MAD MASK - Penjelasan Akhir
Ending film MAD MASK memperlihatkan protagonis utama, sebut saja namanya Ari, berdiri di reruntuhan bengkel topengnya yang terbakar. Kebakaran tersebut adalah kulminasi dari konfrontasinya dengan antagonis, sosok misterius yang dikenal sebagai 'Penjagal'. Penjagal, yang terungkap sebagai cerminan sisi gelap Ari sendiri β ambisi yang tak terkendali dan obsesi untuk menciptakan topeng sempurna β akhirnya dikalahkan. Namun, kemenangan Ari terasa pahit.
Kebakaran bukan hanya menghancurkan bengkel, tetapi juga menghancurkan sebagian besar topeng ciptaannya, simbol-simbol identitas yang dulu dia ciptakan untuk orang lain. Adegan ini menyoroti tema utama film, yaitu identitas, keaslian, dan bahaya kehilangan diri sendiri dalam penciptaan. Ari, selama film berlangsung, terus-menerus mencoba memalsukan identitas orang lain melalui topeng buatannya, namun pada akhirnya, ia harus menghadapi topeng yang ia kenakan sendiri, topeng ambisi dan kesempurnaan.
Yang signifikan adalah, Ari tidak terlihat mengenakan topeng apa pun di akhir film. Ia telanjang secara emosional, kehilangan topeng yang telah lama ia sembunyikan di baliknya. Kehilangan ini bisa diartikan sebagai pembebasan. Ari akhirnya melepaskan beban harapan dan tekanan untuk menjadi orang lain. Ia menerima dirinya apa adanya, bahkan dengan kekurangannya.
Interpretasi yang berbeda mungkin muncul dari fakta bahwa Penjagal, meskipun 'dikalahkan', tidak secara eksplisit dibunuh. Beberapa penonton mungkin menafsirkan ini sebagai indikasi bahwa sisi gelap Ari masih ada di dalam dirinya, hanya ditekan, dan berpotensi muncul kembali di masa depan. Penjagal mewakili godaan untuk menyerah pada ambisi yang merusak, dan meskipun Ari menang kali ini, perjuangan melawan sisi gelapnya akan terus berlanjut.
Elemen ambigu terletak pada ekspresi wajah Ari. Apakah itu ekspresi kesedihan atas kehilangan, kelegaan atas pembebasan, atau kombinasi keduanya? Tidak ada jawaban pasti. Ambiguitas ini sejalan dengan tema film tentang kompleksitas identitas dan kesulitan untuk benar-benar mengenal diri sendiri.
Koneksi dengan tema film sangat jelas. Selama film, Ari menciptakan topeng untuk orang lain, memungkinkan mereka untuk berpura-pura menjadi orang yang berbeda. Di akhir, Ari melepas topengnya sendiri, dan dengan demikian, film tersebut menyarankan bahwa identitas sejati ditemukan bukan dalam berpura-pura, tetapi dalam menerima diri sendiri. Penghancuran bengkel topeng dan topeng-topengnya melambangkan penghancuran kepalsuan dan jalan menuju keaslian. Ending tersebut bukanlah akhir yang bahagia secara tradisional, tetapi sebuah awal yang menjanjikan, awal dari Ari yang menerima dirinya sendiri, tanpa perlu bersembunyi di balik topeng.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.