Simple Minds: Everything Is Possible - Cerita Lengkap
Simple Minds: Everything Is Possible
ACT 1 (Setup)
Film dibuka dengan cuplikan arsip Simple Minds dari awal karir mereka, menampilkan energi mentah dan ambisi besar mereka di panggung musik post-punk Skotlandia. Suara gitar yang bergema dan drum yang berdentum dipadukan dengan visual hitam putih yang kasar, menangkap semangat pemberontakan anak muda. Narator memperkenalkan band ini sebagai sekelompok seniman yang menentang konvensi dan berani mengejar visi musik mereka yang unik.
Kita kemudian beralih ke masa kini, di mana John Kerr, seorang jurnalis musik yang berdedikasi, sedang meneliti tentang Simple Minds untuk sebuah artikel yang akan diterbitkan dalam sebuah majalah bergengsi. Kerr mempelajari arsip lama, rekaman konser, dan wawancara, mencoba memahami perjalanan dan warisan band ini. Dia merasa terinspirasi oleh tekad dan kreativitas Simple Minds, tetapi juga penasaran dengan pasang surut yang mereka alami sepanjang karir mereka.
Kerr bertemu dengan beberapa mantan anggota band dan kolaborator kunci, termasuk Derek Forbes, bassist orisinal Simple Minds. Forbes berbagi kenangan manis tentang hari-hari awal band, persahabatan mereka, dan gairah mereka untuk menciptakan musik baru. Dia juga mengakui tantangan dan perpecahan yang akhirnya menyebabkan kepergiannya dari band.
Film kemudian memperkenalkan dua anggota inti Simple Minds, Jim Kerr (vokalis) dan Charlie Burchill (gitaris). Mereka duduk bersama dalam sebuah studio rekaman, merefleksikan perjalanan panjang mereka sebagai band. Jim Kerr berbicara tentang ambisinya yang tak tergoyahkan untuk mencapai kesuksesan global, sementara Charlie Burchill membahas obsesinya untuk menciptakan suara gitar yang ikonik dan abadi.
ACT 2 (Conflict)
Kerr melakukan perjalanan ke berbagai lokasi yang penting bagi sejarah Simple Minds, termasuk tempat-tempat konser kecil di Glasgow di mana mereka pertama kali tampil, dan studio rekaman terkenal di London di mana mereka merekam album-album hits mereka. Dia mewawancarai penggemar fanatik Simple Minds dari seluruh dunia, yang berbagi cerita tentang bagaimana musik band ini telah memengaruhi hidup mereka.
Film menyelidiki periode puncak kesuksesan Simple Minds di era 1980-an, ketika mereka merilis album-album laris seperti "New Gold Dream (81-82-83-84)" dan "Once Upon a Time." Video musik mereka diputar di MTV, dan mereka menjadi headliner di stadion-stadion di seluruh dunia. Namun, kesuksesan yang cepat ini juga membawa tekanan dan tantangan baru.
Ketegangan mulai muncul di antara anggota band karena perbedaan visi musik dan gaya hidup. Jim Kerr menghadapi kritik atas persona publiknya dan hubungannya yang dipublikasikan dengan selebriti. Charlie Burchill merasa frustrasi dengan tekanan untuk terus menciptakan hits komersial.
Film membahas kontroversi sekitar lagu Simple Minds "Don't You (Forget About Me)," yang ditulis oleh Keith Forsey dan Steve Schiff untuk film "The Breakfast Club." Meskipun lagu ini menjadi hit terbesar mereka, beberapa anggota band merasa tidak yakin dengan arah musik yang lebih pop yang mereka ambil.
ACT 3 (Climax)
Film menjelajahi periode penurunan komersial Simple Minds di era 1990-an dan 2000-an. Album-album mereka kurang sukses, dan mereka kehilangan sebagian besar basis penggemar mereka. Jim Kerr dan Charlie Burchill menghadapi pertanyaan tentang apakah mereka harus terus mengejar musik atau bubar saja.
Film mencapai klimaksnya dengan rekaman konser Simple Minds di stadion Hampden Park di Glasgow pada tahun 2018. Di depan kerumunan penggemar yang antusias, band ini memainkan lagu-lagu hits mereka dengan energi dan semangat yang baru. Jim Kerr berterima kasih kepada para penggemar atas dukungan mereka yang tak tergoyahkan selama bertahun-tahun.
Selama konser, terjadi momen refleksi yang mendalam di panggung. Jim Kerr dan Charlie Burchill, yang sebelumnya tampak terasingkan, saling menatap dan tersenyum. Mereka menyadari bahwa musik dan persahabatan mereka lebih penting daripada perselisihan dan tantangan yang mereka hadapi di masa lalu.
ACT 4 (Resolution)
Film ditutup dengan Jim Kerr dan Charlie Burchill berbicara tentang masa depan Simple Minds. Mereka menegaskan kembali komitmen mereka untuk terus menciptakan musik baru dan tampil untuk para penggemar mereka. Mereka mengakui bahwa perjalanan mereka tidak selalu mudah, tetapi mereka bangga dengan apa yang telah mereka capai bersama.
Kerr, sang jurnalis musik, menyelesaikan artikelnya tentang Simple Minds. Dia menyimpulkan bahwa Simple Minds adalah band yang telah bertahan selama bertahun-tahun karena visi musik mereka yang unik, tekad mereka yang tak tergoyahkan, dan hubungan yang mendalam antara Jim Kerr dan Charlie Burchill.
Film diakhiri dengan montase klip konser Simple Minds dari berbagai era, diiringi oleh lagu-lagu hits mereka. Pesan yang jelas adalah bahwa Simple Minds adalah band yang telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi sejarah musik rock dan bahwa warisan mereka akan terus hidup.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.