Long Day's Journey into Night - Penjelasan Akhir
Ending film "Long Day's Journey into Night" sangat kompleks dan terbuka untuk interpretasi, namun secara garis besar menceritakan momen klimaks setelah Bai Ling memasuki bioskop dan mengenakan kacamata 3D. Adegan kemudian beralih ke realitas virtual yang mendalam dan panjang.
Dalam adegan virtual ini, Luo Hongwu akhirnya bertemu kembali dengan Wan Qiwen, sosok wanita yang menghantuinya selama bertahun-tahun. Mereka berada di ruang biliar yang berputar, representasi visual dari ketidakstabilan memori dan disorientasi emosional. Permainan biliar itu sendiri bisa diartikan sebagai metafora untuk upaya Luo Hongwu mengendalikan narasi hidupnya dan hubungannya dengan Wan Qiwen, namun bola-bola itu terus bergerak tak terduga, mencerminkan sifat memori yang tidak dapat diandalkan.
Saat Wan Qiwen meminta Luo Hongwu untuk mengucapkan mantra, "Rumah harus dibangun di atas tanah yang paling basah," ia akhirnya mengucapkannya. Mantra ini tampaknya membuka kunci semacam realitas yang berbeda, memungkinkan mereka untuk melayang dan terbang. Adegan terbang ini bisa diinterpretasikan sebagai pembebasan dari beban masa lalu, momen transendensi di mana mereka melampaui penderitaan dan penyesalan yang telah menghantui mereka. Ini juga bisa menjadi simbol dari kekuatan imajinasi dan keinginan untuk melarikan diri dari kenyataan yang keras.
Namun, kebenaran apakah ini benar-benar reuni yang nyata atau hanya fantasi yang dihasilkan oleh alam bawah sadar Luo Hongwu tetap ambigu. Realitas virtual film ini sengaja mengaburkan batas antara ingatan, mimpi, dan kenyataan.
Elemen penting lainnya adalah permintaan Wan Qiwen agar Luo Hongwu memutar rumah. Dia memutar rumah itu dengan tangannya, yang bisa diartikan sebagai manipulasi memori dan realitas. Apakah dia memutar kembali waktu, mengubah persepsinya, atau sekadar bermain-main dengan fantasi, tidak pernah sepenuhnya dijelaskan.
Film berakhir dengan Luo Hongwu bertanya kepada penonton yang menonton film bersama Bai Ling, "Apakah Anda melihatnya? Rumah itu berputar." Pertanyaan ini memecah tembok keempat, melibatkan penonton dalam ambiguitas dan meminta kita untuk mempertimbangkan apa yang baru saja kita saksikan. Apakah kita hanya menyaksikan mimpi Luo Hongwu? Apakah kita berbagi ilusi kolektif? Apakah rumah itu benar-benar berputar, atau itu hanya hasil dari perspektif kita sendiri yang terdistorsi?
Ending ini sangat sesuai dengan tema-tema utama film, yaitu kesulitan memahami masa lalu, sifat subjektif memori, kekuatan cinta dan kehilangan, serta kemampuan imajinasi untuk mengaburkan batas antara kenyataan dan fantasi. Film ini tidak memberikan jawaban yang mudah; sebaliknya, film ini mengundang penonton untuk merenungkan misteri keberadaan dan kekuatan ilusi. Kepuasan emosional yang mungkin dirasakan beberapa orang dalam adegan terbang itu diimbangi oleh kesadaran bahwa ini mungkin hanya mimpi belaka, menyisakan perasaan yang pahit dan reflektif di akhir film. Secara keseluruhan, ending "Long Day's Journey into Night" adalah deklarasi artistik yang berani, sebuah eksplorasi mendalam tentang kondisi manusia yang disajikan dengan gaya visual yang memukau dan penuh teka-teki.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.