Raising the Bar: The Alma Richards Story - Cerita Lengkap
Raising the Bar: The Alma Richards Story
ACT 1 (Setup)
Film dibuka dengan pemandangan Utah pedesaan yang indah pada awal abad ke-20. Alma Richards, seorang pemuda berotot dan pemberani keturunan Paiute, tinggal bersama keluarganya di sebuah peternakan yang sederhana. Dia bekerja keras membantu orang tuanya, namun hatinya selalu merindukan sesuatu yang lebih dari sekadar kehidupan bertani. Alma menunjukkan kekuatan dan ketangkasan alami yang luar biasa. Dia sering berlatih melompat tinggi di atas tumpukan jerami dan melempar batu sejauh mungkin, memperlihatkan bakat atletiknya yang terpendam.
Suatu hari, seorang pelatih atletik dari Brigham Young University (BYU) datang ke kota untuk mencari bakat baru. Dia melihat Alma melompat tinggi dengan gaya yang sangat kasar namun efektif. Terkesan dengan potensi mentah Alma, pelatih itu mendekatinya dan menawarinya beasiswa penuh untuk kuliah di BYU dan bergabung dengan tim atletik mereka. Alma ragu-ragu. Dia mencintai keluarganya dan merasa bertanggung jawab untuk membantu mereka di peternakan. Namun, impiannya untuk mencapai sesuatu yang lebih besar terlalu kuat untuk diabaikan. Setelah berdiskusi dengan keluarganya, Alma memutuskan untuk menerima tawaran tersebut.
ACT 2 (Conflict)
Alma tiba di BYU dan langsung merasa tidak nyaman. Dia adalah seorang pemuda desa yang kikuk dan canggung, sangat berbeda dengan mahasiswa kota yang lebih terdidik dan halus. Dia juga menghadapi diskriminasi rasial karena warisan Paiute-nya. Banyak siswa dan bahkan beberapa pelatih meremehkannya dan memperlakukannya dengan buruk. Pelatihnya berusaha untuk membantunya beradaptasi, namun Alma merasa kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
Selain itu, Alma menghadapi tantangan besar dalam latihan. Gaya melompat tingginya yang alami, meskipun efektif, tidak sesuai dengan teknik standar yang diajarkan di BYU. Pelatih berusaha keras untuk mengubahnya, tetapi Alma merasa bahwa dia kehilangan keunggulan alaminya. Dia mulai meragukan dirinya sendiri dan mempertimbangkan untuk menyerah.
Persaingan di tim atletik juga sangat ketat. Alma harus bersaing dengan atlet-atlet yang lebih berpengalaman dan terlatih untuk mendapatkan tempat di tim. Dia berlatih keras, tetapi hasilnya tidak selalu memuaskan. Dia sering kalah dalam kompetisi internal dan merasa frustrasi. Hubungannya dengan teman-teman setimnya juga tegang karena kecemburuan dan prasangka.
ACT 3 (Climax)
Meskipun menghadapi banyak kesulitan, Alma menolak untuk menyerah. Dia terus berlatih keras dan berusaha untuk memperbaiki tekniknya. Dia juga mulai belajar tentang sejarah dan budaya Paiute, yang membantunya untuk bangga dengan warisannya dan mengatasi diskriminasi yang dia hadapi.
Saat Olimpiade Stockholm 1912 semakin dekat, Alma memutuskan untuk mencoba peruntungannya untuk lolos ke tim Olimpiade Amerika Serikat. Dia mengikuti serangkaian uji coba dan berhasil mengalahkan banyak pesaing yang lebih berpengalaman. Pada akhirnya, dia terpilih untuk mewakili Amerika Serikat dalam cabang lompat tinggi.
Di Olimpiade, Alma sekali lagi merasa tidak nyaman dan terintimidasi. Dia adalah salah satu atlet termuda dan paling tidak berpengalaman dalam kompetisi. Dia menghadapi tekanan besar untuk tampil baik dan mewakili negaranya. Namun, dia juga merasa bangga dan bersemangat untuk menunjukkan kepada dunia apa yang mampu dia lakukan.
Pada hari kompetisi lompat tinggi, Alma melompat dengan penuh semangat dan determinasi. Dia berhasil melewati setiap rintangan dengan sukses, selangkah demi selangkah. Pada akhirnya, hanya tersisa dua atlet yang bersaing: Alma Richards dan Hans Liesche dari Jerman.
Keduanya terus saling bersaing, melompat lebih tinggi dan lebih tinggi. Pada titik tertentu, mereka mencapai ketinggian yang belum pernah dicapai sebelumnya dalam sejarah Olimpiade. Tekanannya sangat berat, dan kedua atlet itu terlihat sangat kelelahan.
Pada lompatan terakhir, Hans Liesche gagal melewati rintangan. Alma Richards memiliki kesempatan untuk memenangkan medali emas. Dia mengambil napas dalam-dalam, berlari dengan sekuat tenaga, dan melompat setinggi yang dia bisa. Dia berhasil melewati rintangan dan mendarat dengan selamat di matras. Alma Richards memenangkan medali emas Olimpiade untuk Amerika Serikat.
ACT 4 (Resolution)
Kemenangan Alma Richards di Olimpiade mengejutkan dunia. Dia menjadi pahlawan nasional dan simbol harapan bagi semua orang yang merasa terpinggirkan dan diremehkan. Dia menggunakan platformnya untuk berbicara tentang pentingnya kesetaraan rasial dan untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat adat.
Setelah Olimpiade, Alma kembali ke BYU dan menyelesaikan studinya. Dia kemudian menjadi pelatih atletik dan menginspirasi banyak generasi atlet muda untuk mengejar impian mereka. Dia selalu mengingat akarnya dan terus mendukung komunitas Paiute.
Film berakhir dengan Alma Richards yang lebih tua mengunjungi peternakan keluarganya. Dia merenungkan perjalanannya dan menyadari bahwa kesuksesannya bukan hanya miliknya sendiri, tetapi juga milik keluarganya, komunitas Paiute, dan semua orang yang percaya padanya. Dia meninggal dunia dengan damai di usia tua, meninggalkan warisan inspirasi dan harapan bagi generasi mendatang. Kemenangannya di Olimpiade menjadi simbol bahwa dengan kerja keras, tekad, dan keberanian, siapa pun dapat mencapai impian mereka, tidak peduli dari mana mereka berasal.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.