. Anya akhirnya memutuskan untuk menolak tawaran pekerjaan tersebut. Ia merasa lega karena telah membuat keputusan yang benar, namun juga khawatir tentang bagaimana ia akan membiayai pengobatan ibunya.

Keadaan semakin sulit ketika Bu Lastri harus dirawat di rumah sakit. Anya dan Reno berusaha mencari dana untuk biaya perawatan. Reno mengadakan konser amal di jalanan dan Anya menjual beberapa hasil fotonya. Mereka mendapat dukungan dari teman-teman dan orang-orang di sekitar mereka.

Namun, jumlah uang yang terkumpul masih belum cukup. Anya merasa semakin putus asa. Ia mulai mempertimbangkan untuk melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan prinsipnya demi mendapatkan uang. Reno berusaha mencegah Anya melakukan hal tersebut.

ACT 3 (Climax)

Anya mendapatkan tawaran pekerjaan dari seorang pengusaha yang ingin ia memotret produk-produknya dengan iming-iming bayaran yang sangat tinggi. Namun, Anya menyadari bahwa pengusaha tersebut melakukan praktik bisnis yang tidak etis. Ia kembali dihadapkan pada pilihan sulit antara uang dan integritas.

Reno berusaha meyakinkan Anya bahwa ia tidak boleh mengorbankan prinsipnya demi uang. Ia mengatakan bahwa uang bukanlah segalanya dan yang terpenting adalah kebahagiaan dan kedamaian batin. Anya akhirnya memutuskan untuk menolak tawaran pekerjaan tersebut.

Namun, tak lama kemudian, Bu Lastri meninggal dunia. Anya sangat terpukul dan merasa bersalah karena tidak dapat memberikan yang terbaik untuk ibunya. Ia menyalahkan dirinya sendiri atas kematian ibunya.

Reno berusaha menghibur Anya dan memberikan dukungan moral. Ia mengatakan bahwa Anya telah melakukan yang terbaik yang ia bisa dan bahwa ibunya pasti bangga padanya. Reno juga mengatakan bahwa kematian ibunya bukanlah akhir dari segalanya, tetapi awal dari babak baru dalam hidupnya.

ACT 4 (Resolution)

Setelah kematian ibunya, Anya merasa kehilangan arah. Reno terus memberikan dukungan dan semangat kepada Anya. Ia mengajak Anya untuk melakukan perjalanan ke berbagai tempat di Bandung dan mengabadikan keindahan kota tersebut melalui foto.

Anya mulai menemukan kembali semangat hidupnya melalui fotografi. Ia mulai mengambil foto-foto yang lebih personal dan bermakna. Foto-foto tersebut menceritakan tentang kehidupan, cinta, kehilangan, dan harapan.

Reno terus mendukung Anya dalam mewujudkan mimpinya menjadi fotografer profesional. Ia membantu Anya untuk memamerkan hasil karyanya di sebuah galeri seni. Pameran tersebut mendapatkan sambutan yang positif dari masyarakat.

Anya akhirnya berhasil mewujudkan mimpinya menjadi fotografer profesional. Ia menjadi fotografer yang terkenal dan diakui karena karya-karyanya yang indah dan bermakna. Ia juga menggunakan hasil karyanya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.

Reno akhirnya berhasil merekam albumnya sendiri. Lagu-lagunya menjadi populer dan menginspirasi banyak orang. Reno dan Anya terus saling mendukung dan mencintai. Mereka menyadari bahwa kebahagiaan sejati terletak pada persahabatan, cinta, dan mengejar mimpi. Film berakhir dengan Anya dan Reno duduk bersama menikmati matahari terbenam di Bandung, merenungkan perjalanan hidup mereka dan bersyukur atas apa yang telah mereka capai. Mereka belajar bahwa bahkan di tengah kesulitan dan kesedihan, selalu ada keindahan dan harapan yang bisa ditemukan jika kita mau melihatnya. Some of us watch the sunset, too.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya