Perros - Cerita Lengkap
Perros
ACT 1 (Setup)
Alfredo, seorang pria paruh baya kaya raya tinggal di sebuah rumah mewah yang terisolasi di dataran tinggi Kolombia. Ia tampak dingin dan tidak ramah, jarang berbicara dengan para pekerjanya. Rumah itu besar, namun terasa kosong dan hampa. Ia memiliki dua anjing penjaga besar, Doberman Pinscher, yang sangat ia sayangi dan menjadi satu-satunya teman setianya.
Di sisi lain, ada Eusebio, seorang mantan karyawan Alfredo yang dipecat beberapa waktu lalu karena alasan yang tidak jelas. Eusebio hidup miskin bersama keluarganya di sebuah gubuk reyot di dekat perkebunan Alfredo. Ia menyimpan dendam mendalam terhadap Alfredo karena pemecatannya membuatnya kesulitan menghidupi keluarganya. Ia merencanakan balas dendam.
Scene awal menunjukkan Alfredo melakukan aktivitas sehari-harinya yang monoton: memberi makan anjing-anjingnya, memeriksa properti, dan duduk sendirian di ruang kerjanya. Kita juga melihat Eusebio, yang diam-diam mengawasi Alfredo dari kejauhan, merencanakan sesuatu dengan temannya, ToƱo. ToƱo adalah seorang kriminal kecil yang bersedia melakukan apa saja demi uang. Eusebio menawarkan ToƱo sejumlah uang untuk membantunya menculik anjing-anjing Alfredo.
ACT 2 (Conflict)
Eusebio dan ToƱo melaksanakan rencana mereka. Mereka menyusup ke properti Alfredo di malam hari, saat penjaga lengah. Mereka berhasil melumpuhkan penjaga dan menculik kedua anjing tersebut. Alfredo menyadari bahwa anjing-anjingnya hilang keesokan paginya dan sangat marah. Ia memerintahkan seluruh karyawannya untuk mencari anjing-anjingnya.
Alfredo melaporkan penculikan tersebut ke polisi, tetapi ia tidak terlalu berharap banyak pada mereka. Ia tahu bahwa ia harus bertindak sendiri. Ia memulai penyelidikan sendiri, mewawancarai para pekerja dan memeriksa rekaman CCTV. Ia mulai mencurigai Eusebio, karena ia tahu bahwa Eusebio memiliki dendam terhadapnya.
Eusebio dan ToƱo menyembunyikan anjing-anjing tersebut di sebuah tempat persembunyian terpencil. Mereka berencana untuk meminta tebusan kepada Alfredo. Mereka menghubungi Alfredo dan menuntut sejumlah besar uang sebagai tebusan. Alfredo setuju untuk membayar tebusan, tetapi ia berencana untuk menjebak mereka.
Alfredo menghubungi seorang teman lamanya, seorang mantan polisi yang memiliki koneksi dengan dunia kriminal. Temannya ini membantunya mengatur pertemuan dengan Eusebio dan ToƱo. Alfredo membawa uang tebusan, tetapi ia juga membawa beberapa orang bersenjata yang bersembunyi di dekatnya.
ACT 3 (Climax)
Pertemuan terjadi di sebuah tempat terpencil di tengah hutan. Alfredo menyerahkan uang tebusan kepada Eusebio dan ToƱo. Namun, sebelum mereka dapat melarikan diri, orang-orang bersenjata Alfredo muncul dan mengepung mereka.
Terjadi baku tembak antara orang-orang bersenjata Alfredo dan Eusebio serta ToƱo. ToƱo terluka parah. Eusebio berhasil melarikan diri dengan anjing-anjing tersebut, tetapi ia dikejar oleh Alfredo.
Alfredo mengejar Eusebio hingga ke sebuah jurang yang dalam. Eusebio terpojok dan tidak punya tempat untuk lari. Alfredo menuntut agar Eusebio mengembalikan anjing-anjingnya. Eusebio menolak dan menyerang Alfredo.
Terjadi perkelahian sengit antara Alfredo dan Eusebio. Eusebio berhasil melukai Alfredo, tetapi Alfredo berhasil merebut kembali anjing-anjingnya. Eusebio terjatuh ke jurang dan tewas.
ACT 4 (Resolution)
Alfredo kembali ke rumahnya dengan anjing-anjingnya. Ia terluka, tetapi ia merasa lega karena anjing-anjingnya aman. Ia merawat luka-lukanya dan memberi makan anjing-anjingnya. Ia menyadari betapa berharganya anjing-anjingnya baginya.
Alfredo menyesali kematian Eusebio, tetapi ia merasa bahwa Eusebio pantas mendapatkan apa yang terjadi padanya. Ia memutuskan untuk mengubah hidupnya dan menjadi orang yang lebih baik. Ia mulai lebih memperhatikan para pekerjanya dan memperlakukan mereka dengan hormat.
Film berakhir dengan Alfredo duduk di ruang kerjanya, ditemani oleh anjing-anjingnya. Ia tampak lebih tenang dan damai. Ia akhirnya menemukan kedamaian dalam hidupnya.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.