Method - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 4 menit membaca

ACT 1 (Setup)

Jae-ha, seorang aktor ambisius namun kurang pengalaman, mendapat peran utama dalam sebuah drama panggung berjudul "Unchain." Drama ini berkisah tentang seorang polisi bernama Walter yang menjalin hubungan sadomasokistik dengan seorang penjahat bernama Singer. Jae-ha berperan sebagai Singer. Di sisi lain, Young-woo, seorang aktor senior yang sangat dihormati karena dedikasinya pada "Method acting," mendapatkan peran Walter.

Jae-ha merasa terintimidasi oleh kehadiran Young-woo. Young-woo dikenal sangat selektif dalam memilih peran dan memiliki reputasi sebagai orang yang sulit ditebak. Saat sesi pembacaan naskah pertama, Young-woo memberikan tatapan tajam pada Jae-ha, membuatnya gugup. Proses latihan dimulai, dan Jae-ha kesulitan menemukan esensi karakter Singer. Ia merasa tidak bisa menyamai intensitas Young-woo.

Young-woo, di sisi lain, menunjukkan sikap yang dingin dan profesional. Ia tidak banyak berinteraksi dengan Jae-ha di luar latihan, tetapi saat berada di atas panggung, ia benar-benar menjelma menjadi Walter. Jae-ha merasa tertekan untuk bisa mengimbangi Young-woo, sehingga ia mulai mencoba berbagai cara untuk mendalami karakternya. Ia menghabiskan waktu sendirian, mencoba memahami psikologi Singer, dan melakukan riset tentang hubungan sadomasokistik.

Suatu malam, setelah latihan yang melelahkan, Jae-ha melihat Young-woo pulang sendiri. Ia memberanikan diri untuk menyapa Young-woo dan mengajaknya minum. Young-woo awalnya menolak, tetapi akhirnya setuju. Di bar, mereka mulai berbicara tentang peran mereka. Young-woo memberikan beberapa saran kepada Jae-ha, tetapi dengan cara yang ambigu dan misterius. Jae-ha merasa bingung, tetapi juga tertarik.

ACT 2 (Conflict)

Seiring berjalannya waktu, hubungan antara Jae-ha dan Young-woo semakin intens. Young-woo mulai bersikap lebih terbuka kepada Jae-ha, bahkan di luar latihan. Mereka sering makan malam bersama, berbicara tentang kehidupan pribadi mereka, dan berlatih adegan-adegan sulit. Jae-ha mulai merasa nyaman dengan Young-woo, dan ia menganggapnya sebagai mentor. Namun, ia juga merasakan sesuatu yang aneh dalam hubungan mereka.

Young-woo semakin dalam menghayati perannya sebagai Walter. Ia mulai memperlakukan Jae-ha seperti Singer, bahkan di luar panggung. Ia sering mengontrol Jae-ha, mengatur jadwalnya, dan memberikan perintah-perintah aneh. Jae-ha awalnya mengira bahwa ini adalah bagian dari metode akting Young-woo, tetapi ia mulai merasa tidak nyaman. Ia merasa bahwa Young-woo telah melewati batas.

Suatu malam, setelah latihan yang intens, Young-woo membawa Jae-ha ke apartemennya. Ia mengatakan bahwa ia ingin membantu Jae-ha mendalami karakter Singer dengan lebih baik. Di apartemen, Young-woo mulai melakukan hal-hal yang lebih ekstrem. Ia mengikat Jae-ha, mencambuknya, dan memaksanya untuk mengatakan hal-hal yang vulgar. Jae-ha merasa ketakutan dan kebingungan. Ia tidak tahu apakah ini masih bagian dari akting atau bukan.

Jae-ha mencoba menghentikan Young-woo, tetapi ia tidak berdaya. Young-woo terlalu kuat dan dominan. Jae-ha mulai merasa bahwa ia telah terjebak dalam permainan berbahaya. Ia tidak tahu bagaimana cara keluar dari situasi ini.

ACT 3 (Climax)

Jae-ha akhirnya menyadari bahwa Young-woo tidak hanya berakting. Ia benar-benar terobsesi dengan perannya sebagai Walter, dan ia menganggap Jae-ha sebagai Singer. Jae-ha memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini. Ia mengatakan kepada Young-woo bahwa ia tidak ingin lagi berlatih dengannya. Young-woo marah dan kecewa. Ia merasa dikhianati oleh Jae-ha.

Young-woo mulai mengancam Jae-ha. Ia mengatakan bahwa ia akan menghancurkan karir Jae-ha jika ia tidak kembali kepadanya. Jae-ha takut, tetapi ia tetap pada keputusannya. Ia tidak ingin menjadi korban obsesi Young-woo lagi.

Pada malam pertunjukan perdana "Unchain," Jae-ha dan Young-woo saling berhadapan di atas panggung. Suasana tegang dan penuh dengan permusuhan. Selama pertunjukan, Young-woo benar-benar kehilangan kendali. Ia mulai menyakiti Jae-ha secara fisik dan verbal. Jae-ha mencoba mempertahankan diri, tetapi ia tidak bisa mengalahkan Young-woo.

Di akhir pertunjukan, Young-woo menusuk Jae-ha dengan pisau palsu. Namun, karena emosi yang meluap-luap, Young-woo menusuk Jae-ha terlalu dalam. Jae-ha terluka parah dan jatuh ke lantai. Penonton mengira bahwa ini adalah bagian dari pertunjukan, tetapi mereka segera menyadari bahwa ada sesuatu yang salah ketika Jae-ha tidak bangun.

ACT 4 (Resolution)

Jae-ha dilarikan ke rumah sakit. Ia selamat dari luka-lukanya, tetapi ia mengalami trauma yang mendalam. Young-woo ditangkap dan didakwa dengan percobaan pembunuhan.

Setelah keluar dari rumah sakit, Jae-ha berusaha untuk melanjutkan hidupnya. Ia memutuskan untuk berhenti menjadi aktor dan mencari pekerjaan lain. Ia tidak ingin lagi berurusan dengan dunia yang penuh dengan obsesi dan kegilaan.

Beberapa tahun kemudian, Jae-ha bekerja sebagai guru sekolah menengah. Ia hidup dengan tenang dan damai. Suatu hari, ia menerima surat dari Young-woo. Dalam surat itu, Young-woo meminta maaf atas apa yang telah ia lakukan. Ia mengatakan bahwa ia telah menyadari kesalahannya dan ingin menebusnya. Jae-ha tidak membalas surat itu. Ia tidak tahu apakah ia bisa memaafkan Young-woo atau tidak.

Film berakhir dengan Jae-ha menatap jauh ke kejauhan, merenungkan masa lalunya. Ia masih dihantui oleh kenangan tentang Young-woo, tetapi ia juga merasa bahwa ia telah berhasil melupakan sebagian dari trauma itu. Ia telah menemukan kedamaian dalam hidupnya yang baru.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya