Panggil Aku Ayah
Kembali
Panggil Aku Ayah

Panggil Aku Ayah

"Tawa dan air mata, mencari arti sebuah nama: Ayah."

8.1/10
2025

Ringkasan

Rahasia kelam keluarga terkuak saat seorang anak mencari ayah kandungnya. Kebenaran pahit atau kebahagiaan yang dinanti? Panggil Aku Ayah, 2025.

Trailer

Ringkasan Plot

"Panggil Aku Ayah" (2025) mengisahkan tentang seorang anak yang tumbuh besar tanpa figur ayah. Ia kemudian bertemu dengan seorang pria misterius yang menawarkan diri untuk menjadi figur ayah baginya, memicu pertanyaan tentang motif pria tersebut dan mengungkap rahasia masa lalu keluarga.

📚 Cerita Lengkap

Ringkasan Film

"Panggil Aku Ayah," sebuah film drama komedi keluarga yang dirilis tahun 2025, disutradarai oleh Benni Setiawan. Film ini menawarkan kombinasi hangat antara humor ringan dan momen-momen emosional yang menyentuh, berpusat pada dinamika hubungan seorang ayah yang tidak terduga dengan seorang anak yang baru dikenalnya. "Panggil Aku Ayah" mengeksplorasi tema-tema penting seperti penerimaan, tanggung jawab, dan arti keluarga yang sebenarnya, menjadikannya tontonan yang relevan dan menghibur bagi semua kalangan usia. Dengan alur cerita yang menyentuh hati dan akting yang memukau, film ini menjanjikan pengalaman sinematik yang tak terlupakan.

Sinopsis Plot

Kisah "Panggil Aku Ayah" berpusat pada kehidupan seorang pria paruh baya bernama Arya, yang diperankan oleh aktor kawakan Reza Rahadian. Arya adalah seorang eksekutif muda yang sukses, hidup serba berkecukupan namun terasa hampa. Kehidupan Arya yang tenang tiba-tiba berubah drastis ketika seorang anak laki-laki berusia delapan tahun bernama Bima (diperankan oleh aktor cilik pendatang baru, Alwi Assegaf) muncul di depan pintunya, mengaku sebagai putranya. Arya terkejut dan kebingungan, karena ia tidak pernah tahu tentang keberadaan anak ini sebelumnya. Awalnya, Arya menolak mentah-mentah pengakuan Bima. Ia merasa belum siap untuk menjadi seorang ayah dan tidak yakin apakah ia mampu memberikan kehidupan yang layak bagi seorang anak. Namun, Bima adalah anak yang cerdas, gigih, dan penuh kasih sayang. Ia berhasil meluluhkan hati Arya sedikit demi sedikit. Seiring berjalannya waktu, Arya mulai menerima keberadaan Bima dan berusaha untuk menjadi ayah yang baik. Ia belajar untuk bermain, tertawa, dan berbagi cerita dengan Bima. Ia juga mulai membuka diri terhadap perasaannya sendiri dan menyadari bahwa kehadiran Bima telah membawa warna baru dalam hidupnya. Namun, perjalanan Arya dan Bima tidaklah mudah. Mereka harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk penolakan dari keluarga dan teman-teman Arya, serta masalah finansial yang menghimpit. Selain itu, ibu kandung Bima tiba-tiba muncul kembali dan ingin mengambil hak asuh atas Bima. Arya harus berjuang keras untuk mempertahankan Bima dan membuktikan bahwa ia layak menjadi ayah yang baik. Ia harus belajar untuk mengatasi rasa takut dan keragu-raguannya, serta menghadapi masa lalunya sendiri. Pada akhirnya, Arya menyadari bahwa keluarga bukanlah tentang hubungan darah, tetapi tentang cinta, penerimaan, dan dukungan.

Tema Sentral

"Panggil Aku Ayah" mengangkat beberapa tema sentral yang relevan dengan kehidupan modern. Salah satu tema utamanya adalah tentang arti keluarga yang sebenarnya. Film ini menggambarkan bahwa keluarga tidak harus selalu terdiri dari hubungan darah. Keluarga bisa terbentuk dari ikatan emosional yang kuat, cinta, dan saling pengertian. Arya, yang awalnya merasa tidak siap menjadi ayah, akhirnya menemukan arti keluarga yang sebenarnya melalui hubungannya dengan Bima. Tema lain yang penting adalah tentang penerimaan dan pengampunan. Arya harus belajar untuk menerima masa lalunya dan memaafkan dirinya sendiri atas kesalahan-kesalahannya. Ia juga harus belajar untuk menerima Bima apa adanya, dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Selain itu, film ini juga menyoroti tema tentang tanggung jawab. Arya harus belajar untuk bertanggung jawab atas Bima dan memberikan kehidupan yang layak baginya. Ia juga harus bertanggung jawab atas perbuatannya di masa lalu dan berusaha untuk memperbaiki kesalahan-kesalahannya. "Panggil Aku Ayah" juga membahas tentang pentingnya komunikasi dalam sebuah hubungan. Arya dan Bima harus belajar untuk berkomunikasi secara terbuka dan jujur satu sama lain agar hubungan mereka semakin kuat.

Pemeran dan Karakter

Film ini menampilkan deretan aktor dan aktris ternama Indonesia yang memberikan penampilan memukau. Reza Rahadian sebagai Arya: Pemeran utama yang sukses menghidupkan karakter Arya, seorang eksekutif muda yang kaget ketika mengetahui dirinya memiliki seorang putra. Reza berhasil menggambarkan perubahan karakter Arya dari seorang pria yang dingin dan egois menjadi seorang ayah yang penuh kasih sayang. Alwi Assegaf sebagai Bima: Alwi Assegaf memberikan penampilan yang sangat memukau sebagai Bima, anak laki-laki yang cerdas dan gigih. Ia berhasil menghadirkan karakter Bima yang penuh semangat dan kasih sayang, sehingga penonton merasa terhubung dengan karakternya. Citra Kirana sebagai Rina: Citra Kirana berperan sebagai Rina, ibu kandung Bima yang tiba-tiba muncul kembali. Citra Kirana berhasil menggambarkan karakter Rina yang penuh dengan konflik batin, antara keinginan untuk memiliki kembali anaknya dan kesadarannya bahwa Arya adalah ayah yang baik bagi Bima. Dukung Pemeran Pendukung: Beberapa aktor dan aktris pendukung juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam film ini, melengkapi cerita dan memperkuat karakter utama. Mereka menghadirkan dinamika yang menarik dan menambah kedalaman pada alur cerita.

Proses Produksi

"Panggil Aku Ayah" merupakan hasil kolaborasi antara rumah produksi besar di Indonesia, XYZ Films, dengan tim produksi yang berpengalaman. Proses produksi film ini memakan waktu sekitar satu tahun, mulai dari tahap penulisan skenario hingga tahap pasca produksi. Benni Setiawan, sang sutradara, dikenal dengan kemampuannya dalam mengarahkan film-film drama keluarga yang menyentuh hati. Ia berhasil menghadirkan cerita yang relatable dan menghibur bagi penonton. Lokasi syuting film ini dilakukan di beberapa tempat di Jakarta dan sekitarnya, dengan memanfaatkan keindahan kota dan suasana perkotaan yang modern. Tim produksi juga sangat memperhatikan detail visual dan audio, sehingga menghasilkan kualitas gambar dan suara yang memukau. Musik latar film ini juga sangat mendukung suasana dan emosi yang ingin disampaikan.

Resepsi dan Kritik

Sejak dirilis, "Panggil Aku Ayah" mendapatkan sambutan hangat dari penonton dan kritikus film. Banyak yang memuji alur cerita yang menyentuh hati, akting yang memukau dari para pemain, dan arahan yang cermat dari Benni Setiawan. Beberapa kritikus film menyebut "Panggil Aku Ayah" sebagai salah satu film drama keluarga terbaik di tahun 2025. Mereka memuji film ini karena berhasil mengangkat tema-tema penting tentang keluarga, penerimaan, dan tanggung jawab dengan cara yang menghibur dan relatable. Namun, ada juga beberapa kritikus yang memberikan catatan kecil tentang film ini. Beberapa kritikus merasa bahwa beberapa adegan terlalu melodramatis dan kurang realistis. Namun, secara keseluruhan, "Panggil Aku Ayah" mendapatkan ulasan positif dari sebagian besar kritikus film. Kesuksesan komersial film ini juga tidak bisa diabaikan. "Panggil Aku Ayah" berhasil menarik perhatian penonton dari berbagai kalangan usia dan menjadi salah satu film terlaris di tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa film ini berhasil memenuhi ekspektasi penonton dan memberikan pengalaman sinematik yang memuaskan.

Rekomendasi Film Serupa

Keluarga Cemara (2019): Sebuah film drama keluarga yang menceritakan tentang sebuah keluarga yang harus beradaptasi dengan kehidupan baru setelah mengalami kebangkrutan. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (2019): Sebuah film drama keluarga yang menceritakan tentang tiga bersaudara yang memiliki masalah dan rahasia masing-masing. Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan (2019): Sebuah film komedi romantis yang menceritakan tentang seorang wanita yang berjuang untuk menerima dirinya sendiri apa adanya. Dua Garis Biru (2019): Sebuah film drama remaja yang menceritakan tentang dua remaja yang harus menghadapi kehamilan di luar nikah. Miracle in Cell No. 7 (2012/Remake Indonesia): Kisah mengharukan tentang hubungan antara seorang ayah dengan keterbelakangan mental dan putrinya. Versi Indonesia juga menawarkan sentuhan budaya yang relevan. Film-film di atas memiliki tema dan gaya yang mirip dengan "Panggil Aku Ayah," yaitu mengangkat cerita tentang keluarga, cinta, dan penerimaan dengan cara yang menghibur dan menyentuh hati. Selamat menonton!

Sutradara

Benni Setiawan

DediTatangLittle IntanIntanRossaBenMarjonoYana