Oliver - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 4 menit membaca

Oliver, seorang anak yatim piatu, hidup dalam kemiskinan yang menyedihkan di rumah kerja yang keras dan kejam. Anak-anak di sana kelaparan dan dipaksa bekerja keras tanpa henti.

ACT 1 (Setup)

Oliver dan anak-anak yatim lainnya kelaparan. Dalam undian yang mengerikan, Oliver terpilih untuk meminta lebih banyak bubur kepada Tuan Bumble, sang pejabat rumah kerja yang korup dan kejam. Dengan keberanian yang dipaksakan, Oliver memberanikan diri untuk meminta, "Tolong, Tuan, saya ingin sedikit lagi." Permintaan ini mengejutkan dan membuat marah para pejabat rumah kerja. Oliver dicap sebagai anak nakal dan ditawarkan sejumlah kecil uang untuk siapa pun yang bersedia membawanya dari rumah kerja.

Tuan Sowerberry, seorang tukang peti mati yang masam dan pelit, mengambil Oliver sebagai murid. Oliver diperlakukan dengan buruk oleh Sowerberry, istrinya yang kejam, dan Noah Claypole, seorang magang lain yang suka mengganggu dan menyiksa Oliver. Setelah dihina dan diprovokasi oleh Noah, yang menghina mendiang ibunya, Oliver kehilangan kesabaran dan menyerang Noah. Oliver dikurung dan dipukuli.

Oliver melarikan diri dari rumah Sowerberry dan memutuskan untuk berjalan ke London, berharap menemukan kehidupan yang lebih baik. Dia berjalan kaki selama berhari-hari, lapar dan kelelahan. Di pinggiran London, dia bertemu dengan seorang anak jalanan licik bernama Jack Dawkins, yang dijuluki "Artful Dodger." Dodger menawarkan Oliver tempat tinggal dan makanan gratis di London, dan membawanya ke tempat persembunyiannya.

Oliver diperkenalkan kepada Fagin, seorang pria tua yang jahat yang menjalankan sebuah sarang pencuri. Fagin melatih anak-anak jalanan untuk mencopet. Oliver yang polos dan naif tidak menyadari bahwa ia telah bergabung dengan kelompok kriminal.

ACT 2 (Conflict)

Fagin dan anak-anaknya mencoba mengajari Oliver cara mencopet. Namun, Oliver terlalu jujur dan terlalu baik untuk menjadi pencuri yang baik. Dalam satu percobaan, Oliver diperintahkan untuk ikut mencopet dompet seorang pria kaya bernama Tuan Brownlow. Oliver, yang masih belum berpengalaman, tertangkap basah. Tuan Brownlow menangkap Oliver, tetapi alih-alih menyerahkannya kepada polisi, dia merasa iba dan membawanya pulang.

Tuan Brownlow merawat Oliver dan memberinya pakaian baru. Oliver menikmati tinggal bersama Tuan Brownlow, yang memperlakukannya dengan baik dan menunjukkan kebaikan kepadanya. Oliver mulai merasa seperti memiliki keluarga untuk pertama kalinya. Tuan Brownlow memperhatikan kemiripan Oliver dengan potret seorang wanita yang dia kenal.

Fagin dan Bill Sikes, seorang penjahat kejam dan berbahaya, khawatir Oliver akan membocorkan informasi tentang operasi mereka kepada polisi. Mereka bertekad untuk membawa Oliver kembali ke sarang pencuri. Nancy, seorang pelacur muda yang memiliki hubungan dengan Sikes, memiliki hati nurani dan peduli pada Oliver.

Nancy menemukan Oliver dan membawanya kembali ke Fagin dan Sikes. Tuan Brownlow hancur hatinya ketika Oliver menghilang. Dia yakin bahwa Oliver telah mencuri darinya dan melarikan diri.

Oliver kembali ke kehidupan keras dan berbahaya di sarang pencuri. Nancy diam-diam merasa bersalah karena membawa Oliver kembali dan bertekad untuk membantunya melarikan diri lagi.

ACT 3 (Climax)

Sikes merencanakan untuk merampok rumah di pedesaan. Dia memaksa Oliver untuk ikut serta dalam perampokan tersebut, karena ukurannya yang kecil akan memungkinkan dia masuk melalui jendela. Oliver dipaksa untuk membantu dalam perampokan tersebut, meskipun dia tidak ingin melukai siapa pun.

Perampokan itu gagal. Oliver terluka parah selama perampokan dan ditinggalkan oleh Sikes. Rumah yang dirampok adalah milik Rose Maylie dan bibinya, Nyonya Maylie. Mereka menemukan Oliver yang terluka dan membawanya pulang untuk dirawat.

Rose Maylie merawat Oliver kembali sehat. Selama masa pemulihannya, Oliver menceritakan kisahnya kepada Rose dan Nyonya Maylie. Mereka percaya padanya dan berjanji untuk membantunya membuktikan ketidakbersalahannya.

Nancy, yang merasa semakin bersalah atas perannya dalam kehidupan Oliver, diam-diam menemui Rose dan Tuan Brownlow. Dia mengungkapkan informasi tentang Fagin dan Sikes, serta keberadaan Oliver. Dia mempertaruhkan nyawanya untuk membantu Oliver.

Sikes mengetahui bahwa Nancy telah mengkhianatinya. Dalam amarahnya, dia membunuh Nancy secara brutal.

ACT 4 (Resolution)

Pembunuhan Nancy membuat marah masyarakat London. Polisi dan warga kota mengejar Sikes. Sikes, yang mencoba melarikan diri, akhirnya terjatuh dari atap dan meninggal.

Fagin ditangkap dan dijatuhi hukuman gantung. Oliver mengunjungi Fagin di penjara dan mencoba menghiburnya, meskipun Fagin telah memperlakukannya dengan buruk.

Tuan Brownlow dan Rose Maylie melacak identitas Oliver. Terungkap bahwa Oliver adalah cucu dari teman lama Tuan Brownlow, Edwin Leeford, dan keponakan Rose Maylie. Oliver mewarisi kekayaan dari mendiang ayahnya.

Oliver akhirnya menemukan rumah permanen bersama Tuan Brownlow dan Rose Maylie. Dia diadopsi ke dalam keluarga mereka dan hidup bahagia selamanya, jauh dari kemiskinan dan kejahatan masa lalunya. Para penjahat lainnya ditangkap dan keadilan ditegakkan. Oliver akhirnya menemukan cinta, keamanan, dan rasa memiliki yang selalu dia dambakan.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya