チェンソーマン 総集篇 Part II - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 5 menit membaca

ACT 1 (Setup)

Film dimulai dengan rekap singkat kejadian di Part 1, memperlihatkan Denji, seorang remaja miskin yang berhutang budi pada Yakuza, bergabung dengan Pochita, Iblis Gergaji Mesin, untuk menjadi Chainsaw Man. Adegan kilas balik memperlihatkan kematian ayahnya, perjanjiannya dengan Pochita, dan akhirnya, bergabung dengan Pemburu Iblis Publik di bawah pimpinan Makima. Kita diperlihatkan momen-momen penting seperti pertarungan melawan Iblis Kelelawar dan Iblis Abadi, serta pelatihan Denji dengan Aki Hayakawa dan Power. Fokus ditekankan pada dinamika trio ini: Denji yang naif dan lapar, Power yang egois dan berdarah dingin, dan Aki yang serius dan bertanggung jawab. Cinta segitiga yang terpendam antara Denji dan Makima juga ditunjukkan, dengan Makima memanipulasi Denji dengan menjanjikan pemenuhan keinginannya. Akhir dari rekap Part 1 memperlihatkan pertarungan brutal melawan Iblis Katana dan timnya, serta kematian Himeno, rekan kerja Aki.

Bagian baru film dimulai dengan adegan Denji dan Aki mengunjungi kuburan Himeno. Aki masih berduka dan menyalahkan dirinya atas kematian Himeno. Denji mencoba menghibur Aki, namun usahanya tampak canggung dan tidak tulus. Di markas Pemburu Iblis, Makima memberikan tugas baru kepada mereka: melindungi Denji dari serangan Iblis Senjata yang semakin intensif. Kita diperkenalkan pada karakter baru, anggota Divisi 4 yang lebih berpengalaman dan berketerampilan, termasuk Kobeni Higashiyama dan Hirokazu Arai. Mereka ditugaskan sebagai pengawal Denji dan Aki.

Adegan berpindah ke kehidupan sehari-hari Denji yang berusaha menyeimbangkan pekerjaannya sebagai Pemburu Iblis dengan kehidupan remajanya. Dia ingin berkencan, makan enak, dan merasakan kebahagiaan sederhana. Namun, posisinya sebagai Chainsaw Man membuatnya menjadi target konstan. Kita melihat Denji mencoba mendekati beberapa gadis, namun selalu gagal karena identitasnya atau karena gangguan dari Iblis. Power, dengan tingkah lakunya yang aneh, juga sering membuat situasinya semakin rumit.

ACT 2 (Conflict)

Intensitas serangan Iblis Senjata meningkat, dan Divisi 4 harus menghadapi serangkaian serangan mendadak. Pertarungan demi pertarungan terjadi, memperlihatkan kebrutalan dan ketidakpastian kehidupan sebagai Pemburu Iblis. Kobeni dan Arai terbukti sebagai Pemburu Iblis yang cakap, namun mereka juga menunjukkan ketakutan dan keraguan mereka. Mereka mempertanyakan moralitas pekerjaan mereka dan konsekuensi dari pertempuran melawan Iblis. Aki semakin terobsesi untuk membalas dendam pada Iblis Senjata, yang telah membunuh keluarganya di masa lalu. Obsesi ini membuatnya semakin impulsif dan nekat.

Makima terus memantau dan memanipulasi Denji dan Aki. Dia menggunakan kekuatannya untuk mengendalikan situasi dan memastikan keselamatan mereka, namun motivasinya tetap ambigu. Kita melihat beberapa adegan di mana Makima berkomunikasi dengan tokoh-tokoh misterius, yang mengisyaratkan bahwa dia memiliki rencana yang lebih besar.

Konflik utama muncul ketika Iblis Samurai Sword dan anak buahnya kembali menyerang. Kali ini, mereka lebih kuat dan lebih terorganisir. Mereka meluncurkan serangan terkoordinasi ke beberapa lokasi di kota, menyebabkan kekacauan dan kepanikan. Divisi 4 harus berjuang untuk mengendalikan situasi dan melindungi warga sipil. Selama pertempuran ini, Arai tewas melindungi Kobeni. Kematian Arai sangat mempengaruhi Kobeni dan memicu krisis eksistensial dalam dirinya.

Aki, didorong oleh kemarahan dan dendam, menghadapi Iblis Samurai Sword sendirian. Pertempuran sengit terjadi, dengan Aki menggunakan semua kemampuannya untuk mengalahkan musuhnya. Namun, Iblis Samurai Sword terlalu kuat, dan Aki terluka parah. Dalam keadaan putus asa, Aki membuat kontrak dengan Iblis Masa Depan, yang memberinya kemampuan untuk melihat masa depan dengan imbalan umur hidupnya. Iblis Masa Depan memperingatkan Aki bahwa dia akan mati dengan cara yang tragis, tetapi Aki mengabaikan peringatan tersebut dan menggunakan kekuatannya untuk mengalahkan Iblis Samurai Sword.

ACT 3 (Climax)

Penglihatan masa depan Aki mengungkap bahwa dia akan mati di tangan Chainsaw Man. Aki tidak percaya pada awalnya, tetapi penglihatan tersebut terus menghantuinya. Dia mulai melihat Denji sebagai ancaman dan mempertanyakan loyalitasnya. Makima, yang mengetahui penglihatan Aki, memanfaatkan ketakutan dan keraguan Aki untuk memanipulasinya lebih jauh.

Makima memberi perintah kepada Aki untuk membunuh Denji. Aki menolak pada awalnya, tetapi Makima menggunakan kekuatannya untuk mengendalikan Aki dan memaksanya untuk menuruti perintahnya. Aki, di bawah kendali Makima, menyerang Denji. Pertempuran pahit terjadi antara Aki dan Denji. Denji tidak mengerti mengapa Aki menyerangnya, dan dia mencoba untuk berbicara dengannya dan membuatnya sadar. Namun, Aki, yang dikendalikan oleh Makima, tidak dapat berpikir jernih dan terus menyerang.

Selama pertempuran, Denji secara tidak sengaja membunuh Aki. Aki, sebelum meninggal, kembali sadar sejenak dan menyadari apa yang telah terjadi. Dia meminta maaf kepada Denji dan meninggal dalam pelukannya. Kematian Aki menghancurkan Denji. Dia merasa bersalah dan bertanggung jawab atas kematian Aki. Power juga sangat terpukul dengan kematian Aki, dan dia mencoba untuk menghibur Denji.

Makima mengungkapkan rencananya yang sebenarnya kepada Denji. Dia ingin mengendalikan Chainsaw Man untuk menghapus semua ketakutan dan penderitaan dari dunia. Dia percaya bahwa dengan mengendalikan Chainsaw Man, dia dapat menciptakan dunia yang sempurna. Makima mengungkapkan bahwa dia adalah Iblis Kontrol, iblis yang paling kuat dan berbahaya.

ACT 4 (Resolution)

Denji, yang hancur karena kematian Aki dan pengkhianatan Makima, menghadapi Makima dalam pertarungan terakhir. Pertempuran itu brutal dan berdarah, dengan Denji menggunakan semua kekuatannya sebagai Chainsaw Man untuk melawan Makima. Makima, dengan kekuatannya sebagai Iblis Kontrol, mampu mengendalikan dan memanipulasi Denji. Dia mencoba untuk menghancurkan semangat Denji dan membuatnya menyerah.

Selama pertempuran, Power mengorbankan dirinya untuk melindungi Denji. Power, sebelum meninggal, memberikan sebagian dari darahnya kepada Denji dan memintanya untuk mengalahkan Makima. Pengorbanan Power memberi Denji kekuatan baru dan tekad untuk melawan Makima.

Denji, didorong oleh kematian Aki dan pengorbanan Power, berhasil mengalahkan Makima. Dia menggunakan kekuatannya sebagai Chainsaw Man untuk mengkonsumsi Makima dan menghapus keberadaannya. Setelah pertempuran, Denji merasa kosong dan kehilangan. Dia telah kehilangan teman-teman dan mentornya, dan dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan selanjutnya.

Film berakhir dengan Denji mengadopsi Nayuta, reinkarnasi dari Makima. Denji berjanji untuk merawat Nayuta dan memastikan bahwa dia tidak menjadi iblis seperti Makima. Denji memutuskan untuk terus menjadi Pemburu Iblis, tetapi kali ini dia melakukannya bukan karena uang atau ketenaran, tetapi karena dia ingin melindungi orang lain dan mencegah tragedi seperti yang dialaminya. Film ditutup dengan Denji berjalan menuju masa depan, membawa harapan dan beban masa lalunya.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya