Mission Sleeping Beauty - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 6 menit membaca

Mission Sleeping Beauty

ACT 1 (Setup)

Agen rahasia bernama Adi, yang dikenal dengan keahliannya menyamar dan menyusup, dipanggil ke markas besar Badan Intelijen Nasional Indonesia (BIN). Di sana, ia diperkenalkan dengan misi yang sangat unik dan aneh: menyelamatkan seorang putri bernama Aurora yang telah tertidur lelap selama sepuluh tahun akibat kutukan kuno. Putri Aurora adalah pewaris tahta sebuah kerajaan kecil di wilayah Asia Tenggara yang terpencil, yang memiliki sumber daya alam sangat penting bagi stabilitas ekonomi Indonesia. Jika Aurora tidak segera dibangunkan, kekacauan politik dan perebutan kekuasaan akan mengancam kepentingan nasional.

Adi awalnya skeptis. Ia adalah agen yang terbiasa dengan mata-mata dan sabotase, bukan cerita dongeng. Namun, atasannya, seorang wanita tegas bernama Ibu Rahayu, meyakinkannya bahwa ini adalah misi krusial. BIN telah mencoba berbagai cara ilmiah untuk membangunkan Aurora, namun gagal. Terakhir, mereka memutuskan untuk mencoba pendekatan yang lebih…konvensional, berdasarkan legenda dan mitos yang terkait dengan kutukan tersebut. Konon, hanya ciuman dari cinta sejati yang dapat mematahkan kutukan tersebut.

Adi diberi informasi lengkap tentang Putri Aurora, kerajaan tempat ia tinggal, dan legenda yang mengelilinginya. Ia juga diperkenalkan dengan tim pendukungnya: seorang ahli teknologi bernama Budi yang bertugas menyediakan alat-alat canggih dan dukungan teknis, dan seorang ahli bahasa dan budaya bernama Dewi yang bertugas menerjemahkan bahasa kuno dan memahami adat istiadat kerajaan.

Adi, Budi, dan Dewi berangkat menuju kerajaan terpencil itu, menyamar sebagai tim peneliti sejarah dan budaya. Mereka tiba di sebuah desa kecil di kaki gunung tempat istana terpencil Aurora berada. Mereka disambut oleh kepala desa yang tampak waspada dan enggan membantu. Setelah memberikan sedikit uang dan menjelaskan maksud kedatangan mereka secara diplomatis, kepala desa setuju untuk mengantarkan mereka ke istana.

ACT 2 (Conflict)

Istana Aurora tampak seperti istana dongeng yang terabaikan. Dindingnya ditutupi lumut, tamannya penuh semak belukar liar, dan suasana di dalamnya terasa angker. Adi, Budi, dan Dewi berhasil masuk ke dalam istana berkat bantuan kepala desa, yang memiliki kenalan di dalam. Mereka menemukan Putri Aurora tertidur lelap di atas ranjang besar di sebuah kamar yang terpencil.

Budi mencoba menggunakan alat-alat canggihnya untuk mendeteksi tanda-tanda kehidupan Aurora dan mencari cara untuk membangunkannya secara ilmiah. Namun, semua usahanya sia-sia. Alat-alatnya menunjukkan bahwa Aurora dalam keadaan mati suri, dan tidak ada cara untuk membangunkannya tanpa mematahkan kutukan.

Sementara itu, Adi dan Dewi mencoba mencari petunjuk di dalam istana tentang bagaimana cara mematahkan kutukan. Mereka menjelajahi perpustakaan kuno, membaca buku-buku usang yang berisi legenda dan mitos tentang kutukan tersebut. Mereka menemukan bahwa kutukan tersebut diucapkan oleh seorang penyihir jahat yang merasa sakit hati karena tidak diundang ke pesta kelahiran Aurora. Penyihir itu mengutuk Aurora untuk tertidur lelap pada usia 17 tahun, dan hanya ciuman dari cinta sejati yang dapat membangunkannya.

Adi mulai merasa tertekan. Ia bukan pangeran tampan yang bisa memberikan ciuman cinta sejati. Ia hanya seorang agen rahasia yang ditugaskan untuk menyelamatkan seorang putri. Namun, ia tahu bahwa ia tidak bisa menyerah. Stabilitas negara bergantung padanya.

Di tengah pencariannya, Adi bertemu dengan seorang wanita muda bernama Laras, seorang pelayan di istana yang sangat setia kepada Aurora. Laras memberitahu Adi bahwa ada rumor tentang seorang pangeran dari kerajaan tetangga yang pernah jatuh cinta pada Aurora sebelum ia tertidur. Pangeran itu dikabarkan sangat sedih ketika Aurora dikutuk, dan ia berjanji akan kembali suatu hari nanti untuk membangunkannya.

Adi memutuskan untuk mencari pangeran tersebut. Ia meminta bantuan Budi untuk melacak keberadaan pangeran itu melalui satelit dan internet. Setelah beberapa hari pencarian, Budi berhasil menemukan pangeran itu, yang sekarang menjadi seorang pria paruh baya yang tinggal di sebuah desa terpencil di pegunungan.

Adi pergi menemui pangeran itu, berharap ia bisa membantu mematahkan kutukan Aurora. Namun, pangeran itu menolak. Ia mengatakan bahwa ia telah kehilangan harapan dan tidak percaya lagi pada cinta sejati. Ia mengatakan bahwa kutukan itu terlalu kuat untuk dipatahkan.

Adi merasa putus asa. Ia tahu bahwa ia harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan Aurora dan kerajaannya. Ia kembali ke istana dan merenungkan semua informasi yang telah ia kumpulkan. Ia menyadari bahwa kunci untuk mematahkan kutukan mungkin tidak hanya terletak pada ciuman dari cinta sejati, tetapi juga pada keberanian dan pengorbanan.

ACT 3 (Climax)

Adi memiliki sebuah ide gila. Ia memutuskan untuk berpura-pura menjadi pangeran yang akan memberikan ciuman cinta sejati kepada Aurora. Ia tahu bahwa ini adalah tindakan yang sangat berisiko, tetapi ia tidak punya pilihan lain.

Ia meminta bantuan Laras untuk mempersiapkannya. Laras memakaikannya pakaian kerajaan dan merias wajahnya agar terlihat lebih tampan. Ia juga mengajarinya beberapa kata-kata cinta dalam bahasa kuno.

Adi berdiri di depan ranjang Aurora, jantungnya berdebar kencang. Ia mengambil napas dalam-dalam dan membungkuk untuk mencium Aurora.

Pada saat bibirnya menyentuh bibir Aurora, terjadi keajaiban. Sebuah cahaya terang menyinari seluruh ruangan. Kutukan itu mulai melemah.

Namun, tiba-tiba, seorang sosok misterius muncul di dalam ruangan. Itu adalah penyihir jahat yang mengutuk Aurora. Penyihir itu marah karena kutukannya akan dipatahkan. Ia mencoba menghentikan Adi, tetapi Adi berhasil menghindar.

Terjadi pertarungan sengit antara Adi dan penyihir itu. Adi menggunakan semua keahliannya sebagai agen rahasia untuk melawan penyihir itu. Budi dan Dewi datang membantu, menggunakan alat-alat canggih mereka untuk mengalihkan perhatian penyihir itu.

Akhirnya, Adi berhasil mengalahkan penyihir itu. Ia menancapkan belati yang telah diberkati oleh Laras ke jantung penyihir itu. Penyihir itu menjerit kesakitan dan menghilang menjadi debu.

Setelah penyihir itu dikalahkan, kutukan itu akhirnya patah. Aurora membuka matanya.

ACT 4 (Resolution)

Aurora terkejut melihat Adi berdiri di depannya. Adi menjelaskan kepadanya semua yang telah terjadi. Aurora sangat berterima kasih kepada Adi karena telah menyelamatkannya dan kerajaannya.

Aurora kemudian bertemu dengan pangeran yang dulu mencintainya. Meskipun pangeran itu tidak bisa mematahkan kutukan, Aurora menghargai niat baiknya. Mereka berdua tetap berteman baik.

Adi, Budi, dan Dewi kembali ke Indonesia. Mereka disambut sebagai pahlawan. Adi menerima penghargaan dari BIN atas keberhasilannya dalam menyelesaikan misi yang mustahil.

Aurora kemudian naik tahta dan memerintah kerajaannya dengan bijaksana dan adil. Ia membangun hubungan baik dengan Indonesia dan menjamin stabilitas ekonomi di wilayah tersebut.

Adi dan Aurora tetap berhubungan baik. Meskipun mereka tidak pernah menjadi sepasang kekasih, mereka saling menghormati dan mengagumi. Adi menyadari bahwa ia telah menemukan sesuatu yang lebih berharga daripada cinta sejati: persahabatan dan rasa hormat.

Misi Sleeping Beauty telah selesai. Adi telah berhasil menyelamatkan seorang putri, sebuah kerajaan, dan kepentingan nasional Indonesia. Ia membuktikan bahwa bahkan dalam cerita dongeng, keberanian, pengorbanan, dan persahabatan adalah kunci untuk meraih kemenangan.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya