My Love Will Make You Disappear - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 5 menit membaca

ACT 1 (Setup)

Indra, seorang pemuda tampan dan misterius, bertemu dengan Satria, seorang gadis ceria dan penuh semangat yang bekerja sebagai barista di sebuah kedai kopi kecil di Jakarta. Pertemuan pertama mereka terjadi secara kebetulan ketika Indra memesan kopi di kedai tempat Satria bekerja. Indra tertarik pada Satria karena kepribadiannya yang optimis dan kecantikannya yang alami. Satria, meskipun awalnya merasa sedikit aneh dengan aura Indra yang gelap, juga terpesona dengan ketampanan dan sikapnya yang misterius. Mereka mulai berkencan, dan hubungan mereka berkembang pesat. Indra membawa Satria ke tempat-tempat indah dan romantis, memberikan hadiah-hadiah mahal, dan mencurahkan perhatian penuh padanya. Satria merasa seperti berada di dunia mimpi, menemukan cinta sejati yang selama ini dia impikan. Namun, kebahagiaan Satria mulai terusik ketika dia merasakan keanehan dalam diri Indra. Indra selalu menghindar ketika Satria bertanya tentang masa lalunya atau keluarganya. Ia selalu punya alasan untuk tidak mengenalkan Satria kepada orang-orang terdekatnya. Selain itu, Indra memiliki kebiasaan aneh, seperti selalu memakai sarung tangan, menghindari cahaya matahari langsung, dan tampak ketakutan ketika mendengar suara tertentu. Satria mulai merasa curiga dan bertanya-tanya tentang siapa sebenarnya Indra. Sahabat Satria, Dinda, juga merasakan keanehan yang sama dan memperingatkan Satria untuk berhati-hati. Dinda mencoba mencari tahu informasi tentang Indra, tetapi semua usahanya gagal. Tidak ada jejak digital atau catatan tentang keberadaan Indra sebelum bertemu Satria. Hal ini semakin membuat Satria dan Dinda curiga bahwa Indra menyembunyikan sesuatu yang besar. Satria kemudian menemukan sebuah kotak tua yang disembunyikan Indra di apartemennya. Di dalam kotak tersebut, Satria menemukan foto-foto Indra bersama seorang wanita lain yang sangat mirip dengannya. Wanita di foto tersebut terlihat sangat bahagia, tetapi ada aura kesedihan yang terpancar dari matanya.

ACT 2 (Conflict)

Satria memberanikan diri untuk menanyakan tentang foto-foto tersebut kepada Indra. Indra menjadi sangat marah dan berusaha merebut kotak tersebut dari Satria. Dalam pertengkaran tersebut, Indra tidak sengaja menyakiti Satria. Satria sangat terkejut dan kecewa dengan sikap kasar Indra. Indra meminta maaf dan menjelaskan bahwa wanita di foto tersebut adalah kakaknya, Arini, yang telah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Indra sangat terpukul dengan kepergian Arini dan masih belum bisa melupakannya. Indra mengakui bahwa dia melihat Arini dalam diri Satria, dan itulah alasan mengapa dia begitu tertarik padanya. Satria merasa sakit hati karena Indra ternyata tidak mencintainya apa adanya, tetapi mencintai bayangan kakaknya. Satria memutuskan untuk menjauhi Indra dan mencari tahu kebenaran tentang masa lalunya. Dinda membantu Satria untuk menyelidiki kematian Arini. Mereka menemukan bahwa Arini meninggal dunia secara misterius. Polisi menduga Arini bunuh diri, tetapi keluarga Arini tidak percaya dengan dugaan tersebut. Mereka meyakini bahwa Arini dibunuh. Satria dan Dinda mulai mencari bukti-bukti yang bisa mengungkap kebenaran tentang kematian Arini. Mereka mewawancarai teman-teman dan keluarga Arini, serta menyelidiki tempat-tempat yang sering dikunjungi Arini sebelum meninggal. Semakin dalam mereka menyelidiki, semakin banyak misteri yang mereka temukan. Mereka menemukan bahwa Arini terlibat dalam sebuah organisasi rahasia yang melakukan eksperimen-eksperimen aneh. Organisasi tersebut dipimpin oleh seorang ilmuwan gila bernama Profesor Bram. Profesor Bram memiliki obsesi untuk menciptakan manusia abadi dengan menggunakan teknologi terlarang. Arini adalah salah satu sukarelawan dalam eksperimen tersebut.

ACT 3 (Climax)

Satria dan Dinda menyadari bahwa kematian Arini terkait dengan eksperimen Profesor Bram. Mereka menduga bahwa Arini mengetahui sesuatu yang berbahaya tentang eksperimen tersebut, sehingga dia dibunuh untuk membungkamnya. Satria dan Dinda memutuskan untuk menemui Profesor Bram dan meminta penjelasannya. Profesor Bram awalnya mengelak dan menyangkal semua tuduhan Satria dan Dinda. Namun, ketika Satria menunjukkan bukti-bukti yang mereka temukan, Profesor Bram akhirnya mengakui perbuatannya. Profesor Bram menjelaskan bahwa eksperimennya telah berhasil menciptakan manusia abadi, tetapi ada efek samping yang sangat berbahaya. Manusia abadi tersebut akan kehilangan semua emosi dan menjadi mesin pembunuh yang tidak terkendali. Arini mengetahui efek samping tersebut dan berusaha untuk menghentikan eksperimen Profesor Bram. Profesor Bram tidak ingin eksperimennya gagal, sehingga dia membunuh Arini. Profesor Bram kemudian mengungkapkan bahwa Indra adalah salah satu subjek eksperimennya. Indra telah diubah menjadi manusia abadi, tetapi dia masih memiliki sedikit sisa emosi karena cinta Arini. Profesor Bram ingin menghilangkan semua sisa emosi Indra agar dia menjadi mesin pembunuh yang sempurna. Profesor Bram mencoba untuk menangkap Satria dan Dinda untuk dijadikan subjek eksperimennya selanjutnya. Satria dan Dinda berhasil melarikan diri dan mencari bantuan polisi. Indra, yang mengetahui bahwa Profesor Bram telah mengakui perbuatannya, merasa sangat marah dan kecewa. Indra memutuskan untuk membalas dendam kepada Profesor Bram atas kematian kakaknya. Indra mendatangi laboratorium Profesor Bram dan terjadi pertarungan sengit antara mereka. Indra berhasil mengalahkan Profesor Bram, tetapi dia terluka parah.

ACT 4 (Resolution)

Satria dan polisi tiba di laboratorium Profesor Bram dan menemukan Indra yang sekarat. Satria menghampiri Indra dan menyatakan cintanya padanya. Indra membalas cinta Satria dan meminta maaf atas semua kesalahan yang telah dia lakukan. Indra mengatakan bahwa dia tidak ingin menjadi mesin pembunuh dan ingin mati sebagai manusia. Indra menghembuskan nafas terakhirnya di pelukan Satria. Satria sangat sedih dan terpukul dengan kematian Indra. Profesor Bram ditangkap dan diadili atas kejahatan-kejahatannya. Laboratorium Profesor Bram dihancurkan dan semua eksperimennya dihentikan. Satria belajar untuk menerima kenyataan bahwa Indra tidak akan pernah kembali. Dia memutuskan untuk melanjutkan hidupnya dan menemukan kebahagiaan yang baru. Satria membuka kedai kopi sendiri dan menamakannya "Arini's Coffee" sebagai penghormatan kepada kakak Indra. Satria akhirnya menemukan kedamaian dan kebahagiaan dalam hidupnya, meskipun dia tidak pernah melupakan cinta sejatinya kepada Indra.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya