Row - Cerita Lengkap
ACT 1 (Setup)
Riley, seorang mahasiswi baru yang penuh semangat, baru saja pindah ke sebuah asrama universitas yang tenang namun penuh tradisi. Dia merasa terasing dan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan barunya, merindukan rumah dan ibunya. Ia tertarik pada rumah persaudaraan wanita Row Gamma Nu, tertarik dengan persahabatan erat dan rasa komunitas yang mereka janjikan. Saat minggu perekrutan dimulai, Riley menghadiri berbagai acara, terpesona oleh para anggota Row Gamma Nu yang karismatik dan ambisius. Shelby, presiden persaudaraan, mengambil Riley di bawah sayapnya, membuatnya merasa diterima dan dihargai. Riley dengan cepat berteman dengan para anggota potensial lainnya, termasuk Becca yang ceria dan Olivia yang ambisius. Persaudaraan ini memiliki tradisi kuno, termasuk cerita tentang seorang anggota bernama Elisa yang menghilang bertahun-tahun yang lalu, misteri yang diselimuti kerahasiaan dan mitos. Riley belajar tentang inisiasi mengerikan yang harus dijalani para anggota baru, serangkaian tantangan fisik dan mental yang dirancang untuk menguji kesetiaan dan ketahanan mereka. Saat Riley semakin terlibat dalam kehidupan Row Gamma Nu, dia mulai melihat retakan di balik fasad sempurna persaudaraan tersebut.
ACT 2 (Conflict)
Inisiasi dimulai, dan Riley serta para anggota potensial lainnya subjected untuk semakin intens dan merendahkan rituals. Mereka dipaksa untuk menghadapi ketakutan terburuk mereka, didorong hingga batas fisik dan emosional mereka. Riley mulai mempertanyakan etika dari praktik-praktik tersebut, tetapi tekanan untuk menyesuaikan diri dan keinginan untuk diterima membuatnya tetap diam. Shelby menjadi semakin menuntut dan manipulatif, menggunakan rahasia dan ketakutan Riley untuk mengendalikannya. Riley mulai mengalami penglihatan aneh dan mimpi buruk yang mengganggu, merasa bahwa kehadiran jahat mengintai di dalam rumah persaudaraan. Dia menemukan buku harian kuno yang tersembunyi di loteng yang penuh debu, mengungkap sejarah kelam Row Gamma Nu dan ritual okultisme yang mereka lakukan di masa lalu. Buku harian itu menceritakan kisah Elisa, anggota yang menghilang, dan bagaimana dia menjadi korban upacara pengorbanan. Riley menyadari bahwa dia dan teman-temannya berada dalam bahaya yang nyata, bahwa Row Gamma Nu bukanlah persaudaraan biasa. Dia mencoba untuk memperingatkan teman-temannya, tetapi mereka menolak untuk mempercayainya, pikirannya telah tercemar oleh manipulasi Shelby.
ACT 3 (Climax)
Riley, sendirian dan putus asa, memutuskan untuk mengungkap kebenaran tentang Row Gamma Nu dan menghentikan mereka sebelum mereka mengorbankan korban lain. Dia melakukan riset tentang Elisa dan sejarah persaudaraan tersebut, menemukan bahwa mereka terlibat dalam praktik okultisme selama bertahun-tahun, berusaha untuk memanggil entitas jahat untuk mendapatkan kekuasaan dan pengaruh. Riley mengetahui bahwa Shelby adalah keturunan dari pendiri persaudaraan dan memiliki rencana untuk menyelesaikan upacara yang dimulai Elisa bertahun-tahun yang lalu. Malam inisiasi terakhir tiba, dan Riley dipaksa untuk berpartisipasi dalam ritual pengorbanan. Shelby mengungkapkan niat sebenarnya, mengungkapkan bahwa Riley dipilih sebagai korban berikutnya, darahnya diperlukan untuk memanggil entitas jahat. Riley berjuang untuk kebebasannya, dibantu oleh Becca dan Olivia yang akhirnya percaya padanya setelah melihat bukti yang dia kumpulkan. Ketiganya melawan Shelby dan para anggota Row Gamma Nu lainnya, pertempuran yang ganas dan menakutkan terjadi di dalam rumah persaudaraan. Selama pertempuran, kebenaran tentang hilangnya Elisa terungkap; dia telah mencoba menghentikan ritual tetapi dikhianati dan dibunuh oleh para anggota lainnya.
ACT 4 (Resolution)
Riley berhasil mengganggu ritual dan menghancurkan artefak yang digunakan untuk memanggil entitas jahat. Shelby, yang didorong oleh rasa putus asa, mencoba untuk menyelesaikan pengorbanan sendiri, tetapi dia dihentikan oleh Riley. Dalam konfrontasi klimaks, Riley menghadapi Shelby, menggunakan pengetahuannya tentang sejarah persaudaraan dan kelemahan mereka untuk melawan mereka. Shelby dikalahkan, dan entitas jahat diusir. Rumah persaudaraan itu dihancurkan, dan semua yang terlibat dalam praktik okultisme dibawa ke pengadilan. Riley, Becca, dan Olivia selamat, terikat oleh pengalaman traumatis mereka. Mereka meninggalkan Row Gamma Nu dan universitas, mencari awal yang baru, selamanya dihantui oleh horor yang mereka saksikan. Riley akhirnya menemukan penutupan atas kematian Elisa, memastikan bahwa kebenaran terungkap dan keadilan ditegakkan. Film berakhir dengan Riley, Becca, dan Olivia berdiri bersama, menandakan persahabatan baru mereka dan tekad mereka untuk menjalani kehidupan bebas dari pengaruh Row Gamma Nu. Mereka belajar pelajaran berharga tentang pentingnya kesetiaan, keberanian, dan bahaya dari tekanan untuk menyesuaikan diri.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.