Ruth & Boaz - Cerita Lengkap
ACT 1 (Setup)
Di tanah Moab, Naomi, seorang wanita Israel, hidup bersama suaminya Elimelek dan dua putranya, Mahlon dan Kiliyon. Sebuah kelaparan memaksa keluarga itu untuk mengungsi dari Betlehem ke Moab. Di sana, Elimelek meninggal, meninggalkan Naomi seorang janda dengan kedua putranya. Mahlon menikahi Ruth, seorang wanita Moab, dan Kiliyon menikahi Orpa, juga seorang wanita Moab. Setelah sekitar sepuluh tahun, kedua putra Naomi meninggal, meninggalkan Naomi, Ruth, dan Orpa sebagai janda. Naomi memutuskan untuk kembali ke tanah airnya, Betlehem, karena mendengar bahwa Tuhan telah melimpahkan berkat-Nya kepada umat-Nya.
Naomi bersiap untuk perjalanan kembali ke Betlehem. Dia mendesak kedua menantunya untuk kembali ke rumah ibu mereka dan menikahi pria Moab lainnya. Dia merasa tidak ada yang tersisa untuk diberikan kepada mereka, dan dia tidak ingin mereka menderita bersamanya. Orpa, setelah mencium Naomi selamat tinggal, memutuskan untuk kembali kepada keluarganya di Moab. Ruth, sebaliknya, menolak untuk meninggalkan Naomi. Ruth bersumpah setia kepada Naomi, mengatakan bahwa ke mana Naomi pergi, Ruth akan pergi, dan di mana Naomi tinggal, Ruth akan tinggal. Agama Naomi akan menjadi agama Ruth, dan umat Naomi akan menjadi umat Ruth. Ruth bersikeras bahwa hanya kematian yang akan memisahkan mereka. Dengan berat hati, Naomi mengizinkan Ruth untuk menemaninya.
Mereka tiba di Betlehem tepat pada awal musim panen jelai. Naomi dan Ruth sangat miskin dan tidak memiliki cara untuk mencari nafkah.
ACT 2 (Conflict)
Ruth pergi ke ladang untuk memungut sisa-sisa hasil panen yang tertinggal oleh para penuai, sebuah hak yang diberikan kepada orang miskin dalam hukum Israel. Secara kebetulan, dia berakhir di ladang milik Boaz, seorang pria kaya dan berpengaruh yang merupakan kerabat dari almarhum suami Naomi. Boaz memperhatikan Ruth dan bertanya kepada mandornya tentang dirinya. Mandor itu memberi tahu Boaz bahwa Ruth adalah wanita Moab yang datang bersama Naomi. Boaz terkesan dengan kesetiaan Ruth kepada Naomi dan ketekunannya dalam bekerja.
Boaz mendekati Ruth dan memuji dia karena telah meninggalkan tanah airnya untuk merawat Naomi. Dia memperingatkan Ruth untuk tetap bekerja di ladangnya dan melarang para pemuda mengganggunya. Dia juga menawarkan Ruth air dan makanan. Ruth terharu oleh kebaikan Boaz dan bertanya mengapa dia begitu baik padanya, seorang asing. Boaz menjelaskan bahwa dia telah mendengar tentang semua yang telah dilakukan Ruth untuk Naomi sejak kematian suaminya. Dia mengagumi kesetiaan dan pengorbanan Ruth.
Ruth terus memungut sisa-sisa hasil panen di ladang Boaz sepanjang musim panen. Naomi sangat senang dengan kebaikan Boaz kepada Ruth dan mulai merencanakan cara untuk membalasnya. Naomi menyadari bahwa Boaz adalah kerabat dekat almarhum suaminya, yang berarti dia adalah seorang penebus keluarga, seseorang yang berkewajiban untuk menikahi seorang janda dari keluarga itu untuk melestarikan nama dan warisan keluarga almarhum.
Naomi memberi tahu Ruth tentang peran penebus keluarga dan menyuruhnya untuk mengikuti instruksinya. Naomi menyuruh Ruth untuk mandi, memakai minyak wangi, dan mengenakan pakaian terbaiknya. Kemudian, pada malam penuaian, ketika Boaz sedang tidur di lantai ladang dekat tumpukan jelai untuk menjaganya, Ruth harus diam-diam pergi ke sana dan membuka penutup kakinya dan berbaring di sana. Naomi yakin bahwa Boaz akan memberi tahu Ruth apa yang harus dilakukan selanjutnya.
ACT 3 (Climax)
Ruth melakukan seperti yang diperintahkan Naomi. Di tengah malam, Boaz terbangun dan terkejut menemukan seorang wanita berbaring di kakinya. Dia bertanya siapa dia, dan Ruth menjawab bahwa dia adalah Ruth, hambanya. Ruth meminta Boaz untuk membentangkan sayap jubahnya atasnya, yang merupakan cara simbolis untuk meminta Boaz untuk menjadi penebusnya.
Boaz memuji Ruth karena telah memilih untuk mencari perlindungan dengannya, seorang pria yang lebih tua, daripada dengan pria-pria muda. Dia berjanji untuk melakukan apa yang diminta Ruth, tetapi dia menjelaskan bahwa ada seorang penebus keluarga yang lebih dekat darinya. Boaz berjanji untuk berbicara dengan penebus yang lebih dekat itu keesokan harinya dan memastikan apakah dia bersedia menebus Ruth. Jika penebus yang lebih dekat itu menolak, Boaz berjanji untuk menebus Ruth sendiri.
Keesokan harinya, Boaz pergi ke gerbang kota dan duduk di sana, menunggu penebus yang lebih dekat untuk lewat. Ketika dia lewat, Boaz memanggilnya dan meminta dia untuk duduk bersamanya. Boaz memanggil sepuluh tua-tua kota untuk menjadi saksi. Boaz menjelaskan kepada penebus yang lebih dekat bahwa Naomi sedang menjual sebidang tanah milik Elimelek. Boaz memberi tahu penebus yang lebih dekat bahwa dia memiliki hak untuk menebus tanah itu jika dia mau. Jika dia tidak mau, maka Boaz akan menebusnya.
Penebus yang lebih dekat setuju untuk menebus tanah itu. Kemudian Boaz melanjutkan dengan menjelaskan bahwa jika dia menebus tanah itu, dia juga harus menikahi Ruth, janda Mahlon, untuk melestarikan nama almarhum di atas warisannya. Mendengar hal ini, penebus yang lebih dekat itu menolak, dengan alasan bahwa hal itu akan merusak warisannya sendiri.
ACT 4 (Resolution)
Boaz kemudian menyatakan di hadapan para tua-tua dan seluruh masyarakat bahwa dia akan menebus tanah itu dan menikahi Ruth. Dia membeli kembali tanah milik Elimelek dan mengambil Ruth sebagai istrinya. Para tua-tua dan seluruh masyarakat memberkati Boaz dan Ruth.
Tuhan memberkati Ruth, dan dia mengandung dan melahirkan seorang putra. Naomi sangat bahagia dan merawat bayi itu seolah-olah dia adalah putranya sendiri. Para wanita di Betlehem menamai anak itu Obed. Obed adalah ayah dari Isai, dan Isai adalah ayah dari Daud, raja yang agung. Dengan demikian, Ruth, seorang wanita Moab, menjadi bagian dari garis keturunan Yesus Kristus. Kisah Ruth dan Boaz menjadi kisah penebusan, kesetiaan, dan berkat yang tak terduga. Kisah mereka menunjukkan bahwa Tuhan dapat menggunakan orang-orang dari segala bangsa dan latar belakang untuk memenuhi tujuan-Nya.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.