Macbeth - Cerita Lengkap

Layar Bioskop
⏱️ 4 menit membaca

Macbeth adalah seorang jenderal Skotlandia yang pemberani dan dihormati, pulang dari medan perang setelah memenangkan pertempuran penting melawan pemberontak dan tentara Norwegia. Bersama sahabatnya, Banquo, dia bertemu tiga penyihir di dataran tandus. Penyihir-penyihir itu menyampaikan ramalan: Macbeth akan menjadi Thane dari Cawdor, dan kemudian Raja Skotlandia. Mereka juga meramalkan bahwa Banquo akan menjadi leluhur para raja, meskipun dia sendiri tidak akan menjadi raja.

ACT 1 (Setup)

Hampir segera setelah pertemuan itu, para utusan Raja Duncan tiba untuk memberi tahu Macbeth bahwa dia telah dianugerahi gelar Thane dari Cawdor, karena Thane dari Cawdor yang sebelumnya telah mengkhianati raja dan dieksekusi. Ramalan pertama telah terwujud, membuat Macbeth terkejut dan membangkitkan ambisi yang mendalam dalam dirinya. Dia mulai memikirkan kemungkinan menjadi raja.

Macbeth menulis surat kepada istrinya, Lady Macbeth, menceritakan tentang ramalan penyihir. Lady Macbeth, seorang wanita yang haus kekuasaan dan ambisius, langsung terpikat pada gagasan bahwa suaminya akan menjadi raja. Dia bertekad untuk melakukan apa pun yang diperlukan untuk mewujudkan ramalan itu.

Raja Duncan mengumumkan bahwa dia akan mengunjungi Kastil Inverness, tempat tinggal Macbeth. Lady Macbeth melihat ini sebagai kesempatan sempurna untuk membunuh raja dan merebut takhta untuk Macbeth. Dia merencanakan pembunuhan itu, berniat memanfaatkan kunjungan Duncan sebagai kedok.

Macbeth ragu-ragu. Dia tahu bahwa Duncan adalah tamu dan raja yang baik dan adil. Dia juga tahu bahwa pembunuhan adalah kejahatan yang mengerikan. Namun, Lady Macbeth mencemooh keraguan Macbeth, mempertanyakan kejantanannya dan mengeksploitasi ambisinya. Dia meyakinkannya bahwa dia harus membunuh Duncan untuk memenuhi takdirnya dan menjadi raja.

Malam itu, saat Duncan tidur, Lady Macbeth membius para penjaga raja. Macbeth, dengan pisau belati di tangan, menyelinap ke kamar Duncan dan membunuhnya. Lady Macbeth kemudian meletakkan belati berlumuran darah di tangan para penjaga yang tertidur dan mengolesi mereka dengan darah untuk menjebak mereka atas pembunuhan tersebut.

Keesokan paginya, Macduff, Thane dari Fife, menemukan mayat Duncan. Macbeth, berpura-pura terkejut dan marah, membunuh para penjaga, konon karena marah atas pengkhianatan mereka. Pembunuhan Duncan menyebabkan kebingungan dan ketakutan di seluruh Skotlandia.

ACT 2 (Conflict)

Malcolm dan Donalbain, putra-putra Duncan, takut akan keselamatan mereka sendiri. Mereka melarikan diri dari Skotlandia, Malcolm ke Inggris dan Donalbain ke Irlandia. Kepergian mereka membuat mereka tampak mencurigakan, dan Macbeth diangkat menjadi Raja Skotlandia.

Meskipun menjadi raja, Macbeth dihantui oleh rasa bersalah dan ketakutan. Dia ingat ramalan penyihir tentang Banquo yang akan menjadi leluhur para raja. Macbeth melihat Banquo dan putranya, Fleance, sebagai ancaman bagi takhtanya.

Macbeth menyewa pembunuh untuk membunuh Banquo dan Fleance. Banquo dibunuh, tetapi Fleance berhasil melarikan diri. Macbeth sangat marah dan ketakutan saat mengetahui bahwa Fleance telah lolos.

Pada pesta kerajaan malam itu, hantu Banquo muncul di depan Macbeth, duduk di kursinya. Macbeth menjadi panik dan mulai berbicara omong kosong. Lady Macbeth mencoba untuk menutupi perilaku aneh suaminya, tetapi para bangsawan mulai curiga.

Macbeth, yang semakin paranoid, kembali mengunjungi para penyihir. Para penyihir menunjukkannya serangkaian penglihatan dan memberinya ramalan lebih lanjut: dia harus berhati-hati terhadap Macduff, tetapi dia tidak dapat dilukai oleh pria yang dilahirkan dari wanita, dan dia tidak akan dikalahkan sampai hutan Birnam datang ke Dunsinane. Macbeth merasa aman, percaya bahwa tidak ada pria yang tidak dilahirkan dari wanita dan bahwa hutan tidak mungkin bergerak.

ACT 3 (Climax)

Macbeth memerintahkan pembunuhan Macduff dan keluarganya. Para pembunuh menyerang Kastil Macduff dan membunuh Lady Macduff dan semua anak-anaknya.

Macduff, yang berada di Inggris untuk membujuk Malcolm agar kembali ke Skotlandia dan merebut takhta, sangat terpukul ketika mendengar tentang pembunuhan keluarganya. Dia bersumpah untuk membalas dendam pada Macbeth.

Lady Macbeth, dihantui oleh rasa bersalah atas pembunuhan Duncan dan pembunuhan lainnya yang telah dilakukan Macbeth, mulai berjalan sambil tidur. Dalam tidurnya, dia mencoba untuk membersihkan darah imajiner dari tangannya, mengungkapkan rahasia-rahasianya.

Malcolm, Macduff, dan tentara Inggris berbaris ke Skotlandia. Mereka berkumpul di Hutan Birnam. Malcolm memerintahkan para prajuritnya untuk memotong cabang-cabang pohon dan menggunakannya sebagai kamuflase saat mereka mendekat ke Kastil Dunsinane.

ACT 4 (Resolution)

Berita tentang kematian Lady Macbeth sampai ke Macbeth. Dia merenungkan singkatnya hidup.

Ketika tentara Malcolm mendekat, seorang pengintai berlari untuk memberi tahu Macbeth bahwa Hutan Birnam tampaknya bergerak menuju Dunsinane. Macbeth menyadari bahwa salah satu ramalan penyihir menjadi kenyataan.

Macbeth, meskipun ketakutan, bersikeras untuk melawan. Dia yakin bahwa dia tidak dapat dikalahkan oleh siapa pun yang dilahirkan dari wanita.

Dalam pertempuran, Macbeth membunuh banyak musuh. Dia kemudian menghadapi Macduff. Macbeth memberi tahu Macduff bahwa dia tidak dapat dilukai oleh siapa pun yang dilahirkan dari wanita. Macduff mengungkapkan bahwa dia tidak "dilahirkan" dari wanita, tetapi diangkat melalui operasi caesar.

Macbeth menyadari bahwa dia telah ditipu oleh para penyihir. Dia bertarung dengan gagah berani, tetapi Macduff berhasil mengalahkannya dan memenggal kepalanya.

Malcolm diumumkan sebagai Raja Skotlandia yang baru. Dia berjanji untuk memulihkan kedamaian dan ketertiban di kerajaan. Ramalan para penyihir telah menjadi kenyataan, dan tirani Macbeth telah berakhir.

Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.

📖 Lihat Selengkapnya