Quincy Jones - Music Man - Cerita Lengkap
Quincy Jones - Music Man
ACT 1 (Setup)
Film dimulai dengan montase kilat dari puncak-puncak karir Quincy Jones: produser Michael Jackson, aransemen musik film, berjabat tangan dengan presiden, momen menerima penghargaan. Narator memperkenalkan Quincy Jones sebagai seorang jenius musik yang telah melampaui batasan genre dan budaya.
Kita kemudian dibawa kembali ke masa kecil Quincy di Chicago yang keras dan Seattle yang lebih keras. Ibunya didiagnosis menderita skizofrenia, dan ayahnya, seorang tukang kayu yang ketat dan pragmatis, berjuang untuk membesarkan Quincy dan adik laki-lakinya. Quincy menemukan pelarian dalam musik, terpikat oleh band-band jazz yang bermain di klub-klub malam setempat. Dia belajar bermain trompet sendiri, meniru suara para pahlawannya.
Quincy bertemu Clark Terry, seorang pemain trompet jazz terkenal, yang menjadi mentornya. Terry melihat potensi besar dalam diri Quincy dan mendorongnya untuk mengembangkan bakatnya. Quincy bergabung dengan band jazz di sekolah menengah dan segera menjadi pemain yang menonjol.
Film menunjukkan bagaimana Quincy menggunakan musik sebagai cara untuk mengatasi kesulitan keluarganya dan menemukan identitasnya. Kita melihat cuplikan rekaman lama dan foto-foto masa kecil, diselingi dengan wawancara Quincy modern yang merenungkan masa lalunya.
ACT 2 (Conflict)
Quincy mendapatkan beasiswa ke Berklee College of Music di Boston. Namun, impiannya terancam ketika dia ditawari posisi sebagai pemain trompet dengan band Lionel Hampton. Quincy harus memilih antara pendidikan formal dan kesempatan untuk bermain dengan salah satu band jazz terhebat di dunia.
Dia memilih untuk bergabung dengan band Hampton, memulai perjalanan keliling dunia yang membuka matanya terhadap budaya dan musik baru. Quincy belajar banyak dari musisi-musisi berpengalaman di band, tetapi dia juga menghadapi tantangan rasisme dan diskriminasi.
Quincy kemudian pindah ke Paris untuk belajar komposisi dengan Nadia Boulanger, seorang guru musik legendaris. Di Paris, dia berinteraksi dengan para musisi dan seniman avant-garde, memperluas cakrawala musiknya dan mengembangkan gayanya sendiri.
Kembali ke Amerika Serikat, Quincy bekerja sebagai penata musik untuk artis-artis seperti Dinah Washington dan Count Basie. Dia mengalami kesulitan untuk menembus industri musik yang didominasi kulit putih. Meskipun bakatnya tak terbantahkan, dia menghadapi penolakan dan prasangka.
Quincy juga menghadapi masalah keuangan dan pribadi. Pernikahannya yang pertama berakhir dengan perceraian, dan dia berjuang untuk mendukung keluarganya. Tekanan dari pekerjaannya dan kehidupan pribadinya mulai memengaruhi kesehatannya.
ACT 3 (Climax)
Quincy memutuskan untuk pindah ke Los Angeles dan mencoba peruntungannya di industri film. Dia mulai menyusun musik untuk film dan televisi, dengan cepat mendapatkan reputasi sebagai komposer yang berbakat dan serba bisa. Dia bekerja pada film-film seperti "In the Heat of the Night" dan "The Italian Job," menciptakan skor yang ikonik dan berkesan.
Quincy kemudian bertemu dengan Michael Jackson, seorang penyanyi muda yang sedang mencari produser untuk album solonya. Quincy melihat potensi besar dalam diri Michael dan memutuskan untuk bekerja sama dengannya. Mereka menciptakan tiga album yang memecahkan rekor: "Off the Wall," "Thriller," dan "Bad."
"Thriller" menjadi album terlaris sepanjang masa, dan Quincy Jones menjadi salah satu produser paling sukses dan dihormati di industri musik. Namun, kesuksesannya datang dengan harga. Quincy bekerja tanpa henti, mengorbankan kesehatan dan kehidupan pribadinya.
Hubungannya dengan Michael Jackson menjadi tegang, dan mereka akhirnya berpisah. Quincy merasa dikhianati dan terluka oleh perpisahan itu. Dia juga menghadapi masalah kesehatan yang serius, termasuk aneurisma otak yang mengancam jiwanya.
ACT 4 (Resolution)
Quincy selamat dari aneurisma otaknya, tetapi dia harus belajar berjalan dan berbicara lagi. Dia menggunakan musik sebagai bagian dari terapi pemulihannya, dan dia kembali bekerja, lebih bertekad dari sebelumnya untuk membuat perbedaan di dunia.
Quincy menjadi advokat untuk pendidikan musik dan filantropi. Dia mendirikan yayasan untuk mendukung program musik untuk anak-anak yang kurang mampu. Dia juga menggunakan platformnya untuk menyuarakan ketidakadilan sosial dan mempromosikan perdamaian dan persatuan.
Film diakhiri dengan montase foto dan video yang menunjukkan dampak Quincy Jones pada musik dan budaya. Wawancara dengan musisi dan selebritas terkemuka memberi penghormatan kepada warisannya. Quincy direfleksikan pada hidupnya, menyatakan rasa terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepadanya dan komitmennya untuk terus menggunakan musik untuk menginspirasi dan mengangkat orang lain. Pesan terakhir adalah tentang ketahanan, kreativitas, dan kekuatan penyembuhan musik.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.