Snow White - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 4 menit membaca

Pada suatu masa, di sebuah kerajaan yang megah, hiduplah seorang ratu yang sangat cantik dan baik hati. Suatu hari di musim dingin, ketika ratu sedang menjahit di dekat jendela berbingkai ebony, jarinya tertusuk jarum. Tiga tetes darah menetes ke salju yang putih bersih. Terpukau oleh kontras warna yang mencolok, ratu berdoa agar ia dikaruniai seorang putri dengan kulit seputih salju, bibir semerah darah, dan rambut sehitam kayu ebony. Tak lama kemudian, doanya terkabul, dan ia melahirkan seorang putri yang dinamai Putri Salju. Sayangnya, tak lama setelah melahirkan, sang ratu meninggal dunia.

Beberapa waktu kemudian, sang raja menikah lagi dengan seorang wanita yang sangat cantik, namun memiliki hati yang dingin dan penuh iri hati. Ratu baru ini memiliki sebuah cermin ajaib yang selalu ia tanyai siapa wanita tercantik di negeri itu. Cermin itu selalu menjawab bahwa dialah wanita tercantik. Ratu sangat senang dengan jawaban itu.

ACT 1 (Setup)

Putri Salju tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik dan baik hati. Kecantikannya semakin hari semakin bertambah, hingga suatu hari ketika Ratu bertanya kepada cerminnya, cermin itu menjawab, "Wahai Ratu, engkaulah yang tercantik di sini, namun Putri Salju seribu kali lebih cantik dari dirimu." Mendengar jawaban itu, sang Ratu menjadi sangat marah dan dipenuhi rasa iri. Ia memanggil seorang pemburu dan memerintahkannya untuk membawa Putri Salju ke hutan dan membunuhnya. Sebagai bukti kematiannya, ia meminta jantung Putri Salju dibawa kembali kepadanya.

Sang pemburu membawa Putri Salju ke hutan, namun ia tidak tega membunuhnya. Ia menceritakan perintah Ratu yang jahat itu dan memohon agar Putri Salju melarikan diri sejauh mungkin. Sebagai bukti kepada Ratu, ia membunuh seekor babi hutan dan mengambil jantungnya.

Putri Salju berlari sejauh mungkin ke dalam hutan belantara. Ia tersesat dan ketakutan, sampai akhirnya ia menemukan sebuah pondok kecil. Karena lelah, ia masuk ke dalam pondok itu dan menemukan tujuh tempat tidur kecil berderet. Ia menyimpulkan bahwa pondok itu pasti milik tujuh kurcaci. Karena sangat lelah, ia naik ke salah satu tempat tidur dan tertidur lelap.

ACT 2 (Conflict)

Ketika malam tiba, tujuh kurcaci, yang bekerja sebagai penambang, kembali ke rumah. Mereka terkejut menemukan Putri Salju sedang tertidur di salah satu tempat tidur mereka. Putri Salju terbangun dan menceritakan kisahnya. Para kurcaci merasa kasihan padanya dan mengizinkannya tinggal bersama mereka, asalkan ia menjaga rumah dan memasak untuk mereka. Putri Salju setuju dengan senang hati.

Sementara itu, Ratu telah bertanya lagi kepada cerminnya siapa wanita tercantik di negeri itu. Cermin itu menjawab, "Wahai Ratu, engkaulah yang tercantik di sini, namun di balik tujuh gunung, di rumah tujuh kurcaci, Putri Salju seribu kali lebih cantik dari dirimu." Ratu sangat marah mengetahui bahwa Putri Salju masih hidup dan telah menipunya. Ia memutuskan untuk mengambil tindakan sendiri.

Ratu menyamar sebagai seorang wanita tua penjual barang. Ia pergi ke rumah para kurcaci ketika mereka sedang bekerja di tambang. Ia menawarkan pita korset yang indah kepada Putri Salju. Putri Salju tertarik dan membeli pita itu. Ratu yang menyamar mengencangkan pita korset itu begitu erat hingga Putri Salju pingsan dan tampak seperti orang mati. Ratu kembali ke istana dengan puas.

Ketika para kurcaci pulang, mereka menemukan Putri Salju tergeletak tak bernyawa di lantai. Mereka sangat sedih dan tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Mereka membuat peti mati kaca untuk Putri Salju dan menempatkannya di tengah hutan.

ACT 3 (Climax)

Waktu berlalu. Suatu hari, seorang pangeran tampan sedang berburu di hutan dan melihat peti mati kaca itu. Ia terpukau oleh kecantikan Putri Salju dan meminta para kurcaci untuk membiarkannya membawa peti mati itu ke istananya. Para kurcaci awalnya menolak, tetapi akhirnya mengalah karena desakan sang pangeran.

Ketika para pembawa peti mati sedang mengangkat peti itu, mereka tersandung. Guncangan itu menyebabkan sepotong apel beracun yang tersangkut di tenggorokan Putri Salju keluar. Putri Salju terbangun dan membuka matanya.

Pangeran sangat senang melihat Putri Salju hidup kembali. Ia menyatakan cintanya padanya, dan Putri Salju membalas cintanya.

ACT 4 (Resolution)

Pangeran membawa Putri Salju ke istananya, di mana mereka bersiap untuk menikah. Mereka mengundang semua orang ke pesta pernikahan, termasuk Ratu yang jahat.

Ketika Ratu tiba di pesta pernikahan, ia tidak mengenali Putri Salju. Namun, ketika ia melihat pengantin wanita, ia bertanya kepada cerminnya siapa wanita tercantik di negeri itu. Cermin itu menjawab, "Wahai Ratu, engkaulah yang tercantik di sini, namun pengantin wanita seribu kali lebih cantik dari dirimu."

Ratu yang jahat menyadari bahwa pengantin wanita itu adalah Putri Salju. Ia sangat marah dan ketakutan. Sebagai hukuman atas kejahatannya, Ratu dipaksa menari dengan sepatu besi yang dipanaskan di atas api hingga ia meninggal dunia.

Putri Salju dan Pangeran menikah dan hidup bahagia selamanya.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya