On Lavender - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 4 menit membaca

ACT 1 (Setup)

Film dibuka dengan Jane, seorang fotografer profesional yang berdedikasi, sedang mengajar kelas fotografi untuk anak-anak. Ia terlihat memiliki hubungan yang baik dengan murid-muridnya. Setelah kelas, ia pulang ke rumahnya di pedesaan yang indah, tempat ia tinggal bersama suaminya, Alan, seorang pengacara yang sibuk, dan putri mereka yang berusia delapan tahun, Alice. Hubungan Jane dan Alan tampak harmonis, namun ada sedikit jarak karena kesibukan Alan dengan pekerjaannya. Alice, putri mereka, digambarkan sebagai anak yang cerdas dan kreatif, namun seringkali melamun dan tenggelam dalam dunianya sendiri.

Suatu hari, Alice menyaksikan kecelakaan mobil mengerikan di dekat rumah mereka. Sebuah mobil melaju kencang dan menabrak pohon. Alice adalah saksi pertama dan satu-satunya. Jane bergegas ke lokasi kejadian, dan secara naluriah ia mengambil foto-foto mobil yang hancur dan korban kecelakaan sebelum paramedis tiba. Foto-foto itu kemudian diterbitkan di berbagai media, dan Jane mendapatkan pengakuan atas bakatnya.

ACT 2 (Conflict)

Namun, kecelakaan itu berdampak buruk pada Alice. Dia mulai mengalami mimpi buruk dan menunjukkan perilaku aneh. Ia menjadi sangat pendiam dan menarik diri. Jane dan Alan khawatir dengan kondisi Alice dan membawanya ke psikiater anak. Psikiater mendiagnosis Alice menderita trauma pasca-kejadian.

Di sisi lain, foto-foto kecelakaan itu memberikan Jane dorongan karir yang besar. Ia ditawari pameran tunggal di galeri seni terkenal di New York. Jane merasa sangat senang dan antusias, namun ia juga merasa bersalah karena kesuksesannya didasarkan pada tragedi yang disaksikan oleh putrinya. Alan mendukung Jane sepenuhnya dan mendorongnya untuk menerima tawaran itu.

Ketika Jane semakin fokus pada karirnya, Alice semakin terisolasi. Alice mulai berbicara tentang orang-orang yang ia lihat dan dengar di dalam rumah mereka, yang tidak bisa dilihat atau didengar oleh orang lain. Dia menggambar gambar-gambar aneh dan mulai bertingkah laku tidak terkendali. Jane dan Alan semakin khawatir dan mencari cara untuk membantu Alice.

Suatu hari, saat menjelajahi loteng rumah mereka, Alice menemukan sebuah kotak tua yang berisi barang-barang antik, termasuk sebuah kotak musik lavender yang indah. Kotak musik itu tampaknya memiliki efek menenangkan pada Alice, dan ia menjadi terobsesi dengannya. Setiap kali ia mendengarkan musik dari kotak itu, ia menjadi lebih tenang dan damai. Namun, ia juga mulai berbicara tentang seorang wanita yang tinggal di dalam kotak musik itu.

Jane menjadi curiga dan mulai menyelidiki sejarah rumah mereka. Ia menemukan bahwa rumah itu dulunya dimiliki oleh seorang wanita bernama Elizabeth, yang meninggal secara tragis dalam kecelakaan mobil bertahun-tahun yang lalu. Jane mulai bertanya-tanya apakah Alice terhubung dengan Elizabeth melalui kotak musik itu.

ACT 3 (Climax)

Jane semakin yakin bahwa Alice dirasuki oleh roh Elizabeth. Ia berkonsultasi dengan seorang paranormal, yang mengkonfirmasi kecurigaannya. Paranormal itu menjelaskan bahwa Elizabeth terjebak di antara dunia orang hidup dan dunia orang mati, dan ia menggunakan Alice sebagai medium untuk berkomunikasi. Paranormal itu menyarankan Jane untuk mengembalikan Elizabeth ke dunia orang mati agar Alice bisa sembuh.

Jane memutuskan untuk melakukan ritual pemanggilan arwah Elizabeth. Ia mengumpulkan semua barang-barang milik Elizabeth, termasuk kotak musik lavender, dan membawanya ke tempat kecelakaan yang menewaskan Elizabeth. Di sana, dengan bantuan paranormal, Jane melakukan ritual pemanggilan arwah.

Selama ritual, Alice kerasukan Elizabeth. Elizabeth berbicara melalui Alice, mengungkapkan penyesalannya dan keinginannya untuk beristirahat dengan tenang. Jane berkomunikasi dengan Elizabeth dan meyakinkannya untuk melepaskan Alice dan kembali ke dunia orang mati.

ACT 4 (Resolution)

Setelah ritual, Alice pingsan. Ketika ia bangun, ia tidak ingat apa pun tentang kerasukan Elizabeth. Ia kembali menjadi dirinya sendiri, dan mimpi buruknya berhenti. Jane dan Alan merasa lega dan bersyukur bahwa Alice telah sembuh.

Jane membatalkan pamerannya di New York dan memutuskan untuk fokus pada keluarganya. Ia menyadari bahwa yang paling penting dalam hidupnya adalah kesehatan dan kebahagiaan Alice. Ia dan Alan semakin dekat dan membangun kembali hubungan mereka.

Film berakhir dengan Jane, Alan, dan Alice bermain bersama di taman mereka. Alice tersenyum dan tertawa, menunjukkan bahwa ia telah sepenuhnya pulih dari traumanya. Jane mengambil foto keluarga, mengabadikan momen kebahagiaan mereka. Kotak musik lavender disimpan di tempat yang aman, sebagai pengingat akan pengalaman mengerikan yang telah mereka lalui.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya