Polar - Cerita Lengkap
Polar:
ACT 1 (Setup)
Duncan Vizla, alias Black Kaiser, seorang pembunuh bayaran legendaris di ambang masa pensiun, tinggal terpencil di sebuah kabin di Montana. Dia sedang menghitung hari-hari terakhirnya dalam "masa kerja" sesuai kontrak dengan Damocles, sebuah perusahaan pembunuh bayaran. Setelah pensiun, dia akan menerima dana pensiun sebesar 8 juta dolar.
Damocles dipimpin oleh Vivian, seorang wanita ambisius dan kejam yang berencana untuk melikuidasi para pensiunan agen perusahaan guna menghindari pembayaran dana pensiun yang besar. Ia merasa pembayaran itu membebani keuntungan perusahaan. Vivian mengumpulkan tim pembunuh bayaran muda, kejam, dan eksentrik yang dipimpin oleh Blut, untuk menjalankan rencananya. Tim ini terdiri dari Hilde, Facundo, Alexei, dan Karl.
Vizla mulai merasakan kehadiran yang mencurigakan di sekitar kabinnya. Ia menyadari bahwa ia sedang diawasi. Samantha OβKane, seorang wanita muda yang ramah dan pendiam, pindah ke rumah sebelah. Sam, yang memiliki masa lalu kelam, menjalin hubungan yang canggung namun menghangatkan hati dengan Vizla. Ia melihat sisi lembut dalam diri pembunuh bayaran veteran itu.
ACT 2 (Conflict)
Vivian memerintahkan Blut dan timnya untuk membunuh Vizla. Mereka merencanakan penyergapan di kota terdekat. Vizla, berkat keahlian dan instingnya, berhasil mengantisipasi serangan itu. Ia membunuh Facundo dan Alexei, namun Hilde dan Blut berhasil melarikan diri. Vizla terluka parah dalam pertarungan itu.
Vizla mencari bantuan dari Porter, seorang mantan rekan pembunuh bayaran yang kini bekerja sebagai ahli senjata dan informasi. Porter memperingatkan Vizla tentang bahaya yang mengincarnya dan niat Vivian. Porter juga memberikan Vizla informasi tentang Sam, mengungkapkan bahwa ia adalah putri dari salah satu target masa lalu Vizla.
Vivian semakin frustrasi dengan kegagalan timnya. Ia menekan mereka untuk segera menyelesaikan misi. Ia juga mulai memanipulasi Michael Green, seorang akuntan di Damocles, untuk membantunya menutupi jejak kejahatannya. Michael merasa bersalah dan ketakutan dengan tindakan Vivian.
Blut dan Hilde menyergap Vizla di rumah Sam. Mereka menyandera Sam dan mengancam akan menyakitinya jika Vizla tidak menyerah. Vizla, yang merasa bertanggung jawab atas keselamatan Sam, terpaksa menyerah. Ia diculik dan dibawa ke sebuah gudang terpencil.
Di gudang itu, Vizla disiksa secara brutal oleh Blut dan timnya. Mereka berusaha mendapatkan informasi tentang rekening bank dan aset lainnya. Vizla, meskipun terluka parah, menolak untuk menyerah. Ia menggunakan kecerdikan dan pengalamannya untuk bertahan hidup.
ACT 3 (Climax)
Sam, dibantu oleh Porter, berhasil melacak keberadaan Vizla ke gudang. Mereka merencanakan serangan balik. Porter menyediakan senjata dan informasi yang dibutuhkan Sam. Sam, yang memiliki kemampuan menembak yang luar biasa, bertekad untuk menyelamatkan Vizla.
Sam dan Porter menyerbu gudang. Terjadi baku tembak sengit antara Sam dan Porter melawan Blut, Hilde, dan Karl. Porter terluka parah dalam pertarungan itu. Sam, dengan keberanian dan keahliannya, berhasil membunuh Karl dan Hilde.
Vizla, yang berhasil melepaskan diri dari ikatannya, bergabung dalam pertempuran. Ia berhadapan langsung dengan Blut. Terjadi pertarungan brutal dan berdarah antara Vizla dan Blut. Vizla akhirnya berhasil mengalahkan dan membunuh Blut.
Setelah berhasil menyelamatkan Vizla, Sam dan Vizla memutuskan untuk menyerang markas Damocles dan menghentikan Vivian. Mereka bersiap untuk menghadapi Vivian dan seluruh pasukan pembunuh bayarannya.
Vizla dan Sam menyerbu markas Damocles. Mereka membunuh banyak penjaga dan pembunuh bayaran. Mereka berdua bekerja sama dengan efektif, menggunakan keahlian masing-masing untuk mengalahkan musuh. Michael Green, yang merasa bersalah, membantu Vizla dan Sam dengan memberikan informasi dan mengganggu sistem keamanan perusahaan.
ACT 4 (Resolution)
Vizla akhirnya berhadapan langsung dengan Vivian. Vivian mencoba merayunya dan menawarinya kesepakatan, tetapi Vizla menolak. Ia menuntut agar Vivian bertanggung jawab atas kejahatannya. Vivian memerintahkan pengawalnya untuk menyerang Vizla, tetapi Vizla dengan cepat membunuh mereka.
Vizla dan Vivian terlibat dalam pertarungan sengit. Vizla akhirnya berhasil mengalahkan Vivian. Ia tidak membunuhnya, tetapi meninggalkannya untuk ditangkap dan diadili atas kejahatannya.
Dengan Vivian ditangkap dan ancaman dari Damocles dihentikan, Vizla dan Sam memutuskan untuk memulai hidup baru bersama. Vizla memutuskan untuk menggunakan dana pensiunnya untuk membantu Sam dan orang lain yang membutuhkan. Ia menemukan kedamaian dan penebusan dalam hubungannya dengan Sam. Film berakhir dengan Vizla dan Sam hidup bahagia bersama di kabin di Montana, akhirnya menemukan kedamaian setelah masa lalu yang penuh kekerasan. Porter, meskipun terluka, selamat dan terus bekerja sebagai ahli senjata dan informasi, sesekali membantu Vizla dan Sam. Masa lalu kelam Vizla memang tidak bisa dihapus, tetapi ia berhasil menemukan makna baru dalam hidupnya.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.