Mountain of Miracle
Kembali
Mountain of Miracle

Mountain of Miracle

"Salah gunung, untung segunung."

10.0/10
2025

Ringkasan

Di puncak gunung terpencil, sebuah keajaiban menanti. Ketika harapan dipertaruhkan, takdir terungkap dalam kisah epik yang akan mengubah segalanya.

Ringkasan Plot

Di tahun 2025, tim pendaki elit menghadapi Gunung Kangtega yang mematikan. Dipimpin oleh pendaki veteran yang dihantui tragedi masa lalu, mereka berjuang melawan badai dahsyat dan batas kemampuan fisik untuk mencapai puncak. Namun, keberhasilan pendakian diuji saat persahabatan dan loyalitas terancam oleh pilihan sulit dan pengorbanan yang tak terhindarkan di zona kematian.

📚 Cerita Lengkap

Ringkasan Film

Mountain of Miracle adalah film komedi yang dijadwalkan rilis pada tahun 2025. Disutradarai oleh Max Kubitschek, film ini menjanjikan tawa dan hiburan segar dengan premis yang unik dan karakter-karakter yang menarik. Mengisahkan tentang serangkaian kejadian konyol yang menimpa sekelompok orang dalam usaha mereka untuk mencapai puncak gunung yang konon memiliki kekuatan magis, Mountain of Miracle menawarkan kombinasi humor slapstick, dialog cerdas, dan visual yang memanjakan mata. Film ini diharapkan menjadi angin segar di genre komedi, memberikan pengalaman menonton yang ringan namun tetap berkesan bagi penonton dari berbagai kalangan usia.

Sinopsis Plot

Kisah Mountain of Miracle berpusat pada lima karakter utama: seorang ilmuwan eksentrik yang percaya pada legenda gunung ajaib, seorang pemandu wisata yang kelelahan dengan pekerjaannya, seorang influencer media sosial yang haus perhatian, seorang pensiunan yang mencari petualangan, dan seorang anak muda yang tersesat dan bingung dengan tujuan hidupnya. Mereka semua, dengan alasan yang berbeda-beda, memutuskan untuk mendaki Gunung Keramat, gunung yang diyakini memiliki kekuatan untuk mengabulkan permintaan siapapun yang berhasil mencapai puncaknya. Perjalanan mereka menuju puncak tidaklah mudah. Dimulai dengan persiapan yang serba salah, perjalanan pendakian diwarnai dengan berbagai kejadian lucu dan tidak terduga. Mereka tersesat, berhadapan dengan hewan-hewan liar yang aneh, terjebak dalam badai salju dadakan, dan terlibat dalam perdebatan-perdebatan konyol tentang makna hidup dan tujuan pendakian mereka. Seiring berjalannya waktu, mereka mulai menyadari bahwa kekuatan magis gunung bukanlah hal yang paling penting. Justru melalui kesulitan dan tantangan yang mereka hadapi bersama, mereka menemukan kekuatan persahabatan, keberanian untuk menghadapi ketakutan, dan pemahaman yang lebih dalam tentang diri mereka sendiri. Puncak gunung mungkin menjadi tujuan awal, namun perjalanan itu sendiri yang mengubah hidup mereka.

Tema Film

Mountain of Miracle mengeksplorasi beberapa tema sentral yang relevan dengan kehidupan modern. Tema persahabatan dan kerjasama menjadi landasan utama cerita. Karakter-karakter yang awalnya asing satu sama lain, perlahan-lahan membangun ikatan yang kuat melalui pengalaman-pengalaman yang mereka lalui bersama. Mereka belajar untuk saling mendukung, mengatasi perbedaan, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Selain itu, film ini juga menyinggung tema pencarian jati diri. Masing-masing karakter memiliki masalah dan keraguan yang mereka hadapi. Melalui pendakian gunung, mereka dipaksa untuk merenungkan hidup mereka, menghadapi ketakutan, dan menemukan keberanian untuk mengejar impian mereka. Tema penting lainnya adalah pentingnya menikmati perjalanan. Meskipun tujuan akhir adalah mencapai puncak gunung, film ini menekankan bahwa kebahagiaan sejati ditemukan dalam prosesnya. Menikmati pemandangan, tertawa bersama teman-teman, dan belajar dari setiap pengalaman, itulah yang membuat hidup berarti. Terakhir, Mountain of Miracle juga memberikan sentuhan satir terhadap budaya influencer dan obsesi terhadap validasi dari media sosial. Karakter influencer yang haus perhatian digambarkan sebagai sosok yang lucu dan ironis, mengingatkan kita untuk tidak terlalu terpaku pada citra diri yang ditampilkan di dunia maya.

Karakter dan Aktor

Film ini menampilkan sejumlah aktor dan aktris berbakat yang memerankan karakter-karakter unik dan menghibur. Dr. Aris (diperankan oleh Bima Arya): Seorang ilmuwan eksentrik yang terobsesi dengan legenda Gunung Keramat. Bima Arya membawa karakter ini hidup dengan sentuhan komedi yang konyol dan antusiasme yang menular. Rina (diperankan oleh Cinta Laura): Seorang pemandu wisata yang lelah dengan pekerjaannya dan bermimpi untuk melakukan sesuatu yang lebih berarti. Cinta Laura memberikan penampilan yang kuat dan relatable, menunjukkan perubahan emosional karakter Rina sepanjang film. Kevin (diperankan oleh Jefri Nichol): Seorang influencer media sosial yang mencari popularitas dan pengakuan. Jefri Nichol dengan cerdas memerankan karakter yang narsis namun tetap memiliki sisi lembut. Pak Budi (diperankan oleh Slamet Rahardjo): Seorang pensiunan yang mencari petualangan dan pengalaman baru. Slamet Rahardjo memberikan penampilan yang hangat dan bijaksana, menjadi sosok ayah bagi kelompok tersebut. Andi (diperankan oleh Angga Yunanda): Seorang anak muda yang tersesat dan tidak yakin dengan tujuan hidupnya. Angga Yunanda berhasil menggambarkan kegelisahan dan kebingungan remaja dengan cara yang relatable.

Produksi Film

Produksi Mountain of Miracle melibatkan tim yang solid dan berpengalaman di industri perfilman. Max Kubitschek, yang dikenal dengan gaya penyutradaraan komedinya yang khas, memimpin proyek ini dengan visi yang jelas. Naskah film ditulis oleh tim penulis muda yang berbakat, yang berhasil menciptakan dialog yang cerdas, humor yang segar, dan karakter-karakter yang relatable. Lokasi syuting film dilakukan di beberapa tempat yang indah dan menantang, termasuk pegunungan yang menjulang tinggi dan hutan-hutan yang lebat. Tim produksi bekerja keras untuk menangkap keindahan alam dan menciptakan visual yang memukau. Efek khusus juga digunakan untuk menambah elemen magis dan surealis pada film. Musik film digubah oleh seorang komposer terkenal, yang menciptakan melodi yang ceria dan membangkitkan semangat. Musik tersebut secara efektif melengkapi adegan-adegan komedi dan emosional, meningkatkan pengalaman menonton secara keseluruhan.

Resepsi yang Diharapkan

Meskipun Mountain of Miracle belum dirilis, antusiasme publik terhadap film ini sangat tinggi. Trailer film yang dirilis secara online telah mendapatkan jutaan penonton dan komentar positif. Banyak yang memuji premis yang unik, humor yang segar, dan para aktor yang berbakat. Para kritikus film juga memberikan ekspektasi yang tinggi terhadap film ini. Mereka memuji Max Kubitschek sebagai sutradara komedi yang handal dan naskah film sebagai karya yang cerdas dan menghibur. Banyak yang memprediksi bahwa Mountain of Miracle akan menjadi salah satu film komedi terlaris tahun 2025. Film ini diharapkan dapat menarik perhatian penonton dari berbagai kalangan usia. Humor yang universal dan tema-tema yang relevan akan membuat film ini relatable bagi banyak orang. Selain itu, para aktor yang populer juga akan membantu menarik penonton yang lebih luas.

Rekomendasi Film Serupa

The Grand Budapest Hotel (2014): Film komedi drama yang disutradarai oleh Wes Anderson, mengisahkan tentang petualangan seorang concierge dan seorang pelayan di sebuah hotel mewah di Eropa. Little Miss Sunshine (2006): Film komedi drama yang mengikuti perjalanan sebuah keluarga yang dysfunctional dalam mendukung putri mereka yang ingin mengikuti kontes kecantikan. Hunt for the Wilderpeople (2016): Film komedi petualangan yang menceritakan tentang seorang anak laki-laki yang bandel dan seorang pria tua yang hidup di hutan Selandia Baru dan harus melarikan diri dari pihak berwenang. Paddington (2014) & Paddington 2 (2017): Film keluarga yang menghangatkan hati tentang seekor beruang dari Peru yang menemukan rumah di London. The Intouchables (2011): Film komedi drama Prancis yang menceritakan tentang persahabatan yang tidak mungkin antara seorang jutawan lumpuh dan seorang pria muda dari lingkungan kumuh. Semoga daftar ini memberi Anda beberapa ide tentang film-film lain yang mungkin Anda nikmati.

Sutradara

Max Kubitschek

Olli HermesDr. Wolfgang BurgDr. Heidi GottschlingOberschwester Monika BauerModeratorin Sonja WischnewskiLieferboteAgentin CarolaAnruferin Renate