Money Talks - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 4 menit membaca

ACT 1 (Setup)

Franklin Hatchett adalah seorang calo tiket kecil-kecilan yang penuh akal dan bicara cepat. Dia tinggal di Los Angeles dan selalu berusaha untuk menghasilkan uang dengan cara apa pun yang bisa dia lakukan, meskipun seringkali ilegal atau etisnya dipertanyakan. Suatu hari, saat dia menjual tiket di luar pertandingan tinju antara Rock Newman dan Geronimo, dia menarik perhatian James Russell, seorang reporter berita TV yang sedang meliput acara tersebut.

Russell, yang terpikat dengan kepribadian dan gaya bicara Franklin yang flamboyan, memutuskan untuk mewawancarainya di tempat. Franklin dengan senang hati bermain untuk kamera, membuat lelucon dan mempromosikan dirinya. Wawancara ini kemudian disiarkan di berita malam, yang membuat Franklin menjadi terkenal di kalangan lokal, meskipun dalam konteks yang sedikit memalukan.

Namun, masalah sebenarnya dimulai ketika Franklin berhubungan dengan pria bernama Aaron yang terlibat dalam transaksi berlian ilegal. Aaron menyuruh Franklin untuk mengambil paket dari tempat parkir dan mengantarkannya ke lokasi tertentu. Franklin, yang tidak tahu apa isi paket tersebut, setuju dengan harapan mendapatkan bayaran yang lumayan.

Di tempat parkir, Franklin menyaksikan pembantaian. Pencuri bersenjata menembaki para pengawal yang mengawal transaksi berlian. Dalam kekacauan itu, Franklin secara tidak sengaja memukul seorang petugas polisi hingga pingsan saat mencoba melarikan diri. Setelah pembantaian, Franklin ditangkap karena diduga terlibat dalam pembunuhan petugas dan pencurian berlian. Dia dipenjara, menghadapi tuntutan yang serius.

ACT 2 (Conflict)

Di penjara, Franklin bertemu dengan Raymond Villard, seorang pedagang senjata psikopat asal Prancis yang sangat berbahaya. Villard menggunakan Franklin sebagai alat untuk melarikan diri dari penjara. Selama pelarian yang kacau, banyak penjaga dan narapidana terbunuh. Franklin dan Villard berhasil lolos, tetapi Franklin sekarang menjadi buronan dan dituduh atas pembunuhan dan keterlibatan dalam pelarian Villard.

Russell, sang reporter berita, melihat kesempatan untuk mendapatkan cerita besar. Dia mengunjungi istri Franklin, Grace, dan mencoba untuk mendapatkan informasi darinya. Grace, meskipun mencintai Franklin, frustrasi dengan kecenderungannya untuk terlibat dalam masalah.

Villard berencana untuk meninggalkan negara itu dengan sebuah pesawat terbang yang menunggu, tetapi pertama-tama ia membutuhkan uang. Dia menculik Grace dan menuntut tebusan sebesar 1 juta dolar dari Franklin. Franklin, yang sangat mencintai Grace, bersedia melakukan apa saja untuk menyelamatkannya.

Franklin menghubungi Russell, satu-satunya orang yang dia percaya bisa membantunya. Dia memberi tahu Russell tentang penculikan Grace dan meminta bantuannya untuk mengumpulkan uang tebusan. Russell, yang menyadari potensi berita ini, setuju untuk membantu Franklin, tetapi juga diam-diam memberi tahu polisi.

Franklin dan Russell berusaha mengumpulkan uang tebusan. Mereka berusaha untuk memeras teman-teman dan kenalan Franklin, tetapi sebagian besar gagal. Sementara itu, mereka terus-menerus dikejar oleh polisi, dipimpin oleh Detektif Bobby Pickett, yang yakin bahwa Franklin bersalah.

Franklin akhirnya memutuskan untuk menghubungi teman-temannya dari dunia kriminal, meskipun dia tahu itu berisiko. Dia berhasil mengumpulkan sebagian uang tebusan, tetapi tidak cukup untuk memenuhi tuntutan Villard.

ACT 3 (Climax)

Franklin dan Russell bertemu dengan Villard di lokasi yang ditentukan untuk penyerahan tebusan. Villard, yang mencurigai bahwa Franklin telah memberi tahu polisi, memeriksa sekitar lokasi. Ketegangan meningkat saat Franklin dan Villard berdebat tentang uang tebusan dan nasib Grace.

Tiba-tiba, polisi, dipimpin oleh Detektif Pickett, menyerbu lokasi tersebut. Tembak-menembak sengit terjadi antara polisi dan anak buah Villard. Franklin terjebak di tengah-tengah baku tembak, berusaha melindungi Grace dan menghindari peluru.

Selama baku tembak, Russell mencoba untuk meliput kejadian tersebut untuk siaran langsung. Dia akhirnya tertangkap dalam baku tembak dan hampir terbunuh, tetapi Franklin menyelamatkannya.

Franklin akhirnya berhasil mencapai Villard dan terjadi perkelahian fisik yang brutal. Villard, yang lebih besar dan lebih kuat, memiliki keunggulan, tetapi Franklin menggunakan kecerdasannya dan akalnya untuk mengalahkan Villard.

Dalam klimaks pertarungan, Franklin berhasil melucuti senjata Villard dan menahannya sampai polisi bisa menangkapnya. Grace diselamatkan dan dilepaskan tanpa cedera.

ACT 4 (Resolution)

Setelah penangkapannya, Villard menghadapi pengadilan atas kejahatannya. Berkat kesaksian Franklin dan Russell, serta bukti yang terkumpul, Villard dinyatakan bersalah atas banyak dakwaan, termasuk pembunuhan, penculikan, dan perdagangan senjata.

Franklin dibebaskan dari semua tuduhan yang terkait dengan pembantaian berlian dan pelarian penjara. Terungkap bahwa dia dijebak oleh Aaron, yang bekerja untuk Villard. Polisi berhasil menangkap Aaron dan membawanya ke pengadilan.

Franklin dan Grace akhirnya bisa bersatu kembali dan memperbaiki hubungan mereka. Franklin memutuskan untuk meninggalkan hidupnya sebagai calo tiket kecil-kecilan dan mencari pekerjaan yang lebih jujur.

Russell menerima banyak pujian atas liputannya tentang kejadian tersebut. Dia menjadi selebritas dan kariernya meroket. Dia tetap berteman dengan Franklin dan Grace.

Film berakhir dengan Franklin mendapatkan pekerjaan yang jujur, bersama Grace, dan mereka berdua menantikan masa depan yang lebih baik. Franklin belajar dari pengalamannya dan menyadari pentingnya kejujuran dan tanggung jawab.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya