Royal Ballet & Opera: Turandot - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱ 4 menit membaca

Di sebuah kota yang megah dan misterius di Tiongkok, Putri Turandot memerintah dengan hati yang beku. Keindahan rupawannya menyimpan dendam yang membara, membalas perbuatan keji yang menimpa leluhurnya. Ia menetapkan syarat yang kejam bagi setiap pangeran yang datang melamar: tiga teka-teki maut. Jika gagal menjawab, kematian adalah ganjarannya. Istana dipenuhi tengkorak para pelamar yang gagal, menjadi peringatan mengerikan bagi siapapun yang berani menantang.

ACT 1 (Setup)

Kerumunan rakyat berkumpul di luar istana, menyaksikan hukuman mati seorang pangeran Persia yang gagal. Di antara kerumunan itu, Timur, raja Tartar yang digulingkan, hidup dalam pengasingan dan kemiskinan. Ia ditemani oleh seorang budak perempuan setia, LiĂč. Tiba-tiba, Timur mengenali seorang pemuda di antara kerumunan: CalĂ f, putranya yang telah lama hilang. CalĂ f terkejut dan gembira bertemu kembali dengan ayahnya, yang disangka telah lama meninggal. Timur menceritakan penderitaannya dan bagaimana LiĂč setia menemani dan membantunya bertahan hidup.

CalĂ f memperhatikan LiĂč dan bertanya mengapa ia begitu setia kepada ayahnya. LiĂč mengungkapkan cintanya yang mendalam kepada CalĂ f, cinta yang dipendamnya sejak lama. Ia rela melakukan apapun untuk melindungi CalĂ f dan ayahnya. CalĂ f tersentuh oleh pengorbanan dan kesetiaan LiĂč.

Namun, pandangan CalĂ f tertuju pada Putri Turandot yang muncul di balkon istana. Terpesona oleh kecantikannya yang dingin dan misterius, CalĂ f langsung terpikat. Meskipun Timur dan LiĂč memohon padanya untuk mengurungkan niatnya, CalĂ f tak tergoyahkan. Ia bertekad untuk memenangkan hati Turandot, bahkan dengan risiko nyawanya sendiri. Ia memukul gong tiga kali, menyatakan niatnya untuk menjawab teka-teki Turandot.

ACT 2 (Conflict)

Ping, Pang, dan Pong, tiga menteri Turandot, muncul. Mereka mencoba meyakinkan CalĂ f untuk mundur, menggambarkan nasib mengerikan para pangeran yang telah mencoba sebelumnya. Mereka merindukan kedamaian dan takut akan pertumpahan darah lebih lanjut. Mereka menawarkan CalĂ f harta dan wanita, asalkan ia membatalkan niatnya. Namun, CalĂ f tetap teguh pada keputusannya.

Di istana, Turandot muncul di hadapan CalĂ f. Dengan suara yang dingin dan angkuh, ia mengingatkannya tentang konsekuensi kegagalan. Ia menceritakan kisah kelam leluhurnya, seorang putri yang diperkosa dan dibunuh oleh seorang pangeran asing. Turandot bersumpah untuk membalas dendam atas nama leluhurnya, dengan menolak semua laki-laki dan menebarkan teror.

Turandot mengajukan teka-teki pertamanya: "Di malam hari, ia terbangun. Di siang hari, ia tertidur. Setelah kematian, ia terlahir kembali. Apa itu?" CalĂ f, setelah berpikir sejenak, menjawab dengan benar: "Harapan."

Turandot terkejut, tetapi segera mengajukan teka-teki kedua: "Ia berkobar seperti api, tetapi bukan api. Ia bertumbuh dalam kebanggaan, tetapi bukan kebanggaan. Ia berjuang untuk kebebasan, tetapi bukan kebebasan. Apa itu?" CalĂ f kembali berpikir keras dan menjawab: "Darah."

Kebingungan dan kemarahan Turandot semakin meningkat. Ia mengajukan teka-teki terakhir, yang paling sulit: "Es yang membakar, dan dari apimu akan lahir lebih banyak es. Apa itu yang memenangkanmu, dan yang akan membuatmu menjadi seorang raja?" CalĂ f terdiam, berusaha keras memecahkan teka-teki yang tampaknya mustahil ini. Setelah beberapa saat yang menegangkan, ia menjawab dengan tegas: "Turandot!"

ACT 3 (Climax)

Turandot hancur dan marah karena CalĂ f berhasil menjawab semua teka-tekinya. Ia merasa harga dirinya terluka dan menolak untuk menikahinya. CalĂ f, tergerak oleh penolakan Turandot, menawarkan sebuah tawaran. Ia berkata jika Turandot berhasil menebak namanya sebelum fajar, ia rela mati. Jika tidak, ia akan menjadi miliknya.

Turandot menerima tawaran itu dan memerintahkan seluruh kota untuk mencari tahu nama pangeran yang tak dikenal itu. Ia mengancam akan membunuh semua orang jika namanya tidak ditemukan.

Ping, Pang, dan Pong menyiksa LiĂč untuk mendapatkan nama CalĂ f. LiĂč menolak untuk mengungkapkan nama itu, meskipun mengalami siksaan yang mengerikan. Ia lebih memilih mati daripada mengkhianati cintanya kepada CalĂ f. Akhirnya, LiĂč mengambil belati dan bunuh diri. Sebelum meninggal, ia menatap CalĂ f dan mengatakan bahwa cintanya akan memberikan kekuatan kepadanya.

Kematian LiĂč sangat mengguncang semua orang, bahkan Turandot. CalĂ f, putus asa dan marah, mendekati Turandot dan menciumnya. Ciuman itu mencairkan hati Turandot yang beku.

ACT 4 (Resolution)

Fajar menyingsing. CalĂ f membawa Turandot ke hadapan ayahnya dan rakyat. Ia berkata bahwa ia akan mengungkapkan namanya kepada Turandot di depan semua orang. Kemudian, ia membisikkan namanya kepada Turandot.

Turandot mengumumkan kepada rakyat bahwa ia telah mengetahui nama pangeran itu. Ia berkata, "Namanya adalah Cinta." Rakyat bersorak gembira menyambut pengumuman itu. Turandot, yang telah berubah oleh cinta CalĂ f dan pengorbanan LiĂč, melepaskan dendamnya dan menerima cinta. Ia dan CalĂ f akan memerintah bersama, membawa kedamaian dan keadilan ke kerajaan. Kisah Turandot berakhir dengan kemenangan cinta atas kebencian, dan harapan atas keputusasaan.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya