La arriera - Cerita Lengkap
La Arriera
ACT 1 (Setup)
Di sebuah desa terpencil di pegunungan Andes, Kolombia, hiduplah Margarita, seorang wanita muda yang tangguh dan pekerja keras. Ia mewarisi pekerjaan sebagai arriera, pengangkut barang menggunakan keledai, dari ayahnya yang telah meninggal dunia. Desa tersebut hidup dari hasil pertanian dan pertambangan kecil-kecilan, dan Margarita memiliki peran penting dalam menghubungkan desa dengan dunia luar. Ia mengangkut kopi, buah-buahan, dan hasil tambang ke kota terdekat, serta membawa kembali kebutuhan pokok seperti obat-obatan, garam, dan pakaian. Margarita sangat mencintai pekerjaannya, meskipun berat dan berbahaya. Ia merasa terhubung dengan alam dan memiliki kebebasan yang tidak dimiliki oleh wanita lain di desanya. Bersama dengan keledainya, Caramelo, ia menembus jalanan terjal dan curam, melewati sungai deras dan hutan lebat.
Di desa itu juga tinggal Samuel, seorang pemuda yang menaruh hati pada Margarita. Ia adalah seorang petani yang sederhana dan baik hati. Ia selalu membantu Margarita dalam pekerjaannya, memperbaiki jalan, dan memberikan perlindungan saat ia melintasi wilayah yang berbahaya. Margarita menghargai persahabatan Samuel, tetapi ia belum siap untuk menjalin hubungan yang serius. Ia terlalu fokus pada pekerjaannya dan takut kehilangan kebebasannya. Selain Samuel, ada juga Don Hector, seorang pemilik tambang yang kaya dan berpengaruh. Don Hector tertarik pada Margarita bukan karena cinta, melainkan karena kekaguman atas keberanian dan ketangguhannya. Ia mencoba mendekati Margarita dengan menawarkan bantuan dan hadiah, tetapi Margarita selalu menolak dengan sopan.
ACT 2 (Conflict)
Suatu hari, Don Hector mengungkapkan niatnya untuk membangun jalan baru yang lebih modern yang dapat dilalui oleh truk. Ia meyakinkan warga desa bahwa jalan tersebut akan membawa kemakmuran dan kemajuan. Namun, Margarita khawatir bahwa jalan baru tersebut akan menghancurkan mata pencahariannya dan tradisi arrieros. Ia percaya bahwa jalan tersebut akan merusak alam dan menghilangkan pekerjaan bagi banyak orang di desa. Margarita mencoba meyakinkan warga desa untuk menolak rencana Don Hector, tetapi banyak yang tergiur oleh janji-janji manisnya. Mereka percaya bahwa jalan baru akan membawa perubahan positif bagi kehidupan mereka.
Margarita merasa terisolasi dan tidak berdaya. Samuel mencoba mendukung Margarita, tetapi ia tidak memiliki kekuatan untuk melawan Don Hector. Don Hector semakin gencar melakukan kampanye untuk membangun jalan. Ia menggunakan uang dan pengaruhnya untuk membungkam suara-suara yang menentang. Ia bahkan menyewa preman untuk mengintimidasi Margarita dan keluarganya. Margarita tidak menyerah. Ia memutuskan untuk melakukan perjalanan ke kota untuk mencari bantuan dari organisasi lingkungan dan pemerintah. Ia berharap dapat membuktikan bahwa pembangunan jalan akan merusak lingkungan dan merugikan masyarakat desa.
Dalam perjalanannya ke kota, Margarita menghadapi berbagai rintangan dan bahaya. Ia harus menghindari preman yang dikirim oleh Don Hector, melewati jalanan yang rusak dan berbahaya, dan menghadapi cuaca yang ekstrem. Caramelo, keledai setianya, terluka saat melintasi sungai yang deras. Margarita harus merawat Caramelo dan memastikan keselamatannya. Selama perjalanan, Margarita bertemu dengan orang-orang yang mendukung perjuangannya. Mereka memberikan makanan, tempat berlindung, dan informasi yang berguna. Ia juga bertemu dengan seorang jurnalis yang tertarik dengan ceritanya dan bersedia untuk mempublikasikannya di media massa.
ACT 3 (Climax)
Margarita akhirnya tiba di kota dan berhasil bertemu dengan perwakilan dari organisasi lingkungan dan pemerintah. Ia menceritakan kisahnya dan menunjukkan bukti-bukti bahwa pembangunan jalan akan merusak lingkungan dan merugikan masyarakat desa. Para perwakilan terkejut dengan informasi yang disampaikan oleh Margarita. Mereka berjanji untuk melakukan investigasi dan mengambil tindakan yang diperlukan. Berita tentang perjuangan Margarita menyebar luas melalui media massa. Banyak orang yang terinspirasi oleh keberanian dan ketangguhannya. Mereka memberikan dukungan moral dan finansial.
Don Hector merasa terancam dengan dukungan publik yang semakin besar untuk Margarita. Ia mencoba menyabotase upaya Margarita dengan menyebarkan berita bohong dan menyuap pejabat pemerintah. Ia bahkan mengancam akan membunuh Margarita jika ia tidak berhenti. Margarita tidak gentar. Ia memutuskan untuk kembali ke desa dan menghadapi Don Hector secara langsung. Ia mengumpulkan warga desa yang mendukungnya dan mempersiapkan diri untuk melawan rencana Don Hector.
Pada hari pembangunan jalan dimulai, Margarita dan para pendukungnya memblokir jalan masuk ke desa. Mereka berdemonstrasi secara damai dan menuntut agar pembangunan jalan dihentikan. Don Hector mengirim preman untuk membubarkan demonstrasi, tetapi para warga desa tidak menyerah. Mereka melawan preman dengan sekuat tenaga. Terjadi bentrokan sengit antara para warga desa dan preman. Margarita terluka dalam bentrokan tersebut, tetapi ia tetap berdiri teguh.
ACT 4 (Resolution)
Saat situasi semakin memanas, polisi tiba di tempat kejadian. Mereka menangkap Don Hector dan para preman. Pembangunan jalan dihentikan sementara. Pemerintah melakukan investigasi terhadap rencana Don Hector dan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat desa. Hasil investigasi menunjukkan bahwa pembangunan jalan akan merusak lingkungan dan merugikan masyarakat desa. Pemerintah memutuskan untuk membatalkan izin pembangunan jalan.
Masyarakat desa bersukacita atas kemenangan mereka. Mereka merayakan keberhasilan mereka dalam mempertahankan tradisi dan melindungi lingkungan. Margarita dielu-elukan sebagai pahlawan. Ia menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan keserakahan. Margarita dan Samuel akhirnya bersatu dan menjalin hubungan yang serius. Mereka bekerja sama untuk membangun desa yang lebih baik dan mempertahankan tradisi arrieros. Margarita terus bekerja sebagai arriera, menghubungkan desa dengan dunia luar dan membawa kebaikan bagi masyarakat. Ia menyadari bahwa pekerjaannya bukan hanya tentang mengangkut barang, tetapi juga tentang menjaga tradisi, melindungi lingkungan, dan melayani masyarakat. Ia hidup bahagia dengan Samuel dan Caramelo di desa tercintanya.
Artikel ini membantu Anda memahami film lebih dalam.