Malês - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 4 menit membaca

Malês mengisahkan tentang kehidupan keluarga Anwar dan istrinya, Rini, yang baru saja pindah ke sebuah desa terpencil di Jawa Tengah karena Anwar mendapatkan pekerjaan baru sebagai kepala sekolah di sana. Mereka membawa serta kedua anak mereka, Hana yang remaja dan adik laki-lakinya, Bayu yang masih kecil. Desa tersebut tampak damai dan asri, namun menyimpan aura misterius yang segera dirasakan oleh keluarga Anwar.

ACT 1 (Setup)

Keluarga Anwar tiba di desa dan disambut oleh Pak Kades, kepala desa yang ramah namun menyimpan rahasia. Rumah dinas yang mereka tempati tampak tua dan kurang terawat, namun Anwar dan Rini berusaha menciptakan suasana nyaman bagi anak-anak mereka. Hana mulai bersekolah di sekolah tempat ayahnya bekerja, sementara Bayu masih beradaptasi dengan lingkungan baru.

Keanehan mulai terjadi. Bayu sering berbicara sendiri dan melihat sosok-sosok yang tidak bisa dilihat oleh anggota keluarga lainnya. Hana merasa tidak nyaman dengan tatapan aneh dari beberapa warga desa, terutama para pemuda. Rini juga merasakan hawa dingin dan sering mendengar suara-suara aneh di dalam rumah. Anwar, sebagai kepala keluarga yang rasional, berusaha menenangkan mereka dan menganggapnya sebagai efek adaptasi.

Di sekolah, Anwar menemukan bahwa banyak siswa yang absen dan prestasi belajar mereka rendah. Ia berusaha mencari tahu penyebabnya dan menemukan bahwa desa tersebut masih kental dengan kepercayaan mistis dan praktik-praktik kuno. Seorang guru senior, Pak Broto, memperingatkan Anwar untuk berhati-hati dan tidak mengganggu tradisi desa.

Suatu malam, Bayu menghilang. Anwar dan Rini panik dan mencari Bayu ke seluruh desa. Mereka menemukan Bayu di dekat sebuah pohon beringin besar di tengah hutan, sedang berbicara dengan sosok tak kasat mata. Pak Kades menyarankan agar Anwar membawa Bayu ke seorang dukun desa, Mbah Suro, untuk diobati.

ACT 2 (Conflict)

Mbah Suro melakukan ritual pengobatan untuk Bayu. Ia mengungkapkan bahwa Bayu memiliki kemampuan melihat makhluk halus dan terhubung dengan dunia gaib. Mbah Suro juga memperingatkan Anwar bahwa desa tersebut dihantui oleh Malês, sebuah kekuatan jahat yang berasal dari masa lalu dan berusaha mengganggu ketentraman warga. Malês tertarik pada Bayu karena kemampuannya dan ingin menggunakannya sebagai wadah.

Anwar menolak mempercayai penjelasan Mbah Suro dan bersikeras mencari penjelasan ilmiah atas kejadian yang menimpa keluarganya. Ia berkonsultasi dengan seorang dokter dan psikolog, namun tidak menemukan jawaban yang memuaskan. Sementara itu, gangguan Malês semakin intens. Hana mulai mengalami mimpi buruk dan melihat penampakan-penampakan menakutkan. Rini semakin tertekan dan merasa tidak aman di rumah mereka.

Anwar mulai menyelidiki sejarah desa dan menemukan bahwa dulu pernah terjadi pembantaian massal terhadap warga desa karena dituduh melakukan praktik sesat. Arwah-arwah korban pembantaian tersebut diduga menjadi sumber kekuatan Malês. Ia juga menemukan bahwa pohon beringin di hutan merupakan tempat pemujaan kuno dan menjadi pusat energi negatif.

Pak Kades dan beberapa warga desa mulai mencurigai keluarga Anwar sebagai pembawa sial. Mereka menganggap kehadiran keluarga Anwar telah membangkitkan Malês dan mengganggu keseimbangan alam. Mereka mendesak Anwar untuk meninggalkan desa dan mengancam akan mengusir mereka secara paksa.

ACT 3 (Climax)

Bayu semakin dikuasai oleh Malês. Ia menjadi pendiam, agresif, dan sering melakukan hal-hal aneh. Mbah Suro menyarankan agar Anwar melakukan ritual penolak bala di pohon beringin untuk mengusir Malês dan melindungi Bayu. Anwar awalnya menolak, namun akhirnya setuju karena tidak punya pilihan lain.

Anwar, Rini, Hana, dan Mbah Suro pergi ke pohon beringin pada malam hari. Mereka melakukan ritual penolak bala dengan menggunakan sesajen dan mantra-mantra kuno. Namun, ritual tersebut justru memicu kemarahan Malês. Kekuatan jahat tersebut menyerang mereka dengan berbagai penampakan dan teror.

Bayu benar-benar dikuasai oleh Malês. Ia menyerang anggota keluarganya dengan kekuatan supranatural. Anwar berusaha melindungi keluarganya dan melawan Malês. Ia menyadari bahwa ia harus mengalahkan Malês untuk menyelamatkan Bayu dan keluarganya.

Anwar menggunakan pengetahuan sejarah yang ia dapatkan untuk menemukan cara mengalahkan Malês. Ia mengetahui bahwa arwah-arwah korban pembantaian tersebut harus ditenangkan agar Malês kehilangan kekuatannya. Ia melakukan ritual pembebasan arwah di lokasi pembantaian dengan bantuan Mbah Suro.

ACT 4 (Resolution)

Ritual pembebasan arwah berhasil menenangkan arwah-arwah korban pembantaian. Malês kehilangan kekuatannya dan Bayu terbebas dari pengaruhnya. Keluarga Anwar berhasil selamat dari teror Malês.

Setelah kejadian tersebut, Anwar memutuskan untuk tetap tinggal di desa dan membantu warga memperbaiki kehidupan mereka. Ia membangun kembali sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan. Ia juga berusaha melestarikan tradisi dan budaya desa tanpa harus terjebak dalam praktik-praktik sesat.

Keluarga Anwar akhirnya diterima oleh warga desa. Mereka hidup damai dan harmonis, meskipun masih merasakan aura misterius desa tersebut. Mereka belajar untuk menghormati tradisi dan kepercayaan masyarakat setempat, namun tetap berpegang pada akal sehat dan logika. Bayu kembali menjadi anak yang ceria dan sehat. Hana menemukan teman-teman baru dan merasa betah di desa. Rini merasa aman dan nyaman di rumah mereka. Anwar menjadi kepala sekolah yang dihormati dan dicintai oleh warga desa. Mereka semua belajar untuk hidup berdampingan dengan alam dan kekuatan gaib yang ada di sekitar mereka.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya