LUPIN THE IIIRD 銭形と2人のルパン - Penjelasan Akhir
Ending film "LUPIN THE IIIRD 銭形と2人のルパン" (LUPIN THE IIIRD: Zenigata and Two Lupins) cukup kompleks dan membuka beberapa interpretasi. Setelah pertarungan klimaks melawan Forget, seorang pembunuh bayaran dengan kemampuan untuk menghapus ingatan dan menciptakan duplikat, Lupin, Jigen, dan Zenigata berhasil mengalahkannya. Namun, kemenangan ini tidak sederhana.
Forget, yang terobsesi dengan menghapus eksistensi orang-orang dan menciptakan dunia yang "murni," pada dasarnya merupakan manifestasi dari trauma dan ketakutan akan dilupakan. Dia melihat dirinya sebagai pembersih, menghilangkan "kebisingan" dari dunia. Kekalahannya menandakan penolakan terhadap gagasan tersebut, sebuah penegasan nilai ingatan, bahkan yang buruk sekalipun, dan pentingnya identitas diri.
Kehadiran dua Lupin, Lupin palsu yang diciptakan oleh Forget, menyoroti tema identitas dan bagaimana identitas dapat dimanipulasi. Lupin palsu pada awalnya percaya bahwa dia adalah Lupin sejati dan memiliki keterampilan dan kecerdasan yang serupa. Namun, pada akhirnya, dia menyadari bahwa dia hanyalah sebuah salinan dan menghilang setelah Forget dikalahkan. Ini menyoroti keunikan Lupin sejati dan pentingnya pengalaman dan kenangan dalam membentuk seseorang.
Zenigata memainkan peran penting dalam ending. Meskipun dia selalu mengejar Lupin, dia juga memiliki rasa hormat dan bahkan ketergantungan pada kehadirannya. Dalam film ini, Zenigata berhadapan dengan gagasan bahwa obsesinya dengan Lupin mungkin membuatnya buta terhadap kejahatan yang lebih besar. Kerjasamanya dengan Lupin untuk mengalahkan Forget menunjukkan bahwa dia bersedia mengesampingkan perbedaan mereka untuk tujuan yang lebih besar.
Endingnya ambigu dalam hal nasib Forget. Meskipun dia tampaknya dikalahkan, kemampuannya untuk menghapus ingatan dan menciptakan duplikat menimbulkan pertanyaan tentang apakah dia benar-benar hilang atau apakah dia masih hidup dalam semacam kapasitas yang berkurang. Ini meninggalkan kemungkinan kembalinya Forget di masa depan.
Selain itu, endingnya mengisyaratkan dinamika yang berkelanjutan antara Lupin dan Zenigata. Meskipun mereka sekali lagi berada di sisi hukum yang berlawanan, ada rasa saling pengertian dan rasa hormat yang baru. Zenigata menyadari bahwa meskipun dia akan selalu mengejar Lupin, Lupin tidak sepenuhnya jahat dan bahkan dapat melakukan kebaikan.
Secara tematis, film ini mengeksplorasi ide-ide tentang ingatan, identitas, dan konsekuensi dari obsesi. Forget mewakili bahaya menghapus ingatan dan menciptakan dunia yang "murni" berdasarkan visi subjektif. Lupin mewakili pentingnya merangkul ingatan, baik yang baik maupun yang buruk, dan menggunakan pengalaman untuk membentuk identitas diri. Zenigata mewakili bahaya obsesi dan perlunya perspektif yang lebih luas.
Secara keseluruhan, ending film "LUPIN THE IIIRD: Zenigata and Two Lupins" merupakan resolusi yang kompleks dan memuaskan yang mengeksplorasi tema-tema penting dan meninggalkan penonton dengan beberapa pertanyaan yang menggugah pikiran.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.