LUPIN THE IIIRD THE MOVIE 不死身の血族 - Cerita Lengkap
ACT 1 (Setup)
Film dibuka dengan Lupin III, Jigen Daisuke, dan Goemon Ishikawa XIII berada di Dorrente, sebuah kota pelabuhan di Republik Dorrente, sebuah negara kecil di Eropa Timur. Mereka mengincar sebuah brankas besar yang dikabarkan berisi darah Countess Oriana, seorang bangsawan yang diklaim memiliki kekuatan abadi karena garis keturunannya. Lupin percaya darah itu akan memberinya petunjuk tentang harta karun tersembunyi yang ditinggalkan oleh leluhurnya.
Mereka berhasil menyusup ke dalam brankas yang dijaga ketat dengan berbagai jebakan dan teknologi keamanan canggih. Lupin membuka brankas itu dan menemukan botol-botol berisi darah. Jigen dan Goemon berjaga-jaga sementara Lupin mengambil sampel darah untuk dianalisis lebih lanjut. Tiba-tiba, alarm berbunyi, menandakan kedatangan kelompok pembunuh profesional bernama Bloodhounds.
Bloodhounds, dipimpin oleh seorang wanita kejam bernama Giselle, menyerbu brankas. Pertempuran sengit terjadi. Jigen dan Goemon dengan cekatan melawan Bloodhounds, sementara Lupin berhasil melarikan diri dengan sampel darah Countess Oriana. Mereka akhirnya berhasil melarikan diri dari Dorrente dengan kapal pesiar mereka.
Di atas kapal, Lupin menganalisis darah Countess Oriana. Ia menemukan bahwa darah itu memiliki sifat unik yang memungkinkan penyembuhan luka dengan cepat, tetapi tidak memberikan keabadian sejati. Namun, analisis itu juga mengungkapkan petunjuk tersembunyi yang mengarah ke lokasi sebuah makam kuno di padang pasir.
ACT 2 (Conflict)
Lupin dan kawan-kawan tiba di padang pasir tempat makam kuno itu berada. Mereka menjelajahi makam itu dan menemukan labirin jebakan mematikan dan teka-teki rumit. Mereka menyadari bahwa makam itu dibangun untuk melindungi sesuatu yang sangat berharga.
Sementara itu, Giselle dan Bloodhounds terus mengejar Lupin. Mereka menggunakan teknologi pelacakan canggih untuk mengikuti jejak Lupin di padang pasir. Giselle sangat termotivasi untuk menangkap Lupin karena ia percaya bahwa Lupin memiliki informasi tentang lokasi harta karun Countess Oriana, yang dia inginkan untuk dirinya sendiri.
Lupin, Jigen, dan Goemon berhasil melewati jebakan dan memecahkan teka-teki di dalam makam. Mereka mencapai ruang utama makam, di mana mereka menemukan peti mati besar. Ketika mereka membuka peti mati itu, mereka menemukan seorang wanita muda yang sedang tidur nyenyak. Wanita itu sangat mirip dengan Countess Oriana.
Tiba-tiba, Giselle dan Bloodhounds menyerbu ruang utama makam. Giselle mengungkapkan bahwa wanita muda itu adalah Countess Oriana yang sebenarnya, yang telah tertidur dalam peti mati selama berabad-abad. Giselle bermaksud untuk mengambil darah Countess Oriana untuk mendapatkan kekuatan abadi.
Pertarungan sengit terjadi di ruang utama makam. Jigen dan Goemon melawan Bloodhounds, sementara Lupin mencoba melindungi Countess Oriana. Giselle berhasil menangkap Countess Oriana dan bersiap untuk mengambil darahnya.
ACT 3 (Climax)
Lupin tidak membiarkan Giselle mengambil darah Countess Oriana. Ia menggunakan berbagai trik dan gadget untuk mengalihkan perhatian Giselle dan membebaskan Countess Oriana. Pertarungan antara Lupin dan Giselle menjadi semakin intens.
Selama pertarungan, terungkap bahwa Giselle adalah keturunan dari seorang pemburu yang pernah mencoba membunuh Countess Oriana berabad-abad yang lalu. Giselle ingin membalas dendam pada Countess Oriana dan mendapatkan kekuatan abadi untuk dirinya sendiri.
Lupin berhasil mengalahkan Giselle dengan menggunakan kecerdasannya dan kemampuannya mencuri. Ia mengambil kembali Countess Oriana dan bersiap untuk melarikan diri dari makam.
Namun, Bloodhounds tidak menyerah begitu saja. Mereka mengejar Lupin dan Countess Oriana melalui labirin makam. Jigen dan Goemon terus melawan Bloodhounds untuk memberikan waktu bagi Lupin dan Countess Oriana untuk melarikan diri.
ACT 4 (Resolution)
Lupin dan Countess Oriana berhasil melarikan diri dari makam dan meninggalkan padang pasir. Mereka bersembunyi di sebuah kota terdekat. Countess Oriana menjelaskan bahwa ia tidak memiliki kekuatan abadi yang sebenarnya. Ia hanya memiliki kemampuan untuk menyembuhkan luka dengan cepat dan hidup lebih lama dari manusia biasa.
Countess Oriana juga mengungkapkan bahwa harta karun yang dicari oleh Giselle sebenarnya adalah pengetahuan tentang bagaimana hidup dengan damai dan harmoni dengan alam. Ia memutuskan untuk berbagi pengetahuannya dengan Lupin dan kawan-kawan.
Giselle dan Bloodhounds akhirnya berhasil menemukan Lupin dan Countess Oriana di kota itu. Mereka menyerbu tempat persembunyian mereka dan mencoba menangkap Countess Oriana. Namun, Lupin, Jigen, dan Goemon siap untuk menghadapi mereka.
Pertempuran terakhir terjadi di jalan-jalan kota. Lupin, Jigen, dan Goemon bekerja sama untuk mengalahkan Giselle dan Bloodhounds. Mereka menggunakan semua keterampilan dan pengalaman mereka untuk mengalahkan musuh-musuh mereka.
Pada akhirnya, Giselle dikalahkan dan Bloodhounds ditangkap. Countess Oriana aman dan Lupin dan kawan-kawan berhasil lolos tanpa cedera. Mereka meninggalkan kota itu dan melanjutkan petualangan mereka, dengan pengetahuan baru dan pemahaman yang lebih dalam tentang arti hidup. Lupin menyimpulkan bahwa harta karun sejati bukanlah kekayaan abadi, tetapi persahabatan dan pengalaman yang mereka peroleh di sepanjang jalan.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.